Konten dari Pengguna

Humus: Pengertian, Karakteristik, Keunggulan, dan Kekurangannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Humus adalah sisa tumbuhan berupa daun, akar, cabang, dan batang. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Humus adalah sisa tumbuhan berupa daun, akar, cabang, dan batang. Foto: Unsplash

Humus adalah sisa tumbuhan berupa daun, akar, cabang, dan batang yang sudah membusuk secara alami. Membusuknya daun tersebut disebabkan karena mikroorganisme dan cuaca.

Istilah humus lebih sering didengar oleh para pecinta kegiatan bercocok tanam karena manfaatnya yang baik untuk tumbuh-tumbuhan.

Sebetulnya, humus dan kompos merupakan dua hal yang berbeda. Meski demikian, manfaat yang dirasakan tidak jauh berbeda.

Mengutip dari buku Membuat Terarium dari Hobi Menjadi Bisnis yang disusun oleh Anie Kristiani, berikut adalah perbedaan di antara humus dan kompos.

  • Tekstur yang dimiliki humus lebih halus, sedangkan kompos lebih kasar

  • Warna yang dimiliki humus lebih hitam dan basah, berbeda dengan kompos yang kering dan berwarna coklat

  • Pelapukan humus berjalan secara alami dan mengandung tanah yang lebih banyak, sedangkan kompos sengaja dilapukkan oleh manusia

Karakteristik Tanah Humus

Karakteristik dari tanah humus. Foto: Unsplash

Menurut buku Tematik 5E Ekosistem Kurikulum 2013 Revisi 2016 yang disusun oleh Mulyanti, dkk, karakteristik tanah humus mengandung unsur hara dan mineral yang banyak, sehingga bagus untuk bercocok tanam.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tanah humus merupakan jenis tanah yang subur dan memiliki warna agak kehitam-hitaman. Tanah humus kebanyakan terdapat di daerah yang memiliki banyak hutan, seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Papua, dan sebagian dari wilayah Sulawesi.

Lebih lengkap, berikut adalah ciri-ciri tanah humus, yakni:

  1. Lapisan tanah berwarna gelap

  2. Daya serap tinggi (baik untuk tanaman)

  3. Terbentuk dari bagian tumbuhan yang membusuk

  4. Banyak dijumpai di wilayah beriklim tropis

  5. Subur

  6. Terdapat di lapisan tanah teratas

  7. Tanahnya gembur

  8. Mampu menambah dan meningkatkan kandungan unsur hara

  9. Sumber energi dari jasad mikro

Keunggulan dari Humus atau Pupuk Organik

Humus bisa disebut juga dengan pupuk organik. Hal tersebut karena tanah humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan, seperti daun, akar, batang, dan lainnya.

Mengutip dari buku Pupuk Organik Cair Aplikasi dan Manfaatnya karya Ayub S. Parnata, ada beberapa keunggulan dari pupuk organik, yakni:

1. Memperbaiki sifat kimia tanah

Pupuk organik atau humus dapat mengubah unsur hara yang tidak bisa diserap tanaman menjadi unsur hara yang bisa diserap tanaman.

2. Memperbaiki sifat fisika tanah

Aktivitas mikroorganisme dalam pupuk organik dapat menggemburkan tanah. Selain itu, pupuk organik dapat mengurangi risiko erosi karena agregat tanah menjadi lebih kompak.

3. Meningkatkan daya serap tanah terhadap air

Tanah yang gembur memiliki pori-pori relatif yang lebih banyak untuk menyalurkan dan menyimpan air.

Pada musim kemarau, tanah yang dipupuk menggunakan pupuk organik atau humus bisa menyediakan air untuk tanaman lebih banyak.

Kekurangan dari Humus atau Pupuk Organik

Setelah mengetahui keunggulan dari humus, berikut adalah kekurangan yang dimiliki oleh humus atau pupuk organik.

  1. Tanah humus mudah terbakar

  2. Tanah humus lebih licin daripada tanah yang biasanya

  3. Memiliki bau yang kurang sedap

(JA)