Hutan Mangrove: Definisi, Fungsi, dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hutan mangrove adalah jenis hutan yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang-orang, terlebih bagi masyarakat yang berada di daerah tropis, seperti masyarakat Indonesia.
Hutan mangrove pada umumnya ditemukan di daerah pesisir pantai. Hutan mangrove biasanya juga disebut sebagai hutan bakau karena banyak ditumbuhi tanaman bakau.
Jenis hutan ini banyak dijadikan sebagai pertemuan antara daerah pantai dan muara sungai, sehingga air yang ada di daerah ini adalah air payau.
Karena memiliki jenis air payau, tentunya hanya tumbuhan-tumbuhan tertentu saja yang dapat hidup di daerah ini. Untuk memahami jenis hutan mangrove dan vegetasi di dalamnya, simak penjelasan di bawah ini.
Definisi Hutan Mangrove
Mengutip dari buku Biologi Interaktif Kelas X IPA yang ditulis oleh Wijaya Jati, hutan mangrove adalah tipe hutan khas yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
Hutan mangrove juga biasa disebut sebagai hutan bakau, hutan payau, hutan pantai, dan hutan pasang surut. Hutan ini memiliki jenis vegetasi yang khas dibandingkan jenis hutan lainnya.
Varietas komunitas hutan mangrove pada umumnya didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, hutan mangrove banyak ditemukan di daerah tropis. Hutan ini biasanya berada pantai-pantai landai berlumpur.
Hutan mangrove biasanya terdapat di wilayah Australia Utara, Afrika Barat, Amerika Selatan terutama Brazilia, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Fungsi Hutan Mangrove
Menurut Asihing Kustanti dalam bukunya yang berjudul Manajemen Hutan Mangrove, terdapat tiga fungsi dari hutan mangrove. Fungsi hutan mangrove ialah sebagai berikut:
1. Fungsi Biologis dan Ekologis
Hutan mangrove memiliki fungsi biologis sebagai tempat perkembangbiakan hewan dan tumbuhan yang hidup di daerah ini. Fungsi ini dipengaruhi oleh komponen abiotik di lingkungan sekitarnya.
Secara ekologis, hutan mangrove memberikan manfaat sebagai habitat atau hidup bagi makhluk hidup. Artinya, makhluk hidup dapat bersembunyi dari serangan luar serta mendapatkan makanan.
2. Fungsi Sosial dan Ekonomi
Pemanfaatan hutan mangrove banyak dilakukan masyarakat sekitar hutan demi meningkatkan taraf hidup. Tumbuhan di hutan mangrove dapat dimanfaatkan untuk sebagai sumber mata pencaharian.
Tumbuh-tumbuhan di hutan mangrove biasanya didayagunakan sebagai bahan konstruksi, kayu bakar, kerajinan, pariwisata, dan sebagainya.
3. Fungsi Fisik
Fungsi fisik adalah fungsi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik, seperti kondisi tanah, dan sebagainya. Fungsi fisik hutan mangrove ialah dapat mencegah abrasi dan melindungi ekosistem dari badai besar.
Ciri-Ciri Hutan Mangrove
Hartono dalam bukunya yang berjudul Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas XI, berikut ciri-ciri hutan mangrove:
Jenis vegetasinya dipengaruhi oleh proses pasang surut air laut.
Vegetasi hutan mangrove memiliki sistem perakaran vegetasi yang sebagian berada di atas permukaan air.
Jenis-jenis vegetasi di hutan mangrove antara lain nipah dan bakau.
Sistem perakaran pada tumbuh-tumbuhan di hutan mangrove memiliki fungsi sebagai alat respirasi dan penangkapan lumpur dari peristiwa pasang surut air laut.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa yang memengaruhi fungsi biologis hutan mangrove?

Apa yang memengaruhi fungsi biologis hutan mangrove?
Fungsi ini dipengaruhi oleh komponen abiotik di lingkungan sekitarnya.
Apa fungsi fisik hutan mangrove?

Apa fungsi fisik hutan mangrove?
Fungsi fisik hutan mangrove ialah dapat mencegah abrasi dan melindungi ekosistem dari badai besar.
Apa contoh fungsi sosial ekonomi hutan mangrove?

Apa contoh fungsi sosial ekonomi hutan mangrove?
Pemanfaatan hutan mangrove banyak dilakukan masyarakat sekitar hutan demi meningkatkan taraf hidup.
