Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan landasan kehidupan bangsa Indonesia yang termuat dalam pembukaan UUD 1945. Implementasi Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari sangat penting. Cara-cara untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pun beragam.
Mengutip laman Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pancasila mengandung tiga tata nilai utama, yaitu dimensi spiritual, kultural, dan institusional.
Dimensi spiritual bermakna bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan keseluruhan nilai dalam falsafah negara.
Implementasi nilai spiritual dalam Pancasila tergambar dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini berarti bahwa dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan tidak boleh meninggalkan prinsip keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Keterkaitan antara manusia dan Tuhan yang tercermin pada sila pertama tersebut menjadi pengingat agar tidak melakukan korupsi dan penyalahgunaan harta negara.
Adapun dimensi kultural memiliki arti bahwa Pancasila merupakan landasan falsafah negara, pandangan hidup bernegara, dan sebagai dasar negara.
Sedangkan dimensi institusional berarti Pancasila harus menjadi landasan utama untuk mencapai cita-cita, tujuan bernegara, dan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Implementasi Pancasila dalam Praktik Kehidupan Sehari-hari
Implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bisa dilakukan dengan tindakan yang nyata. Dikutip dari Tap MPR No. I/MPR/2003, berikut implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Percaya dan takwa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Saling menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda.
Membina kerukunan hidup di antara umat beragama.
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah hal yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya.
Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
Saling mencintai sesama manusia.
Tenggang rasa dan tepa selira.
Tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Jujur dan bertanggung jawab.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
Menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Sila Persatuan Indonesia
Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa.
Cinta kepada Tanah Air dan bangsa.
Bangga berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawarahan.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak orang lain.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
(ZHR)
