Interes Bentuk Adalah Salah Satu Aktivitas Penciptaan Seni, Begini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interes bentuk adalah salah satu aktivitas penciptaan seni rupa, baik seni rupa murni, desain, dan kriya. Dalam aktivitas penciptaan seni rupa, kreativitas dan keberanian dalam bereksperimen sangat dibutuhkan.
Ada beberapa seniman yang menciptakan bentuk seni rupa baru, ada pula seniman yang memilih bereksperimen dan mengkombinasikan aspek konseptual dalam penciptaan seni.
Selama proses penciptaan seni rupa khususnya seni rupa murni, terdapat dua aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu aspek konseptual dan aspek visual.
Aspek konseptual menekankan ide atau gagasan yang digunakan sebagai dasar penciptaan karya seni, sedangkan aspek visual adalah unsur-unsur yang berhubungan dengan wujud karya seni yang dapat dinikmati oleh indra manusia.
Salah satu aspek visual yang akan dibahas dalam ulasan kali ini adalah interes bentuk. Lantas, apa sebenarnya interes bentuk itu? Berikut penjelasannya, yang dirangkum dalam berbagai sumber.
Pengertian Interes Bentuk
Berdasarkan buku Seni Budaya SMA Kelas XI Semester 1 oleh Sem Conelyus Bangun dkk (2014: 14), interes bentuk adalah ketertarikan terhadap bentuk-bentuk karya seni rupa murni.
Dalam sebuah karya seni rupa murni, terdapat nilai-nilai internal maupun eksternal yang dapat dijadikan pertimbangan, sehingga menunjukkan kecenderungan minat atau ketertarikan seniman terhadap karya seni yang akan diciptakannya.
Nilai-nilai tersebut dapat dihayati, agar mengekspresikan kecenderungan minat atau ketertarikan seniman, terhadap bentuk-bentuk karya seni rupa murni yang diciptakannya.
Dirangkum dalam buku Seni Rupa dan Seni Teater Kelas 4 oleh Sigit Astono dkk (2007: 05), adapun bentuk-bentuk dalam seni rupa murni yang dapat dipilih sesuai minat atau ketertarikan seniman dalam penciptaannya terhadap sebuah karya seni.
1. Bentuk Figuratif
Bentuk figuratif adalah karya seni rupa yang menggambarkan figur yang dikenal sebagai objek-objek alami, seperti manusia, hewan, tumbuhan, gunung, laut, dan lain-lain.
Dalam penggambarannya, bentuk figuratif digambarkan dengan cara meniru sesuai dengan rupa dan warna benda tersebut (sama dengan kenyataannya).
2. Bentuk Semi Figuratif
Bentuk semi figuratif adalah karya seni rupa yang “setengah figuratif”, yaitu masih menggambarkan figur atau kenyataan alamiah, tetapi bentuk dan warnanya telah mengalami distorsi, deformasi, stilasi oleh penciptanya.
Jadi, bentuk tidak meniru rupa sesungguhnya, tetapi diubah untuk kepentingan pemaknaan. Misalnya, tubuh manusia diperpanjang, patung dewa yang bertangan banyak, dan bentuk arsitektur yang disederhanakan atau digayakan untuk mencapai efek estetis dan artistik.
3. Bentuk Non Figuratif
Bentuk non figuratif adalah karya-karya seni rupa yang sama sekali tidak menggambarkan bentuk-bentuk alamiah. Jadi, bentuk ini tidak menghadirkan figur atau objek (karenanya disebut pula seni rupa non objektif).
Karya-karya seni rupa murni non figuratif, adalah susunan unsur-unsur visual yang ditata sedemikian rupa, untuk menghasilkan suatu karya seni yang indah. Istilah lain karya seni rupa murni non figuratif adalah karya seni abstrak.
Pada umumnya, karya abstrak yang berhasil adalah karya yang memilki bentuk bermakna. Artinya, sebuah karya seni yang memiliki kapasitas membangkitkan pengalaman estetis bagi orang yang mengamatinya.
Dengan kata lain, karya seni yang dapat membangkitkan perasaan yang menyenangkan, yaitu rasa keindahan.
(VIO)
