Interes Seni Adalah Salah Satu Aspek Penciptaan Seni Rupa, Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interes seni adalah salah satu hal yang wajib diperhatikan selama aktivitas penciptaan seni rupa murni berlangsung. Agar menghasilkan sebuah kreativitas, diperlukan keberanian untuk bereksperimen selama aktivitas penciptaan seni rupa murni.
Aktivitas penciptaan seni melibatkan dua aspek sekaligus, yaitu aspek konseptual dan aspek visual. Aspek konseptual didasarkan pada ide yang membuat terciptanya sebuah karya seni. Sementara itu, aspek visual berkaitan dengan wujud sebuah seni yang dapat dinikmati oleh panca indra manusia.
Lantas, bagaimana dengan interes seni? Menurut buku Desain Grafis Kemarin, Kini, dan Nanti oleh Namuri Migotuwio (2020: 27), interes seni merupakan poin utama yang terkandung dalam aspek konseptual. Interes seni adalah daya tarik atau pesona dari karya seni rupa murni tersebut.
Sebuah karya seni yang diciptakan pasti memiliki daya tarik. Entah daya tarik bagi seniman yang menciptakannya atau daya tarik dari penikmat seni itu sendiri. Interes seni juga dibagi menjadi tiga jenis. Agar lebih memahaminya, simak uraian berikut ini.
Pengertian Interes Seni
Dalam aktivitas penciptaan seni rupa murni, pencipta harus dapat menentukan interes seni, yaitu letak ketertarikan atau minatnya terhadap seni, sehingga dapat berkreasi secara optimal.
Merangkum dalam buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kriya Keramik SMK Kelas XI oleh Arif Suharson, S.Sn., M.Sn (2021: 125), pada dasarnya, terdapat tiga interes seni dalam menciptakan sebuah karya seni rupa murni, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Interes Pragmatis
Interes pragmatis adalah menempatkan seni sebagai instrumen pencapaian tujuan tertentu. Misalnya, seni yang diciptakan untuk kepentingan nasional, seni dalam rangka membangun moral dan kepribadian, seni yang memuat unsur-unsur politik, dan seni yang digunakan sebagai sarana berdakwah.
2. Interes Reflektif
Interes reflektif adalah menempatkan seni sebagai pencerminan realitas akutal (fakta dan kenyataan kehidupan) dan realitas khayali (realitas yang dibayangkan sebagai sesuatu yang ideal).
3. Interes Estetis
Interes estetis berupaya melepaskan seni nilai-nilai pragmatis dan instrumentalis. Jadi, interes estetis mengeksplorasi nilai-nilai estetik secara mandiri.
Dalam hal ini, tujuan penciptaan seni rupa murni berkaitan dengan unsur keindahan dan hiburan. Interes estetis menjauhkan karya seni rupa murni dari unsur-unsur fungsionalis.
Fungsi Interes Seni
Seniman atau pencipta karya seni rupa murni menggunakan interes seni, untuk memudahkan mereka dalam memahami tujuan mengapa karya seni tersebut diciptakan.
Dalam menciptakan sebuah seni rupa murni, seniman bereksperimen dengan berbagai cara. Ada seniman yang bereksperimen dalam penyajian bentuk seni (menciptakan bentuk baru), sementara seniman lain bereksperimen dalam memilih dan mengkombinasikan aspek konseptual penciptaan seni.
Ada pula seniman yang melakukan eksperimen dengan memodifikasi konvensi seni, desain, dan kriya yang ada. Terakhir, terdapat seniman yang benar-benar bereksperimen menciptakan karya yang benar-benar baru.
Apa pun karya seni rupa yang dihasilkan oleh seniman, hal ini bergantung ke mana arah interes seni yang dipergunakan oleh seniman.
Interes seni juga bersifat dinamis, sebab daya tarik atau pesona sebuah karya seni seseorang dapat berubah-ubah. Perubahan ini dapat disebabkan oleh perkembangan zaman, latar belakang seniman, dan tema yang diusung dalam penciptaan karya seni rupa murni tersebut.
(VIO)
