Intermediate Color: Jenis-jenis dan Komposisi Warnanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pengelompokan warna, terdapat satu kategori yang disebut dengan intermediate color. Istilah lain dari intermediate color adalah warna perantara. Umumnya, warna tersebut merupakan jenis warna di antara warna primer dan warna sekunder.
Warna memiliki banyak ragam dengan pengelompokan yang berbeda berdasarkan karakteristik masing-masing. Menurut buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa yang disusun Sofyan Salam, dkk., penggolongan warna dalam seni rupa secara umum dapat dibedakan menjadi lima jenis. Salah satu di antaranya, yakni intermediate color.
Warna perantara dalam seni rupa memperkaya pilihan dalam upaya mengeksplorasi teknik pewarnaan sebuah karya. Warna juga termasuk unsur penting dalam sebuah karya.
Mengenal Intermediate Color
Menurut Herry Santosa dan Nur Fauziah dalam buku Pencitraan Visual Kawasan Urban: Teknik Pengembangan Sistem Multimedia Spasial 3D, warna perantara atau intermediate color adalah warna yang berada di antara warna primer dan sekunder. Jenis warna ini berdekatan dan memiliki perbandingan yang seimbang.
Warna primer ialah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain. Adapun yang termasuk ke dalam warna primer ialah merah, biru, dan kuning.
Sementara warna sekunder merupakan tingkatan warna kedua. Warna ini adalah hasil campuran antara warna primer dengan proporsi 1:1. Warna sekunder terdiri dari hijau, oranye atau jingga, dan ungu.
Dengan demikian, warna perantara atau intermediate color adalah jenis warna di antara keenam warna di atas yang memiliki komposisi berdekatan.
Jenis-jenis Intermediate Color
Mengutip dari buku berjudul Manajemen Warna dan Desain oleh Sarwo Nugroho, jenis warna di antara warna primer dan sekunder menghasilkan intermediate color sebagai berikut:
Kuning hijau atau moon green, yakni warna di antara kuning dengan hijau.
Kuning jingga atau deep yellow, ialah warna di antara kuning dengan jingga.
Merah jingga atau red vermillion, merupakan warna di antara merah dengan jingga.
Merah ungu atau purple, yaitu warna di antara merah dengan ungu violet.
Biru violet atau blue/indigo, adalah warna di antara biru dengan ungu atau violet.
Biru hijau atau sea green, merupakan warna di antara biru dengan hijau.
Keenam warna standar dan warna perantara di atas tersusun dalam sebuah lingkaran warna dan digunakan sebagai dasar teori warna.
Mengulas balik mengenai fungsi warna dalam seni rupa, menurut buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa oleh Sofyan Salam, dkk., ada tiga peran warna yang ditemukan dalam penerapan warna, di antaranya sebagai simbol yang menggambarkan sifat, keadaan, atau suasana tertentu.
Selain itu, warna juga berperan sebagai representasi atas eksistensi berbagai benda, seperti warna ruangan, pakaian, dan sebagainya.
Warna juga dapat merepresentasikan alam melalui wujud seni rupa yang menggambarkan objek berupa alam. Misalnya, pemberian warna cokelat dan hijau pada pohon, dan sebagainya.
Itulah mengapa, pengelompokan warna memudahkan seniman atau pengguna lainnya untuk mengembangkan teknik pewarnaan sebuah karya seni, termasuk warna perantara atau intermediate color.
(ANM)
