Investasi Alat dan Mesin: Aspek Penting dalam Produksi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Investasi alat dan mesin menjadi komponen untuk memperlancar suatu bisnis atau produksi. Penggunaan alat dan mesin secara terus-menerus akan memengaruhi kinerja dan volume produksi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki standar pemeliharaan yang baik agar seluruhnya dapat beroperasi secara optimal.
Lalu, seberapa pentingkah investasi alat dan mesin oleh sebuah perusahaan? Simak ulasan di bawah ini.
Modal Investasi
Sebuah usaha membutuhkan modal dengan jumlah yang tidak sedikit. Dalam perusahaan, modal diwujudkan dalam bentuk modal investasi dan modal kerja.
Mengutip buku Rahasia Pengusaha Sukses dan Mandiri oleh Tuty Daswisaptri, modal investasi merupakan modal yang memberi jasa untuk produksi dalam jangka waktu lama. Modal investasi terdiri dari alat-alat dan mesin produksi, tanah, gedung, dan lain sebagainya.
Menurut Daswisaptri, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum menetapkan modal investasi, antara lain sebagai berikut:
Perbandingan atas rencana dalam penetapan modal investasi
Tafsiran aliran kas yang akan dihasilkan di setiap rencana modal investasi
Risiko yang mungkin terjadi pada masing-masing rencana modal
Daswisaptri juga menyebutkan bahwa modal investasi pada aktiva tetap dapat dikelompokkan menjadi:
Perusahaan, gedung, kantor, toko, pabrik, gudang
Perluasan tanah tempat ibadah, perumahan, karyawan, tempat parkir, dan sebagainya
Pengenalan produk baru yang secara tidak langsung menambah kuantitas dan frekuensi penggunaan alat dan mesin produksi
Penggantian alat dan mesin yang telah rusak ataupun telah habis masa unsur ekonominya.
Hal-hal di atas menunjukkan bahwa setiap rencana penetapan modal investasi perlu menyesuaikan aliran kas yang akan ditimbulkannya.
Investasi Alat dan Mesin
Dalam biaya produksi, investasi alat dan mesin tergolong ke dalam biaya overhead. Biaya umum tersebut merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan di luar biaya bahan baku dan tenaga kerja. Biaya overhead tidak dapat diidentifikasi secara langsung dengan produk yang dihasilkan.
Biaya ini meliputi biaya bahan pendukung dan biaya tenaga kerja tidak langsung yang terdiri dari gaji manajer produksi, pengawas produksi, penyusutan mesin, penyusutan bangunan produksi, serta biaya lainnya yang digolongkan ke dalam biaya produksi.
Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, investasi alat dan mesin adalah pembelian perlengkapan alat dan mesin produksi.
Seperti yang telah disinggung di awal pembahasan, alat dan mesin merupakan unsur yang memengaruhi proses produksi. Pembeliannya pun perlu disesuaikan dengan kapasitas produksi.
Tidak hanya itu, pembelian alat dan mesin perlu mempertimbangkan hal-hal teknis lain. Di antaranya, ketersediaan daya listrik, kuantitas dan frekuensi kegiatan produksi, dan sebagainya.
(ANM)
