Jadwal Imsakiyah Brebes Ramadhan 2022/1443 H

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi jadwal imsakiyah Brebes pada bulan Ramadhan 2022 ini banyak dicari oleh umat Islam, khususnya bagi mereka yang menduduki wilayah Kabupaten Brebes. Untuk mengetahui jadwalnya, simak uraian berikut ini.
Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah dan paling luas di Jawa Tengah ke-2 setelah Kabupaten Cilacap. Wilayahnya meliputi Kecamtan Banjarharjo, Bantarkawung, Brebes, Bulakamba, Bumiayu, Jatibarang, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Losari, Paguyangan, Salem, Sirampog, Songgom, Tanjung, Tonjong, dan Wanasari.
Salah satu hal penting yang perlu dipahami umat Muslim saat berpuasa adalah waktu imsak. Di Tanah Air, waktu imsakiyah yang banyak dijadikan patokan adalah 10 menit sebelum adzan Subuh. Hal ini mengacu pada hadits Rasulullah SAW berikut ini:
“Dari Anas r.a, dari Zaid bin Tsabit r.a, beliau berkata: "Kami sahur bersama Nabi SAW lalu kami beranjak menuju shalat (Subuh)", Anas r.a bertanya: "Berapa jarak keduanya? (antara sahur dan shalat)". Beliau mengatakan: "Sekitar bacaan Qur'an 50 ayat". (HR al-Tirmidzi).
Untuk menghindari kerancuan perihal waktu imsak, sejumlah lembaga keagamaan telah merilis jadwal imsakiyah yang dapat digunakan sebagai rujukan.
Jadwal Imsakiyah Brebes
Dikutip dari situs brebes.kemenag.go.id, berikut jadwal Imsakiyah Kabupaten Brebes pada bulan Ramadhan 2022:
Tgl Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
1. 3 Apr 04:22 04:32 11:51 15:06 17:51 19:00
2. 4 Apr 04:21 04:31 11:50 15:06 17:51 18:59
3. 5 Apr 04:21 04:31 11:50 15:06 17:50 18:59
4. 6 Apr 04:21 04:31 11:50 15:06 17:50 18:58
5. 7 Apr 04:21 04:31 11:50 15:06 17:49 18:58
6. 8 Apr 04:21 04:31 11:49 15:06 17:49 18:58
7. 9 Apr 04:21 04:31 11:49 15:06 17:48 18:57
8. 10 Apr 04:20 04:30 11:49 15:06 17:48 18:57
9. 11 Apr 04:20 04:30 11:48 15:06 17:47 18:56
10. 12 Apr 04:20 04:30 11:48 15:06 17:47 18:56
11. 13 Apr 04:20 04:30 11:48 15:06 17:47 18:56
12. 14 Apr 04:20 04:30 11:48 15:06 17:46 18:55
13. 15 Apr 04:20 04:30 11:47 15:06 17:46 18:55
14. 16 Apr 04:20 04:30 11:47 15:06 17:45 18:55
15. 17 Apr 04:19 04:29 11:47 15:06 17:45 18:54
16. 18 Apr 04:19 04:29 11:47 15:06 17:44 18:54
17. 19 Apr 04:19 04:29 11:47 15:06 17:44 18:54
18. 20 Apr 04:19 04:29 11:46 15:05 17:44 18:53
19. 21 Apr 04:19 04:29 11:46 15:05 17:43 18:53
20. 22 Apr 04:19 04:29 11:46 15:05 17:43 18:53
21. 23 Apr 04:19 04:29 11:46 15:05 17:43 18:53
22. 24 Apr 04:19 04:29 11:46 15:05 17:42 18:52
23. 25 Apr 04:18 04:28 11:45 15:05 17:42 18:52
24. 26 Apr 04:18 04:28 11:45 15:05 17:42 18:52
25. 27 Apr 04:18 04:28 11:45 15:05 17:41 18:52
26. 28 Apr 04:18 04:28 11:45 15:05 17:41 18:51
27. 29 Apr 04:18 04:28 11:45 15:05 17:41 18:51
28. 30 Apr 04:18 04:28 11:45 15:05 17:40 18:51
29. 1 Mei 04:18 04:28 11:45 15:05 17:40 18:51
30. 2 Mei 04:18 04:28 11:44 15:05 17:40 18:51
Doa Berbuka Puasa
Merujuk pada buku Bekal Ramadhan oleh Ahmad Zakarsih, disunnahkan dalam berbuka puasa untuk menta’jil atau menyegerakan berbuka puasa sebelum melaksanakan salat maghrib, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma.
Tidak sedikit hadits yang berbicara mengenai doa berbuka puasa. Adapun hadits shahih tentang doa berbuka puasa yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki." (HR. Abu Daud).
Doa tersebut diucapkan setelah makan atau minum yang menandakan bahwa seseorang telah mambatalkan puasanya di waktu berbuka. Ada baiknya sebelum minum atau makan tetap mengucapkan basmallah, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut:
فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Artinya: Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)". (HR. Abu Daud).
Selain doa diatas, ada doa lain yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash RA. Berikut bacaan doanya:
اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ
Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku." (HR. Ibnu Majah).
Adapun bacaan doa lainnya yang sunnah untuk diamalkan. Doa inilah yang paling populer di kalangan umat Muslim, lafalnya yaitu:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى
Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”
Sunnah Buka Puasa
Bukan hanya menjadi sumber kebahagiaan, waktu berbuka juga bisa jadi sumber pahala. Oleh sebab itu, selain mengucapkan doa buka puasa, ada beberapa sunnah berbuka yang bisa menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadhan.
Dihimpun dari buku Tuntunan Puasa Menurut Al Quran dan Sunah karya Alik Al Adhim, berikut uraian amalan sunnahnya:
Menyegerakan berbuka puasa.
Dalam HR. At-Tirmidzi, dijelaskan bahwa seseorang yang makan harus didahului dengan menyebut nama Allah SWT, yakni dengan cara membaca basmallah.
Makan kurma dalam jumlah ganjil.
Memakan kurma dengan adab, yaitu dengan mengeluarkan bijinya di punggung dari dua jari (jari tengah dan jari telunjuk).
Memperbanyak doa ketika puasa.
Membatalkan dengan minuman manis.
Memberi makanan kepada sesama muslim yang berpuasa.
Terdapat perbedaan di kalangan ulama terkait waktu membaca doa berbuka puasa. Sejumlah pendapat menyatakan bahwa doa berbuka puasa dibaca setelah seseorang berbuka atau pertama kali membatalkan puasa dengan air, kurma, atau semacamnya.
Pendapat di atas didasarkan atas kata kerja yang tertera dalam doa berbuka puasa yang berbentuk lampau (fi'il madhy). Seperti dalam lafadz kedua yang artinya, "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
Sementara itu, sebagian ulama mengatakan bahwa doa berbuka puasa diucapkan sebelum berbuka puasa dan sebagian yang lain tidak menetapkan waktu membacanya.
(VIO)
