Konten dari Pengguna

Jenis Budi Daya Tanaman Pangan, Simak Penjelasannya!

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

illustrasi singkong sebagai contoh budi daya tanaman pangan. foto: pexels.
zoom-in-whitePerbesar
illustrasi singkong sebagai contoh budi daya tanaman pangan. foto: pexels.

Tanaman pangan menyebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia menjadi sentra budi daya tanaman pangan tertentu. Umumnya dalam mengembangkan maupun membudidayakan tanaman pangan, masyarakat juga menyesuaikannya dengan lahan.

Misalnya, Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menjadi pusat produksi beras. Adapun Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur adalah sentra produksi untuk kedelai.

Hasil budi daya tanaman pangan belum dapat dipetik dalam waktu singkat. Melainkan membutuhkan waktu dan harus diawasi dengan penuh kesabaran.

Jenis Budi Daya Tanaman Pangan

Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X Semester 1 oleh Hendriana Werdhaningsih, dkk., jenis budi daya tanaman pangan dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu serealia, kacang-kacangan. dan umbi-umbian.

Kelompok serealia dan kacang-kacangan menghasilkan biji sebagai produk hasil budi daya. Sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi akar sebagai produknya.

Contoh budi daya tanaman pangan serealia adalah padi, jagung, sorgum, quinoa dan gandum. Sedangkan contoh budi daya tanaman pangan kacang-kacangan ialah kedelai, kacang tanah, kacang hijau. Kemudian, contoh budi daya tanaman pangan umbi-umbian ialah singkong, ubi jalar, talas, lobak, kentang, bengkuang.

Pengelompokkan Tanaman Pangan Berdasarkan Umur

Tanaman pangan dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan. Tanaman semusim adalah tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan seperti jagung dan kedelai. Atau antara 6-8 bulan seperti singkong.

Tanaman tahunan adalah tanaman yang terus tumbuh setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun. Contohnya sukun dan sagu.

Mengenal Mutu dalam Budi Daya

Pangan hasil olahan dari hasil budi daya tanaman harus bermutu baik dan memenuhi syarat keamanan pangan. Mulai dari tahap budi daya, pascapanen, dan pengolahan.

Persyaratan dasar yang harus dipenuhi meliputi Good Agriculture Practices (GAP)/Good Farming Practices (GFP) untuk budi daya, Good Handling Practices (GHP) untuk penanganan pascapanen serta Good Manufacturing Practices (GMP) untuk pengolahan.

Good Agriculture Practices (GAP)/Good Farming Practices (GFP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara budi daya tumbuhan atau ternak yang baik agar menghasilkan pangan bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.

Good Handling Practices (GHP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara penanganan pascapanen hasil pertanian yang baik agar menghasilkan pangan bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.

Good Manufacturing Practices (GMP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara pengolahan hasil pertanian yang baik agar menghasilkan pangan bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.

(ZHR)