Jenis dan Cara Pengolahan Bahan Limbah untuk Kerajinan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajinan dari bahan limbah sering kali ditemukan di pasar atau di toko-toko kerajinan. Hampir semua kegiatan manusia menghasilkan limbah, baik limbah organik ataupun anorganik.
Mengutip buku Prakarya yang ditulis oleh Suci Paresti dan Dewi Sri Handayani, limbah adalah jenis zat yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Sebab, limbah keras tidak mengandung unsur karbon.
Limbah umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domestik. Contoh limbah yang sering ditemukan ialah cangkang kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, botol, plastik, karet sintetis, potongan logam, dan berbagai jenis batu-batuan.
Adapun bahan limbah merupakan bahan yang sangat potensial untuk dijadikan bahan pembuatan kerajinan. Di tangan-tangan kreatif, limbah keras organik dan anorganik dapat disulap menjadi aneka kerajinan bahan limbah yang unik dan menarik.
Limbah keras adalah limbah yang berwujud keras, padat, tidak mudah berubah bentuk, tidak mudah diolah, dan tidak mudah terurai dalam tanah.
Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah untuk Kerajinan
Limbah memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda tergantung bahannya. Menyadur buku Prakarya yang ditulis oleh Suci Paresti dan Dewi Sri Handayani, berikut uraian mengenai limbah keras organik dan anorganik yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan.
1. Limbah keras organik
Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari alam (tumbuhan dan hewan) bersifat keras, padat, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai dalam tanah.
Limbah organik biasanya didaur ulang menjadi pupuk tanaman sampai dengan bahan bakar biogas.
Contoh limbah keras organik adalah kulit pisang atau kulit buah lainnya, buah yang busuk, kulit bawang, ranting pohon, daun kering, atau bahan organik lainnya.
2. Limbah keras anoraganik
Limbah keras anorganik adalah jenis limbah yang berwujud keras, padat, sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk.
Contoh limbah keras anorganik adalah plastik, pecahan keramik, pecahan kaca, dan baja. Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam dan kimia yang tidak diperbarui.
Pengolahan Bahan Limbah Keras
Secara umum, pengolahan bahan limbah keras adalah sama. Prosesnya dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Berikut ini pengolahan bahan limbah sederhana yang dapat dilakukan:
Pemilahan bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses produksi.
Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencucian dengan detergen agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih.
Pengeringan dilakukan secara konvensional, yaitu menggunakan sinar matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan dibersihkan memakai lap kering.
Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dikuas dengan cat.
Pengeringan dilakukan dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan setelah pewarnaan.
Penghalusan bahan pada tahap akhir dilakukan agar bahan siap dipakai dan mudah diproses menjadi karya. Selain itu, tahap penyelesaian terdiri dari berbagai macam cara. Misalnya, dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan diamplas.
(FNS)
