Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: Pexels/pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: Pexels/pixabay

Daftar isi

Kalimat adalah susunan kata-kata yang memiliki pengertian atau maksud tertentu. Dalam bahasa Indonesia, jenis-jenis kalimat dibagi berdasarkan beberapa hal. Setiap jenis kalimat tersebut memiliki susunannya sendiri.

Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui uraian lengkap tentang jenis-jenis kalimat yang disadur dari karya ilmiah berjudul Jenis-Jenis dan Pola Kalimat Bahasa Indonesia yang diterbitkan Universitas Udayana Fakultas Sastra dan Budaya pada 2016.

Jenis-Jenis Kalimat menurut Fungsinya

Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: Pixabay/mozlase__

Jenis-jenis kalimat menurut fungsinya dibedakan menjadi kalimat perintah, seruan, pernyataan, dan pertanyaan. Berikut penjelasannya:

1. Kalimat Perintah

Kalimat perintah digunakan untuk menyuruh atau melarang berbuat sesuatu. Kalimat menyuruh disajikan dalam bentuk positif, sementara kalimat melarang disajikan dalam bentuk negatif. Contohnya:

  • Tolong selesaikan tugas membuat makalah itu lebih dahulu!

  • Sebaiknya jangan melakukan provokasi yang dapat menyesatkan orang lain.

2. Kalimat Seruan

Kalimat seruan digunakan untuk menyampaikan dan mengungkapkan perasaan yang sifatnya mendadak. Contoh kalimatnya:

  • Hebat, ternyata dia bisa.

  • Aduh, ternyata dia tak menepati janji.

3. Kalimat Pernyataan

Kalimat pernyataan umumnya dapat ditemukan dalam berita. Kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu informasi atau berita.

Adapun ciri-ciri kalimat pernyataan, yaitu bersifat bebas, boleh langsung atau tak langsung, berbentuk pasif atau aktif, dapat berupa kalimat majemuk atau tunggal, dan diakhiri dengan tanda titik (.).

Berikut contoh kalimatnya:

  • Menteri tenaga kerja mengadakan kunjungan ke beberapa pabrik di Surabaya.

4. Kalimat Pertanyaan

Kalimat pertanyaan digunakan untuk mendapatkan informasi atau reaksi dari lawan yang diajak berkomunikasi. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya. Contohnya:

  • Kapan kamu pergi ke Jakarta?

  • Kenapa mobil ini tak menggunakan pengaman yang lengkap?

Baca Juga: 159 Contoh Kalimat Perintah Sehari-hari dalam Bahasa Indonesia

Jenis-Jenis Kalimat menurut Klausanya

Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: Unsplash/Unseen Studio

Menurut klausanya, kalimat dapat berupa kalimat tunggal dan majemuk. Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat dengan pola S + P.

Sementara kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua pola kalimat atau lebih. Berikut penjelasannya:

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya tersusun dari satu pola kalimat atau satu klausa, yaitu satu subjek dan satu predikat. Berdasarkan jenis kata atau frasa pengisi predikatnya, kalimat tunggal terdiri dari empat macam, yaitu kalimat nominal, numeral, adjektiva, dan verbal. Berikut contoh kalimatnya:

  • Kalimat nominal: Kami mahasiswa Universitas Indonesia.

  • Kalimat numeral: Rumah paman ada dua.

  • Kalimat adjektiva: Jawaban Andi sangat tepat.

  • Kalimat verbal: Kambing itu sedang merumput.

2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang berisi gabungan antara dua atau lebih kalimat tunggal. Kalimat majemuk terdiri dari sekurang-kurangnya subjek dan dua predikat. Sementara itu, kalimat majemuk dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara atau koordinatif adalah gabungan dua pokok pikiran atau lebih yang kedudukannya setara. Kalimat tunggal pada kalimat majemuk setara ini dapat berdiri sendiri.

Dua kalimat tunggal tersebut dihubungkan dengan konjungtor yang menunjukkan ada beberapa jenis hubungan. Contoh konjungtor yang digunakan dalam jenis kalimat ini, yaitu dan, serta, baik, maupun, tetapi, sedangkan, dan lainnya.

Berikut ini adalah contoh kalimat majemuk setara:

  • Ani gemar bernyanyi, sedangkan Andi gemar menari.

  • Kamu tinggal di sini atau ikut dengan saya.

  • Arya tampan tetapi sombong.

b. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat atau kompleks adalah kalimat tunggal di mana induk kalimatnya diperluas untuk menjadi kalimat baru yang disebut anak kalimat.

Contoh konjungtor yang digunakan dalam jenis kalimat ini adalah sejak, sedari, sewaktu, seandainya, meskipun, agar, supaya, seperti, karena, dan masih banyak lagi.

Berikut beberapa contoh kalimat majemuk bertingkat:

  • Semangat belajarnya tetap tinggi meskipun usianya sudah lanjut.

  • Sewaktu memberikan keterangan, saksi tersebut meneteskan air mata.

Jenis-Jenis Kalimat menurut Kelengkapan Unsurnya

Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: unsplash

Dilihat dari kelengkapan unsurnya, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat sempurna dan tak sempurna. Berikut penjelasannya:

1. Kalimat Sempurna

Kalimat sempurna adalah kalimat yang terdiri dari sebuah klausa bebas. Sehingga, kalimat sempurna bisa disebut dengan kalimat tunggal atau kalimat majemuk, tergantung jumlah klausanya. Contohnya:

  • Ayah membaca buku.

  • Seandainya saya memiliki uang, saya akan membeli mobil itu.

2. Kalimat Tak Sempurna

Sesuai namanya, kalimat tak sempurna adalah kalimat yang subjek dan predikatnya tak lengkap. Dengan kata lain, subjek dan predikatnya tak ada sama sekali.

Kalimat ini bisa berupa kalimat pertanyaan atau seruan. Berikut ini contohnya:

  • Apa maksudmu?

  • Ayah di Jakarta.

Jenis-Jenis Kalimat menurut Susunan Subjek dan Predikatnya

Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: pexel.com/tirachard

Selanjutnya, jenis-jenis kalimat dibagi berdasarkan susunan subjek dan predikatnya. Jenis-jenis kalimat ini ada dua, yaitu kalimat versi dan inversi. Berikut penjelasannya:

1. Kalimat Versi

Kalimat versi adalah kalimat yang memiliki pola subjek + predikat. Kalimat ini dapat dikatakan sama dengan kalimat tunggal karena hanya memiliki satu klausa. Di bawah ini contoh kalimatnya:

  • Dokter menangani pasien dengan baik.

  • Mereka bersalaman.

2. Kalimat Inversi

Kalimat inversi adalah kalimat dengan predikat yang mendahului subjek, sehingga polanya menjadi predikat + subjek. Kalimat ini bertujuan untuk memberikan penekanan makna yang ingin disampaikan.

Hal tersebut karena kata atau frasa yang pertama muncul dalam sebuah kalimat dapat menjadi kata kuncinya. Berikut ini adalah contoh kalimat inversi:

  • Matikan televisi itu!

  • Tak terkabul permintaannya.

Jenis-Jenis Kalimat menurut Sifat Hubungan Aktor-Aksi

Ilustrasi jenis-jenis kalimat. Foto: Unplash

Jenis-jenis kalimat menurut sifat hubungan aktor-aksi dibagi menjadi empat, yaitu kalimat aktif, pasif, medial, dan resiprokal. Berikut penjelasannya:

1. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya sebagai aktor atau pelaku. Bentuk predikat dari kalimat aktif umumnya menggunakan awalan me- dan ber-. Berikut contohnya:

  • Anto mengambil makanan.

  • Adik bermain boneka.

2. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai penerima tindakan atau objek. Ciri dari kalimat pasif adalah predikatnya menggunakan awalan di-, ter-, dan ke-...-an. Berikut contohnya:

  • Baju dicuci Santi.

  • Adik terbangun di kamarnya.

  • Suaranya kedengaran ke sana.

3. Kalimat Medial

Kalimat medial adalah kalimat yang subjeknya dapat berperan sebagai pelaku dan/atau objek. Berikut contohnya:

  • Dia menghibur dirinya.

  • Mereka menyusahkan diri sendiri.

4. Kalimat Resiprokal

Kalimat resiprokal adalah kalimat yang subjek dan objeknya melakukan sebuah tindakan yang berbalas-balas. Berikut contohnya:

  • Pembeli ramai tawar-menawar dengan pedagang.

  • Andi tukar-menukar buku dengan Joni.

(NSF)