Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis manusia purba di Indonesia dan kehidupan zaman praaksara adalah dua hal yang tidak bisa terlepas dari sejarah bangsa Indonesia.
Manusia purba memiliki sebutan lain sebagai manusia prasejarah, dan sekarang dikenal dengan istilah manusia praaksara. Sesuai dengan namanya, manusia praaksara adalah jenis manusia purba yang hidup pada zaman belum mengenal tulisan.
Keberadaan mereka banyak ditemukan para arkeolog di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Berbagai bukti autentik yang dapat menguatkan keberadaan manusia purba di Indonesia, di antaranya adalah ditemukannya fosil, ukiran, alat-alat rumah tangga, dan masih banyak lagi.
Dari bukti-bukti tersebut, para ahli dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia. Lantas, apa saja jenis-jenisnya? Agar mengetahuinya, simak uraian lengkapnya berikut ini.
Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia
Dikutip dari buku Sejarah untuk SMA Kelas X Kelompok Peminatan karangan FX. Sugeng Wahyu Widodo, S.Pd (2020: 56), berikut masing-masing penjelasan jenis manusia purba yang pernah ada di Indonesia.
1. Meganthropus paleojavanicus
Manusia purba ini ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936-1941 di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Dalam penemuan fosil bertubuh besar ini, ditemukan gigi, rahang, dan tengkorak.
Ciri-ciri manusia purba Meganthropus paleojavanicus:
Rahang yang tegap dengan graham yang besar
Tulang pipi tebal
Kening yang menjorok ke depan dengan tonjolan belakang kepala yang tajam
Belum memiliki tulang dagu
Otot-otot tengkuk kuat
2. Pithecanthropus mojokertensis
Fosil manusia selanjutnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus mojokertensis. Dari semua fosil yang ditemukan, para ahli beranggapan jenis Pithecanthropus mojokertensis merupakan yang paling tua.
Fosil ini ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936. Diketahui, Pithecanthropus hidup di masa Pleistosen awal, tengah, dan akhir.
Berikut ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus mojokertensis.
Berbadan tegap, tinggi badan 165-180 cm
Alat pengunyah yang kuat
Tulang kening tebal, menonjol, dan melebar sampai ke pelipis
Volume otak diperkirakan antara 750-1300 cc
Belum memiliki tulang dagu
Terdapat tulang yang menonjol di belakang kepala
3. Pithecanthropus erectus
Jenis Pithecanthropus erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah oleh Eugene Dubois tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus memiliki arti "manusia kera yang berjalan tegak lurus".
Adapun ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus erectus, yaitu:
Bentuk tubuh lebih kecil dari Pithecanthropus mojokertensis
Tinggi badan sekitar 160-180 cm
Volume otak berkisar 750-900 cc
Rahangnya menonjol ke depan
Terdapat tonjolan kening
Tidak memiliki dagu
Hidung lebar dan leher tegap
4. Pithecanthropus soloensis
Pithecanthropus soloensis ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth di Desa Ngandong, Jawa Tengah. Nama yang dipilih memiliki arti "manusia kera dari Solo".
Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus soloensis, yaitu:
Tengkorak lonjong, tebal, dan padat
Memiliki rongga mata yang sangat panjang
5. Homo wajakensis
Homo wajakensis ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Rietschoten pada tahun 1889. Penemuan jenis ini menjadi yang pertama di Asia.
Ciri-ciri manusia purba Homo wajakensis, yaitu:
Memiliki volume otak sekitar 1630 cc
Memiliki tulang tengkorak, rahang atas, dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kening
Mukanya datar dan lebar
Rahangnya tergolong padat dan memiliki gigi yang besar
Tinggi tubuhnya sekitar 173 cm
6. Homo Floresiensis
Fosil ini ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara. Penemuan fosil ini sempat menjadi perbincangan, karena para ahli menilai bahwa Homo floresiensis merupakan nenek moyang bangsa Indonesia.
Ciri-ciri manusia purba Homo floresiensis, yaitu:
Tinggi badan sekitar 1 meter
Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol
Tengkorak kepala kecil
Tulang rahang yang menonjol
7. Homo soloensis
Homo soloensis ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald pada tahun 1931-1933 di Sangiran, Jawa Tengah. Manusia ini diketahui hidup sekitar 300 ribu hingga 900 ribu tahun yang lalu.
Adapun ciri-ciri manusia purba Homo soloensis:
Volume otak mulai 1.000 cc hingga 1.300 cc
Tinggi badan bisa mencapai 210 cm
Struktur tulang wajah tidak mirip dengan manusia kera
8. Homo sapiens
Jenis ini memiliki nama Homo sapiens yang berarti manusia cerdas. Manusia purba ini diduga hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu.
Adapun ciri manusia Homo sapiens, yaitu:
Memiliki volume otak yang lebih besar daripada Meganthropus dan Pithecanthropus, yakni sekitar 1350-1450 cc
Tinggi badan antara 130-210 cm
Berat badan antara 30-150 kg
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Di mana fosil Pithecanthropus mojokertensis ditemukan?

Di mana fosil Pithecanthropus mojokertensis ditemukan?
Fosil ini ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936.
Di mana fosil Pithecanthropus erectus ditemukan?

Di mana fosil Pithecanthropus erectus ditemukan?
Jenis Pithecanthropus erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah oleh Eugene Dubois tahun 1891.
Siapa yang menemukan Pithecanthropus soloensis?

Siapa yang menemukan Pithecanthropus soloensis?
Pithecanthropus soloensis ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth di Desa Ngandong, Jawa Tengah.
