Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia dan Ciri-cirinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kehidupan jenis manusia purba di Indonesia. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kehidupan jenis manusia purba di Indonesia. Foto: Wikimedia Commons

Jenis manusia purba di Indonesia dan kehidupan zaman praaksara adalah dua hal yang tidak bisa terlepas dari sejarah bangsa Indonesia.

Manusia purba memiliki sebutan lain sebagai manusia prasejarah, dan sekarang dikenal dengan istilah manusia praaksara. Sesuai dengan namanya, manusia praaksara adalah jenis manusia purba yang hidup pada zaman belum mengenal tulisan.

Keberadaan mereka banyak ditemukan para arkeolog di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Berbagai bukti autentik yang dapat menguatkan keberadaan manusia purba di Indonesia, di antaranya adalah ditemukannya fosil, ukiran, alat-alat rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Dari bukti-bukti tersebut, para ahli dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia. Lantas, apa saja jenis-jenisnya? Agar mengetahuinya, simak uraian lengkapnya berikut ini.

Tampilan fosil yang berada di Museum Sangiran, Jawa Tengah. Foto: Wikimedia Commons

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Dikutip dari buku Sejarah untuk SMA Kelas X Kelompok Peminatan karangan FX. Sugeng Wahyu Widodo, S.Pd (2020: 56), berikut masing-masing penjelasan jenis manusia purba yang pernah ada di Indonesia.

1. Meganthropus paleojavanicus

Manusia purba ini ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936-1941 di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Dalam penemuan fosil bertubuh besar ini, ditemukan gigi, rahang, dan tengkorak.

Ciri-ciri manusia purba Meganthropus paleojavanicus:

  • Rahang yang tegap dengan graham yang besar

  • Tulang pipi tebal

  • Kening yang menjorok ke depan dengan tonjolan belakang kepala yang tajam

  • Belum memiliki tulang dagu

  • Otot-otot tengkuk kuat

2. Pithecanthropus mojokertensis

Fosil manusia selanjutnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus mojokertensis. Dari semua fosil yang ditemukan, para ahli beranggapan jenis Pithecanthropus mojokertensis merupakan yang paling tua.

Fosil ini ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936. Diketahui, Pithecanthropus hidup di masa Pleistosen awal, tengah, dan akhir.

Berikut ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus mojokertensis.

  • Berbadan tegap, tinggi badan 165-180 cm

  • Alat pengunyah yang kuat

  • Tulang kening tebal, menonjol, dan melebar sampai ke pelipis

  • Volume otak diperkirakan antara 750-1300 cc

  • Belum memiliki tulang dagu

  • Terdapat tulang yang menonjol di belakang kepala

Ilustrasi kehidupan manusia purba atau dikenal dengan manusia praaksara. Foto: Pixabay

3. Pithecanthropus erectus

Jenis Pithecanthropus erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah oleh Eugene Dubois tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus memiliki arti "manusia kera yang berjalan tegak lurus".

Adapun ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus erectus, yaitu:

  • Bentuk tubuh lebih kecil dari Pithecanthropus mojokertensis

  • Tinggi badan sekitar 160-180 cm

  • Volume otak berkisar 750-900 cc

  • Rahangnya menonjol ke depan

  • Terdapat tonjolan kening

  • Tidak memiliki dagu

  • Hidung lebar dan leher tegap

4. Pithecanthropus soloensis

Pithecanthropus soloensis ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth di Desa Ngandong, Jawa Tengah. Nama yang dipilih memiliki arti "manusia kera dari Solo".

Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus soloensis, yaitu:

  • Tengkorak lonjong, tebal, dan padat

  • Memiliki rongga mata yang sangat panjang

Penampakan manusia purba jenis Meganthropus. Foto: Unsplash

5. Homo wajakensis

Homo wajakensis ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Rietschoten pada tahun 1889. Penemuan jenis ini menjadi yang pertama di Asia.

Ciri-ciri manusia purba Homo wajakensis, yaitu:

  • Memiliki volume otak sekitar 1630 cc

  • Memiliki tulang tengkorak, rahang atas, dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kening

  • Mukanya datar dan lebar

  • Rahangnya tergolong padat dan memiliki gigi yang besar

  • Tinggi tubuhnya sekitar 173 cm

6. Homo Floresiensis

Fosil ini ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara. Penemuan fosil ini sempat menjadi perbincangan, karena para ahli menilai bahwa Homo floresiensis merupakan nenek moyang bangsa Indonesia.

Ciri-ciri manusia purba Homo floresiensis, yaitu:

  • Tinggi badan sekitar 1 meter

  • Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol

  • Tengkorak kepala kecil

  • Tulang rahang yang menonjol

Ilustrasi kehidupan manusia purba yang fosilnya ditemukan di Indonesia. Foto: Pixabay

7. Homo soloensis

Homo soloensis ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald pada tahun 1931-1933 di Sangiran, Jawa Tengah. Manusia ini diketahui hidup sekitar 300 ribu hingga 900 ribu tahun yang lalu.

Adapun ciri-ciri manusia purba Homo soloensis:

  • Volume otak mulai 1.000 cc hingga 1.300 cc

  • Tinggi badan bisa mencapai 210 cm

  • Struktur tulang wajah tidak mirip dengan manusia kera

8. Homo sapiens

Jenis ini memiliki nama Homo sapiens yang berarti manusia cerdas. Manusia purba ini diduga hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu.

Adapun ciri manusia Homo sapiens, yaitu:

  • Memiliki volume otak yang lebih besar daripada Meganthropus dan Pithecanthropus, yakni sekitar 1350-1450 cc

  • Tinggi badan antara 130-210 cm

  • Berat badan antara 30-150 kg

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Di mana fosil Pithecanthropus mojokertensis ditemukan?

chevron-down

Fosil ini ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936.

Di mana fosil Pithecanthropus erectus ditemukan?

chevron-down

Jenis Pithecanthropus erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah oleh Eugene Dubois tahun 1891.

Siapa yang menemukan Pithecanthropus soloensis?

chevron-down

Pithecanthropus soloensis ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth di Desa Ngandong, Jawa Tengah.