Konten dari Pengguna

Jenis Nilai Estetis secara Teoritis dalam Seni Rupa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nilai estetis pada sebuah karya seni. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nilai estetis pada sebuah karya seni. Foto: Pixabay.com

Setiap karya seni tidak luput dari nilai estetis di dalamnya. Menurut buku Seni Budaya Kelas XI Semester 1 oleh Sem Cornelyoes Bangun, dkk., nilai estetis secara teoritis dalam seni rupa dapat dibedakan menjadi dua macam.

Namun, sebelum membahas jenis nilai estetis dalam seni rupa, ada baiknya jika kita memahami definisinya. Berikut uraian selengkapnya.

Nilai Estetis

Nilai estetis atau estetika merupakan kajian kefilsafatan yang berbicara mengenai nilai keindahan atau disebut dengan seni. Menurut Tazkiyah Basa’ad dalam buku Studi Dasar Filsafat, teori keindahan dapat mencakup:

  1. Penyelidikan mengenai sesuatu yang indah.

  2. Penyelidikan tentang beragam prinsip yang mendasari seni.

  3. Pengalaman yang berhubungan dengan seni.

Menurut Muslih dalam Basa’ad, nilai estetis bersifat universal. Artinya, setiap manusia berpotensi untuk merasakan keindahan sekalipun pada satu objek yang sama. Lantas bagaimana hubungan nilai estetis dengan seni?

Merujuk sumber yang sama di atas, seni merupakan hasil kegiatan intuisi yang menyangkut perasaan. Dalam kata lain, seni bukanlah sekadar kegiatan yang menghasilkan citra. Melainkan kesatuan yang dihayati oleh perasaan. Inilah mengapa dalam karya seni terdapat nilai estetika yang dapat dinikmati.

Ilustrasi memahami nilai estetis secara teoritis. Foto: Pixabay.com

Nilai Estetis secara Teoritis

Seperti yang telah disinggung di awal pembahasan, nilai estetis secara teoritis terbagi menjadi dua macam, di antaranya:

1. Nilai objektif atau intrinsik

Secara khusus, nilai estetis yang bersifat objektif mengkaji gejala visual dari sebuah karya seni. Selain itu, aktivitas seni secara objektif dilandasi oleh kriteria eksekusi seni pada kualitas integratif dalam tatanan formal.

2. Nilai subjektif atau ekstrinsik

Nilai estetis secara subjektif dapat diartikan sebagai bentuk pengalaman ketika mengamati sebuah karya seni. Misalnya kesan yang kita rasakan terhadap substansi dari karya seni yang sedang dinikmati.

Jenis Nilai Estetis dalam Seni

Menurut Immanuel Kant dalam buku Studi Dasar Filsafat, nilai estetis dapat dibagi menjadi dua bagian, antara lain:

1. Nilai estetis murni

Nilai estetis ini dapat ditemui pada garis, bentuk, dan warna dalam seni rupa. Sementara itu, pada seni tari, nilai estetis murni dapat ditemukan melalui gerak, tempo, dan irama. Sedangkan dalam seni drama, nilai estetis murni dapat ditemukan pada dialog dan gerak.

2. Nilai estetis tambahan

Nilai estetis tambahan merupakan nilai pada bentuk-bentuk alam, manusia, dan binatang. Unsur tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa seni selalu berkaitan dengan pengalaman.

Artinya, seni bukan sekadar penciptaan sebuah karya, melainkan dapat memunculkan berbagai respons estetis dari publik sebagai pengamat melalui pengalaman yang didapatkan.

Reaksi tersebut secara tidak langsung menimbulkan refleksi kritis terhadap seni. Inilah mengapa, pada karya seni tertentu terdapat berbagai aliran sebagai wujud ekspresi terhadap nilai estetis itu sendiri.

Itulah uraian tentang nilai estetis secara teoritis maupun secara keseluruhan. Semoga bermanfaat!

(ANM)