Konten dari Pengguna

Kalender Islam Tahun 2024 beserta Tanggal Pentingnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalender Islam tahun 2024, Foto: Unsplash/Estée Janssens
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalender Islam tahun 2024, Foto: Unsplash/Estée Janssens

Kalender Islam tahun 2024 menjadi acuan penanggalan Hijriah di tahun Masehi tersebut. Perhitungan waktu dalam Hijriah dibutuhkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah tertentu maupun memperingati hari penting di dalamnya.

Kalender atau almanak merupakan suatu sistem perhitungan yang bertujuan untuk pengorganisasian waktu dalam periode tertentu (Hambali, 2011). Di dalam kalender terdapat unit bagiannya, yaitu bulan dan hari (Rohmah, 2018).

Penetapan waktu pada kalender berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Menurut Antassalam (2022), kalender Islam ditetapkan berdasarkan penglihatan terhadap periode bulan (sistem Qamariah), sedangkan sebutannya sendiri adalah Kalender Hijriah.

Daftar isi

Kalender Islam Tahun 2024

Terdapat banyak ibadah khusus bagi umat Islam yang tidak dapat terlaksana dengan baik apabila tidak ada patokan kalender Islam, seperti puasa Ramadan. Berikut merupakan kalender Islam tahun 2024 beserta tanggal penting di dalamnya:

1. Pembagian Bulan dan Tanggal pada Kalender Hijriah Tahun 2024 M

Secara umum, kalender Islam atau Hijriah terbagi ke dalam 12 bulan, yaitu Muharam, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, kemudian Zulhijah (Riza dalam Jurnal Ilmu Falak, 2016).

Meskipun jumlah bulan pada kalender Hijriah dan kalender Masehi sama-sama 12 bulan, cara menetapkan waktu pada setiap kalender mempengaruhi adanya perbedaan yang cukup jauh antara letak bulan dan tanggal masing-masing.

Pada tahun 2024 M ini, bertepatan dengan tahun 1445 H dan 1446 H. Berikut merupakan rincian bulan dan tanggal sesuai dengan kalender Islam pada tahun 2024 M, berdasarkan pada https://simbi.kemenag.go.id/:

  • Bulan Jumadilakhir 1445 H (tanggal 19 - 30): 1 – 12 Januari 2024 M

  • Bulan Rajab 1445 H (tanggal 1 – 29): 13 Januari – 10 Februari 2024 M

  • Bulan Syakban 1445 H (tanggal 1 – 30): 11 Februari – 11 Maret 2024 M

  • Bulan Ramadan 1445 H (tanggal 1 – 29): 12 Maret – 9 April 2024 M

  • Bulan Syawal 1445 H (tanggal 1 – 30): 10 April – 10 Mei 2024 M

  • Bulan Zulkaidah 1445 H (tanggal 1 – 29): 11 Mei – 7 Juni 2024 M

  • Bulan Zulhijah 1445 H (tanggal 1 – 29): 8 Juni – 6 Juli 2024 M

  • Bulan Muharam 1446 H (tanggal 1 – 30): 7 Juli – 5 Agustus 2024 M

  • Bulan Safar 1446 H (tanggal 1 – 30): 6 Agustus – 4 September 2024 M

  • Bulan Rabiulawal 1446 H (tanggal 1 – 29): 5 September – 3 Oktober 2024 M

  • Bulan Rabiulakhir 1446 H (tanggal 1 – 30): 4 Oktober – 2 November 2024 M

  • Bulan Jumadilawal 1446 H (tanggal 1 – 30): 3 November – 2 Desember 2024 M

  • Bulan Jumadilakhir 1446 H (tanggal 1 – 29): 3 Desember – 31 Desember 2024 M

Ilustrasi Kalender Islam tahun 2024, sumber: Photo by Ashkan Forouzani on Unsplash

2. Daftar Tanggal Penting dalam Kalender Islam

Daftar tanggal penting dalam kalender Islam tahun 2024 ini disusun berdasarkan pada beberapa aspek, seperti peringatan hari besar Islam, waktu ibadah khusus bagi umat Islam, serta waktu-waktu puasa ayyamul bidh di setiap bulannya.

Berikut merupakan daftar tanggal penting dalam kalender Hijriah, berdasarkan pada Kalender Islam Global oleh Alhabib (Mewarnai dengan Islam), diurutkan dari peristiwa, tanggal Hijriah, tanggal Masehi, serta harinya:

Hari Besar Islam

  • Isra Mikraj tanggal 27 Rajab 1445 H: 8 Februari 2024 M pada hari Kamis

  • Nuzulul Quran tanggal 17 Ramadan 1445 H: 28 Maret 2024 M pada hari Kamis

  • Hari Raya Idulfitri tanggal 1 Syawal 1445 H: 10 April 2024 M pada hari Rabu

  • Hari Raya Iduladha tanggal 10 Zulhijah 1445 H: 16 Juni 2024 M pada hari Minggu/Ahad

  • Tahun Baru Islam 1446 H tanggal 1 Muharam 1446 H: 7 Juli 2024 pada hari Minggu/Ahad

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. tanggal 12 Rabiulawal 1446 H: 16 September 2024 M pada hari Senin

Hari Khusus Umat Islam

  • Nisfu Syakban tanggal 15 Syakban 1445 H: 25 Februari 2024 M pada hari Minggu/Ahad

  • Hari pertama puasa Ramadan 1445 H tanggal 1 Ramadan 1445 H: 12 Maret 2024 M pada hari Selasa

  • 10 Hari terakhir Ramadan tanggal 21 – 29 Ramadan 1445 H: 1 – 9 April 2024 M pada hari Senin – Rabu

  • 10 Hari Awal Zulhijah tanggal 1 – 10 Zulhijah 1445 H: 8 – 17 Juni 2024 M pada hari Sabtu – Senin

  • Wukuf di Arafah (Puasa Arafah) 1445 H tanggal 9 Zulhijah 1445 H: 16 Juni 2024 M pada hari Minggu/Ahad

  • Hari Tasyrik tanggal 11 – 13 Zulhijah 1445 H: 18 – 20 Juni 2024 M pada hari Selasa – Kamis

  • Puasa Tasu’a tanggal 9 Muharam 1446 H: 15 Juli 2024 M pada hari Senin

  • Puasa Asyura tanggal 10 Muharam 1446 H: 16 Juli 2024 M pada hari Selasa

Waktu Puasa Ayyamul Bidh

  • Puasa Ayyamul Bidh Rajab tanggal 13 – 15 Rajab 1445 H: 25 – 27 Januari 2024 M (Kamis – Sabtu)

  • Puasa Ayyamul Bidh Syakban tanggal 13 – 15 Syakban 1445 H: 23 – 25 Februari 2024 M (Jumat – Ahad)

  • Puasa Ayyamul Bidh Syawal tanggal 13 – 15 Syawal 1445 H: 22 – 24 April 2024 M (Senin – Rabu)

  • Puasa Ayyamul Bidh Zulkaidah tanggal 13 – 15 Zulkaidah 1445 H: 21 – 23 Mei 2024 M (Selasa – Kamis)

  • Puasa Ayyamul Bidh Zulhijah tanggal 13 – 15 Zulhijah 1445 H: 21 – 23 Juni 2024 M (Jumat – Ahad)

  • Puasa Ayyamul Bidh Muharam tanggal 13 – 15 Muharam 1446 H: 19 – 21 Juli 2024 M (Jumat – Ahad)

  • Puasa Ayyamul Bidh Safar tanggal 13 – 15 Safar 1446 H: 18 – 20 Agustus 2024 M (Ahad – Selasa)

  • Puasa Ayyamul Bidh Rabiulawal tanggal 13 – 15 Rabiulawal 1446 H: 17 – 19 September 2024 M (Selasa – Kamis)

  • Puasa Ayyamul Bidh Rabiulakhir tanggal 13 – 15 Rabiulakhir 1446 H: 16 - 18 Oktober 2024 M (Rabu – Jumat)

  • Puasa Ayyamul Bidh Jumadilawal tanggal 13 – 15 Jumadilawal 1446 H: 15 – 17 November 2024 M (Jumat – Ahad)

  • Puasa Ayyamul Bidh Jumadilakhir tanggal 13 – 15 Jumadilakhir 1446 H: 15 – 17 Desember 2024 M (Ahad – Selasa)

Ilustrasi patokan penetapan kalender Islam, Foto: Unsplash/Mark Tegethoff

3. Penetapan Kalender Hijriah

Berdasarkan Pergerakan Bulan

Bulan dikenal sebagai benda langit yang nampak pada malam hari. Menurut Al-Azhar (Kalender Hijriah dalam Al-Quran, 2018), bulan memiliki lintasan sendiri dan memiliki kecepatan peredaran yang teratur saat berevolusi mengelilingi bumi.

Keteraturan kecepatan peredaran bulan, menjadikan bulan sebagai patokan perpindahan dari waktu ke waktu. Hal itu disebabkan, perhitungan perpindahan waktu dapat dilakukan berdasar pada konsistensi peredaran secara terstruktur.

Terdapat dua macam pergerakan bulan, yaitu siderial month dan sydonic month. Siderial month merupakan periode yang dibutuhkan bulan untuk berputar 360 derajat mengelilingi bumi, dengan lama waktu 27,321 hari (Ahmad dalam Ilmu Falak al-Hadits, 2010).

Sedangkan, sydonic month adalah periode antara satu bulan baru dengan bulan baru lainnya yang memakan waktu 29,53059 hari (29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik). Berbeda 2 hari dengan syderial month karena bumi dan bulan sama-sama berevolusi.

Dari kedua pergerakan tersebut, kalender Hijriah umumnya menggunakan fase sydonic month untuk menentukan perpindahan waktu. Awal bulan, pada tanggal 1 di bulan Hijriah, ditandai dengan sedikitnya cahaya bulan yang terlihat.

Cahaya bulan akan semakin membesar seiring perpindahan tanggal di bulan Hijriah. Puncaknya adalah pada malam tanggal 14 atau 15 H, bulan akan mencapai tahap purnama, di mana cahaya bulan menampakkan seluruh bentuk bulan.

Adapun peristiwa yang menjadi patokan awal bulan baru dalam kalender Islam adalah adanya peristiwa konjungsi (ijtimak), di mana matahari, bulan dan bumi akan berada dalam satu gari bujur yang sama, baik dilihat dari arah timur atau barat (Al-Azhar, 2018).

Berdasarkan Kemunculan Hilal

Hilal disebutkan oleh Allah Swt. secara gamblang di dalam Al-Qur'an. Hilal berfungsi sebagai patokan penentuan waktu bagi manusia, khususnya waktu-waktu yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah (Al-Azhar, 2018), sebagaimana ayat Al-Qur'an, berikut:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوْا الْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُواْ الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُواْ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 189)

Secara etimologis, kata الهلال berasal dari kata الإهلال yang berarti teriakan dan mengangkat suara. Jamaludin (1995), mengaitkannya dengan kebiasaan orang Arab yang menjadikan hilal sebagai tanda munculnya bulan baru, kemudian meneriakkannya.

Hilal, secara umum juga dimaknai sebagai bulan sabit pada hari pertama dan kedua bulan qamariah berdasarkan pendapat Ibnu Manzhur. Sedangkan, secara astronomis, hilal adalah fase bulan ketika berada satu garis bujur dengan matahari dan bumi.

Menurut At-Thabari (2001 dalam Al-Azhar, 2018), fungsi kemunculan hilal dalam beberapa riwayat adalah sebagai pedoman penentuan waktu bagi manusia, seperti pelaksanaan ibadah haji, puasa, masa iddah dan sebagainya.

Para ahli biasanya menggunakan teropong untuk melihat kemunculan hilal. Dengan pengetahuan mengenai persentase objek amat yang dapat dikategorikan hilal, manusia mampu menentukan atau memperkirakan kapan datangnya bulan baru.

Itulah ulasan dari isi dan patokan kalender Islam tahun 2024 beserta dengan daftar tanggal penting di dalamnya. Terkhusus umat Islam, sudah sepatutnya mengutamakan pengetahuan bahkan menerapkan sistem penanggalan Hijriah dalam kehidupan sehari-hari.(nf)

Baca juga: 5 Niat Buka Puasa Ramadan dan Artinya beserta Tata Caranya