Konten dari Pengguna

Kalimat Perintah Adalah Sebuah Ajakan, Begini Penjelasan Lengkapnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang memberikan perintah terhadap orang lain. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang memberikan perintah terhadap orang lain. Foto: Pixabay

Kalimat perintah adalah salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia yang dipelajari ketika menduduki bangku sekolah. Informasi yang berbentuk perintah dapat dinyatakan dengan kalimat perintah langsung maupun dapat tersirat dalam bentuk kalimat tanya.

Mengutip dalam jurnal Kalimat Perintah Bahasa Indonesia dalam Bahasa Petunjuk oleh Fathono Yusuf Fahmiyarto (2016), kalimat imperatif atau kalimat perintah adalah kalimat yang tujuannya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu.

Dalam bentuk tulisan, kalimat perintah ditulis dengan diakhiri tanda seru (!), sedangkan dalam bentuk lisan, ditandai dengan nada naik pada akhir kalimat.

Kalimat perintah mengungkapkan perintah, ajakan, keharusan, atau larangan untuk melaksanakan perbuatan. Si pembuat perintah mengharapkan adanya reaksi berupa tindakan atau perbuatan, dari orang yang diajak bicara (pendengar atau pembaca).

Lalu apa saja ciri-ciri kalimat perintah? Apa saja jenis-jenis dan contohnya? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut ini.

Penampakan seseorang yang mengungkapkan kalimat perintah untuk orang lain. Foto: Pixabay

Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Berdasarkan buku Bahasa Indonesia Tataran Madia untuk SMK Kelas XI karya Yustinah dan Ahmad Iskak (2008: 18), ciri-ciri kalimat perintah adalah:

  • Menggunakan kata kerja taktransitif

Kata kerja taktransitif biasanya disertai partikel –lah pada predikatnya.

Contoh: Belilah rumah tua itu!

  • Menggunakan kata-kata penanda khusus

Kata-kata penanda khusus dalam kalimat perintah, contohnya adalah "tolong", "coba", dan "silakan". Kata-kata ini digunakan untuk memberikan kesan halus dan sopan saat memerintah.

Contoh: Tolong kirimkan bingkisan ini pada orang tuamu!

  • Didahului kata jangan untuk menyatakan larangan

Contoh: Jangan membuang sampah sembarangan!

Kalimat perintah berisi perintah, ajakan, keharusan, hingga larangan terhadp sesuatu. Foto: Pixabay

Jenis-Jenis Kalimat Perintah

Kalimat perintah dapat ditafsirkan sebagai mengizinkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu, menyatakan syarat terjadinya sesuatu, mencegah atau melarang, atau dapat memberi makna cemooh atau sindirian.

Kalimat perintah dibedakan menjadi tujuh jenis, berikut jenis-jenisnya beserta dengan contoh kalimatnya.

1. Perintah Biasa

Contoh:

  1. Usirlah ayam itu!

  2. Pergilah dari sini!

  3. Selesaikan ujian Bahasa Indonesia itu sekarang!

2. Permintaan

Contoh:

  1. Tolong ambilkan gelas yang berada di meja itu!

  2. Coba bantu saya untuk mendorong motor ini ke bengkel terdekat!

  3. Datanglah ke pestaku nanti malam!

3. Izin

Contoh:

  1. Ambilah buah apel itu sepuasmu!

  2. Tinggalkan saja berkas-berkas itu agar tidak begitu menumpuk di lemari!

  3. Dipersilahkan berangkat terlebih dahulu!

4. Ajakan

Contoh:

  1. Mari jaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit!

  2. Ayo bantu naikkan galon-galon ini ke lantai 5!

  3. Marilah belajar ke perpustakaan pusat!

5. Syarat

Contoh:

  1. Tanyakanlah kepadanya! Tentu ia akan memberikan penjelasan selengkapnya!

  2. Jangan mau disakiti! Agar tidak merasakan luka yang begitu dalam!

6. Cemooh atau Sindiran

Contoh:

  1. Buatlah kue itu sendiri, jika memang Anda mampu!

  2. Tangkaplah penjahat itu jika berani!

7. Larangan

Contoh:

  1. Jangan lewat jalan yang sedang diperbaiki itu!

  2. Dilarang keras menggunakan air secara berlebihan!

  3. Janganlah suka menyakiti hati orang tua!

(VIO)