Kalimat Utama: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Sebuah paragraf terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas. Pengertian kalimat utama secara singkat adalah kalimat yang berisi ide pokok utama yang menjadi dasar untuk mengembangkan paragraf tersebut.
Kalimat utama tak selalu berada di awal paragraf, bisa di bagian tengah atau akhir. Umumnya, kalimat utama sudah mencakup keseluruhan isi dalam paragraf tersebut.
Untuk lebih jelasnya tentang kalimat utama adalah apa, simak artikel ini hingga habis. Kabar Harian juga akan menjabarkan ciri-ciri kalimat utama, hingga contohnya.
Pengertian Kalimat Utama
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan sebuah konsep pikiran dan perasaan. Kalimat bisa dijumpai dalam paragraf.
Mengutip buku BPSC (Buku Pendamping Siswa Cerdas) Modul Bahasa Indonesia SD/MI Kelas VI terbitan Penerbit Bumi Aksara, dalam sebuah paragraf terdiri atas dua jenis kalimat, yakni kalimat utama dan penjelas.
Kalimat utama disebut juga dengan kalimat topik. Kalimat utama adalah kalimat yang berisi ide pokok. Isi kalimat ini kemudian dijelaskan lebih lanjut melalui kalimat-kalimat lainnya yang disebut kalimat penjelas.
Sementara itu, kalimat penjelas adalah kalimat yang isinya memperjelas, menguraikan, atau berupa rincian-rincian tentang kalimat utama.
Baca Juga: 159 Contoh Kalimat Perintah Sehari-hari dalam Bahasa Indonesia
Ciri-Ciri Kalimat Utama
Ada sederet ciri-ciri kalimat utama dalam sebuah paragraf. Disadur dari buku BPSC (Buku Pendamping Siswa Cerdas) Modul Bahasa Indonesia SD/MI Kelas VI terbitan Penerbit Bumi Aksara, berikut uraiannya:
Mengandung permasalahan yang dapat diuraikan lebih lanjut.
Berupa kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
Mempunyai arti jelas tanpa perlu dihubungkan dengan kalimat lainnya.
Dapat dibentuk tanpa kata sambung transisi.
Dalam paragraf induktif, kalimat utama sering ditandai kata-kata kunci, seperti jadi atau dengan demikian.
Letak Kalimat Utama dalam Paragraf
Dikutip dari buku Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas XII SMA/MA Program Bahasa oleh Ismail Kusmayadi dan Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf oleh Suladi, ada beberapa jenis paragraf yang ditentukan dari letak kalimat utamanya. Berikut penjelasannya.
1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf. Ciri dari paragraf ini, yakni terdapat pengulangan kata pada kalimat berikutnya atau kalimat penjelas.
2. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah kebalikan dari paragraf deduktif. Pada jenis paragraf ini, kalimat utamanya dapat ditemukan di akhir paragraf. Secara umum, paragraf induktif memiliki ciri-ciri berikut:
Diawali dengan penyebutan peristiwa-peristiwa khusus yang berfungsi sebagai penjelas dan merupakan pendukung dari gagasan utama.
Diikuti dengan kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa tersebut.
Kalimat utama umumnya menggunakan frasa yang biasa digunakan untuk menumpu kalimat simpulan, seperti jadi, akhirnya, oleh karena itu, dan lainnya.
3. Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah jenis paragraf yang kalimat utamanya ada di awal dan akhir paragraf. Meskipun kalimat utamanya muncul dua kali, tetapi gagasan utama dalam paragraf ini hanya satu.
Gagasan utama yang kembali muncul di akhir paragraf bertujuan untuk mempertegas informasi.
4. Paragraf Ineratif
Selain di awal dan akhir paragraf, kalimat utama juga bisa ditemukan di tengah paragraf.
5. Paragraf yang Tak Memiliki Kalimat Utama
Tak semua paragraf mengandung kalimat utama. Ada beberapa paragraf yang tak memiliki kalimat utama. Umumnya, gagasan utama dari paragraf ini tersebar secara seimbang dan merata di setiap kalimat.
Contoh paragraf yang tak memiliki kalimat utama biasanya terdapat pada karangan yang berbentuk naratif atau deskriptif.
Contoh Kalimat Utama dalam Sebuah Paragraf
Untuk lebih paham tentang kalimat utama, di bawah ini dibagikan beberapa contoh paragraf dengan kalimat utama di dalamnya yang dirangkum dari buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf oleh Suladi.
1. Paragraf Deduktif
Tenaga kerja yang diperlukan dalam persaingan bebas adalah tenaga kerja yang mempunyai etos kerja tinggi, yaitu tenaga yang pandai, terampil, dan berkepribadian. Tenaga kerja yang pandai adalah tenaga kerja yang mempunyai kemampuan akademis memadai sesuai dengan disiplin ilmu tertentu. Terampil artinya mampu menerapkan kemampuan akademis yang dimiliki disertai kemampuan pendukung yang sesuai untuk diterapkan agar diperoleh hasil maksimal. Sementara itu, tenaga kerja yang berkepribadian adalah tenaga kerja yang mempunyai sikap loyal, disiplin, dan jujur.
Paragraf di atas termasuk jenis paragraf deduktif karena kalimat utamanya berada di awal paragraf. Kalimat utama paragraf tersebut, yaitu: Tenaga kerja yang diperlukan dalam persaingan bebas adalah tenaga kerja yang mempunyai etos kerja tinggi, yaitu tenaga yang pandai, terampil, dan berkepribadian.
Sementara, kalimat selanjutnya adalah kalimat penjelas yang memperjelas butir-butir yang terdapat di kalimat utama.
3. Paragraf Induktif
Salju yang turun dari langit memberikan hiasan yang indah untuk bumi. Beberapa kota disulap dengan nuansa putih, menghasilkan pemandangan cantik dan memikat bagi penikmat keindahan. Hawa dinginnya semakin hari menggigit kawasan-kawasan yang beriklim subtropis dan sedang ini. Inilah musim dingin yang terjadi di negeri matahari terbit.
Paragraf di atas termasuk paragraf induktif karena kalimat utamanya berada di akhir paragraf, yakni: Inilah musim dingin yang terjadi di negeri matahari terbit.
Sebelum masuk ke kalimat utama, kalimat lainnya berupa peristiwa-peristiwa khusus, berupa salju yang turun, keadaan kota yang memutih karena salju, dan hawa dingin yang menyelimuti kawasan subtropis.
4. Paragraf Campuran
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolesterol merupakan faktor risiko yang paling besar yang menyebabkan seseorang terserang penyakit jantung koroner. Hampir 80% penderita jantung koroner di Eropa disebabkan kadar kolesterol dalam tubuh yang tinggi. Bahkan, di Amerika hampir 90% penderita jantung koroner disebabkan penderita makan makanan yang berkadar kolesterol tinggi. Begitu juga di Asia, sebagian besar penderita jantung koroner disebabkan oleh pola makan yang banyak mengandung kolesterol. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
Kalimat utama dalam paragraf di atas ada di awal dan akhir paragraf, sehingga disebut dengan paragraf campuran. Sehingga, kalimat utamanya yakni:
1) Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolesterol merupakan faktor risiko yang paling besar yang menyebabkan seseorang terserang penyakit jantung koroner.
2) Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
5. Paragraf Ineratif
Gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus. Belum reda letusan Gunung Sinabung, Gunung Kelud di Jawa Timur juga meletus. Selain gunung berapi yang meletus itu, banjir terjadi di beberapa daerah. Ibu kota Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya, dilanda banjir. NTT yang sering mengalami kekeringan juga dilanda banjir. Indonesia memang sedang ditimpa banyak musibah dan bencana. Bencana-bencana tersebut menelan korban, baik harta maupun jiwa. Padi di sawah-sawah yang siap panen menjadi gagal panen. Sayur mayur yang banyak ditanam dan dihasilkan di lereng-lereng gunung juga hancur sehingga harga di pasar menjadi melambung.
Kalimat utama dalam paragraf di atas berada di tengah kalimat, yakni: Indonesia memang sedang ditimpa banyak musibah dan bencana.
(NSF)
