Konten dari Pengguna

Karir atau Karier? Manakah yang Benar? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Karir atau Karier? Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Karir atau Karier? Foto: Pixabay

Ketika membaca artikel atau berita, sering kali kita menemukan ragam penulisan bahasa. Selain itu, ada pula kaidah penulisan sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) di dalamnya.

Pada suatu kondisi, terdapat pertanyaan bagaimana menciptakan tulisan agar sesuai dengan pedoman penulisan yang berlaku. Kondisi tersebut kadang kala memunculkan kebingungan.

Misalnya, saat menemukan kata ‘karier’. Ada yang menuliskannya dengan ‘karir’, tetapi ada pula yang menyebut ‘karier’.

Lantas, manakah penulisan yang benar? Sebelum melangkah lebih jauh ke penulisan yang benar untuk kata di atas, ada baiknya pahami kidah bahasa Indonesia yang berkaitan dengan bahasa baku dan fungsinya dalam penulisan. Simak penjelasannya berikut ini.

Kesalahan dalam Penulisan

Menurut buku Kajian Berbagai Ragam Bahasa pada Media Sosial oleh Atika Lisamawati Nur Qoyyimah, dkk., kesalahan umum pemakaian bahasa Indonesia dalam masyarakat merupakan gejala yang wajar.

Kekeliruan penerapan berbahasa Indonesia salah satunya disebabkan oleh perkembangan bahasa Indonesia di masyarakat. Pakar-pakar bahasa sendiri menyarankan agar penggunaan bahasa disesuaikan dengan kaidah yang berlaku.

Namun di sisi lain, masyarakat dinilai terbiasa menggunakan bahasa dengan mengabaikan kaidah yang ada. Meskipun tergolong wajar karena bahasa bersifat dinamis, kesalahan tersebut tidak semestinya berlarut-larut. Pengguna bahasa Indonesia pun diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berbahasa sesuai kaidah dan aturan.

Ilustrasi Menulis Kata Baku Karir atau Karier. Foto: Pixabay

Bahasa Baku

Dalam buku Pedoman Kata Baku & Tidak Baku oleh Dini Fitri, bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah standar. Di antaranya, pedoman ejaan yang disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.

Sementara bahasa tidak baku merupakan ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah standar yang telah ditentukan.

Penggunaan bahasa baku maupun bahasa tidak baku digunakan berdasarkan situasi dan kondisi. Ragam bahasa baku dipakai di situasi yang bersifat resmi, misalnya, seminar, pidato, karya ilmiah, dan sebagainya. Sedangkan ragam bahasa tidak baku diterapkan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat tak resmi.

Fungsi Bahasa Baku

Menurut Fitri dalam buku Pedoman Kata Baku & Tidak Baku, fungsi bahasa baku secara umum antara lain:

1. Sebagai alat pemersatu

Pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi sebuah kesatuan masyarakat bahasa.

2. Pemberi kekhasan

Penerapan bahasa baku dapat menjadi pembeda antara satu pengguna bahasa yang satu dengan lainnya.

3. Pembawa kewibawaan

Pemakaian bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan bagi pemakainya.

6. Sebagai kerangka acuan

Pengaplikasian bahasa baku menjadi tolok ukur benar tidaknya pemakaian bahasa oleh seseorang atau kelompok tertentu.

Karir atau Karier?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan ‘karir’ atau ‘karier’ yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah karier.

Karier dalam KBBI merupakan perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya.

Kata itu juga diartikan sebagai pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Berikut contoh kalimat dengan kata ‘karier’

Bima seorang pemimpin perusahaan rintisan, kariernya sedang menanjak akhir-akhir ini.

(ANM)