Kata Baku dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah kata baku dan tidak baku menunjukkan bahwa adanya ragam bahasa yang terus berkembang. Penggunaan kata-kata ini biasanya digunakan sesuai dengan konteks yang telah disepakati, seperti dalam dunia pendidikan, penulisan teks resmi, hingga birokrasi.
Kata baku dan tidak baku sendiri telah diatur dan memiliki standar yang tertera dalam beberapa sumber berikut, di antaranya meliputi:
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia;
Pedoman Ejaan yang Disempurnakan;
Pedoman Umum Pembentukan Istilah.
Untuk melihat apakah kata baku yang digunakan sudah baik dan sesuai ketentuan atau tidak, yaitu dengan cara melihat sumber-sumber yang telah disebutkan di atas.
Lantas, apa sebenarnya pengertian dari kata baku dan tidak baku? Bagaimana ciri-ciri dan contohnya? Agar lebih memahaminya, simak uraian lengkapnya berikut ini.
Pengertian Kata Baku
Dikutip berdasarkan buku Be Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi dkk (2008: 69), kata baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah yang telah dibakukan.
Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, artinya memiliki kaidah dan aturan yang tetap. Atas dasar inilah, kata baku digunakan sebagai acuan resmi dalam kaidah bahasa, agar masyarakat memiliki rujukan ragam bahasa yang sama.
Kata baku mendukung empat fungsi, tiga di antaranya bersifat simbolik dan satu lagi bersifat objektif. Keempat fungsi tersebut di antaranya, yaitu:
Fungsi pemersatu;
Fungsi pemberi kekhasan;
Fungsi pembawa kewibawaan;
Fungsi sebagai kerangka acuan.
Ciri-Ciri Kata Baku
Ragam pemakaian bahasa seperti kata baku tercipta, karena dalam konteks komunikasi, penutur akan mempertimbangkan lawan bicara, isi pembicaraan, dan kondisi pembicaraan. Adapun ciri-ciri kata baku, di antaranya meliputi:
Tidak dipengaruhi bahasa daerah tertentu;
Tidak dipengaruhi bahasa asing;
Bukan bahasa percakapan;
Pemakaian imbuhan pada kata bersifat eksplisit;
Pemakaian kata sesuai dengan konteks kalimat;
Kata baku bukan kata rancu;
Tidak mengandung pleonasme (majas yang bermakna sama untuk menegaskan suatu hal).
Pengertian Kata Tidak Baku
Berdasarkan buku Master Bahasa Indonesia: Panduan Tata Bahasa Indonesia (2015: 23), kata tidak baku merupakan kebalikan dari kata baku, yang penggunaanya tidak sesuai aturan dan kaidah berbahasa Indonesia yang sudah ditentukan sebelumnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kata atau bahasa yang tidak baku, yaitu sebagai berikut.
Pemakai bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata-kata yang dimaksud.
Pemakai terpengaruh oleh orang yang biasa menggunakan kata tidak baku.
Pemakai bahasa tidak baku akan selalu ada, karena tidak mau memperbaiki kesalahannya sendiri.
Ketidakbakuan sebuah bahasa tidak hanya ditentukan dari penulisan yang tidak sesuai pedoman, tetapi juga terjadi karena penulisan dan pengucapan yang salah, serta susunan kalimat yang tidak sesuai.
Ciri-Ciri Kata Tidak Baku
Kata tidak baku juga dapat diidentifikasi dengan ciri-ciri sebagai berikut, yaitu:
Umumnya digunakan dalam bahasa sehari-hari;
Dipengaruhi bahasa daerah dan bahasa asing tertentu;
Dipengaruhi dengan perkembangan zaman;
Bentuknya dapat berubah-ubah;
Memiliki arti yang sama, meski terlihat beda dengan bahasa baku.
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Di antara banyaknya banyak kata baku yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut ini contoh kata-kata baku dan tidak baku yang penggunaannya sering keliru dalam kehidupan sehari-hari.
(Kata Baku) - (Kata Tidak Baku)
Praktik - praktek
Nasihat - nasehat
Izin - ijin
Konkret - kongkrit
Sontekan - Contekan
Silaturahmi - silaturahim
Stoples - toples
Ustaz - ustadz
Husnuzan - husnudzon
Istikamah - istiqomah
Pemungkas - pamungkas
Frustrasi - frustasi
Adang - hadang
Andal - handal
Empas - hempas
Embus - hembus
Entak - hentak
Imbau - himbau
Impit - himpit
Ingar - hingar
Isap - hisap
Rapi - rapih
Silakan - silahkan
Utang - hutang
Aktivitas - aktifitas
Antre - antri
Apotek - apotik
Asyik - asik
Atlet - atlit
Berpikir - berfikir
Capai - capek
Cecak - cicak
Cedera - cidera
Dahulu - dulu
Ijazah - ijasah
Istigfar - istighfar
Kakbah - ka'bah
Karier - karir
Kedaluwarsa - kadaluarsa/kadaluwarsa
Kendur - kendor
Kiai - kyai
Kuitansi - kwitansi
Memengaruhi - mempengaruhi
Mengonsumsi - mengkonsumsi
Napas - nafas
Rezeki - rejeki
Risiko - resiko
Satai - sate
Sekadar - sekedar
Sopir - supir
Zaman - jaman
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa sumber bacaan yang mengatur kata baku dan tidak baku?

Apa sumber bacaan yang mengatur kata baku dan tidak baku?
KBBI, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Ejaan yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.
Apa artinya ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis?

Apa artinya ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis?
Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, artinya memiliki kaidah dan aturan yang tetap.
Apa empat fungsi yang didukung kata baku?

Apa empat fungsi yang didukung kata baku?
Fungsi pemersatu, fungsi pemberi kekhasan, fungsi pembawa kewibawaan, dan fungsi sebagai kerangka acuan.
