Kata Bijak Jawa dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata bijak bahasa Jawa selalu menarik perhatian banyak orang. Beberapa istilah Jawa mungkin terdengar cukup kasar, tetapi siapa sangka bahwa arti dan makna kata-kata tersebut sangatlah mendalam.
Hingga kini, kata bijak bahasa Jawa dapat dijadikan nasihat sekaligus sindiran dalam menjalani kehidupan. Ungkapan kata bijak bahasa Jawa juga tidak semuanya terlihat menyeramkan, banyak unsur-unsur humor yang diselipkan, agar pembacanya juga merasa terhibur.
Asal kata-kata bijak bahasa Jawa sebenarnya berasal dari masalah-masalah sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Selain membahas kehidupan sosial, kata bijak bahasa Jawa juga mengangkat tema percintaan yang cukup menggelitik.
Inilah contoh kata bijak bahasa Jawa yang memiliki makna mendalam sekaligus menghibur para pembacanya, lengkap dengan artinya.
Kata Bijak Jawa beserta Artinya
Dirangkum melalui buku Nilai-Nilai Pendekar Pejuangan karya Dirgayuza Setiawan (2015: 43), berikut kata bijak bahasa Jawa yang berkaitan dengan kehidupan sosial maupun percintaan.
Urip Iku Urup
Artinya: Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain yang berada di lingkungan sekitar.
Memayu Hayuning Bawanam Ambrasta dur Hangkara
Artinya: Manusia hidup di dunia harus mengusahkan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Selain itu, hidup juga harus menghindari sifat angkara murka, serakah, dan tamak.
Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Artinya: Segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, hati yang lembut, dan sabar.
Nglurug Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, lan Sugih Tanpa Bandha
Artinya: Berjuanglah tanpa perlu membawa massa, menanglah tanpa mempermalukan, berwibawalah tanpa mengandalkan keturunan, dan kayalah tanpa didasari kebendaan.
Datan Serik Lamun Ketaman lan Datan Susah Lamun Kelangan
Artinya: Jangan mudah sakit hati manakala musibah menimpa diri dan jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Artinya: Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut-kejut, dan jangan terlalu manja.
Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan, dan Kemareman
Artinya: Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi.
Aja Keminter Mundhak Keblinger, Aja Cidra Mundhak Cilaka
Artinya: Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah dan jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
Aja Milik Barang Kang Melok lan Aja Mangro Mundhak Kendho
Artinya: Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, dan indah dan jangan cepat berubah pikiran agar tidak menyesal pada akhirnya.
Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Artinya: Jangan sombong mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepandaian yang dimiliki.
Mohon, Mangesthi, Mangastuti, Marem
Artinya: Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan, agar dapat berguna bagi sesama.
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
Artinya: Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan.
Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui
Artinya: Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama.
Iso Nembang Gak Iso Nyuling, Iso Nyawang Gak Iso Nyanding
Artinya: Bisa bernyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi.
Akeh Manungsa Ngrasakaken Tresna, Nanging Lalai lan Ora Kenal Opo iku Hakekate Katresnan
Artinya; Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya.
Jenenge Urip iku Mesti Akeh Cobaan. Yen Akeh Saweran, iku Jenenge Dangdutan
Artinya: Hidup itu pasti banyak cobaan. Jika banyak saweran namanya dangdutan.
Cinta Dudu Perkoro Sepiro Kerepe Kowe Ngucapke, tapi Sepiro Akehe seng Mbok Buktike
Artinya: Cinta bukan perkara seberapa sering Anda mengucapkannya, tapi seberapa banyak Anda mampu membuktikannya.
(VIO)
