Kata-Kata Sedih Kehidupan dari Kutipan Novel Ternama

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata sedih kehidupan sering ditemui ketika seseorang membaca novel atau menonton film.
Dari kata-kata sedih tersebut, seseorang juga bisa mencurahkan apa isi hatinya selama ini. Terlebih jika dirinya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan ketika menjalani hidup.
Meski demikian, kata-kata sedih tentang kehidupan juga bisa menjadi motivasi untuk terus menjalani hidup.
Berikut beberapa kata-kata sedih kehidupan yang dikutip dari buku novel, seperti Filosofi Teras, Bumi Manusia, dan lain sebagainya. Simak di bawah ini.
Kata-Kata Sedih Kehidupan Dikutip dari Novel
Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia tak akan menjadi apa-apa. (Pramoedya Ananta Toer - Bumi Manusia)
Mengapa benda mati disebut sesuatu yang mati? Terkadang mereka lebih 'hidup' dan lebih jujur memberikan saksi. (Leila S. Chidori - Pulang)
Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup. Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan, tetapi diperjuangkan. (Donny Dhirgantoro - 2)
Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apa pun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak menginginkan apa yang dia belum miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima. (Henry Manampiring - Filosofi Teras)
Hal-hal yang kamu pertahankan mungkin akan menjadi hal yang menggantungmu. (Tablo - Blonote)
Kita tidak seharusnya malu dengan air mata kita sendiri. (Charles Dickens - Great Expectations)
Beberapa orang tidak memahami janji yang diucapkan ketika mereka membuatnya. (John Green - The Fault in Our Stars)
Kamu tidak bisa menjalani hidupmu untuk orang lain. Kamu harus melakukan apa pun yang tepat untukmu, walaupun itu menyakiti beberapa orang yang kamu sayangi. (Nicholas Sparks - The Notebook)
Kamu harus dewasa. Sadari apa yang kamu butuhkan sekarang dan apa yang membuatmu tidak bisa hidup tanpanya. (Holly Hood - Prison of Paradise)
Kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh. Biarkanlah angin yang menerbangkannya. (Tere Liye - Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin)
Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit. (Pramoedya Ananta Toer - Arus Balik)
Ketimun pahit? Ya buang saja. Ada semak berduri di jalan setapak yang kamu lalui? Ya berputar saja. Itu saja yang kamu perlu tahu. Jangan menuntut penjelasan, 'Kenapa ada hal (tidak menyenangkan) ini?' Mereka yang mengerti sesungguhnya hidup seperti apa akan menertawakanmu. (Henry Manampiring - Filosofi Teras)
Manusia terbentuk dari impian. Tanpa itu, kita hanyalah robot yang bergerak mengikuti hiruk pikuk dunia, tapi tidak mengiringi irama yang dilantunkan bumi. (Fiersa Besari - Konspirasi Alam Semesta)
Kita bisa berada di satu tempat yang sama pada beberapa kesempatan, tapi kita tak bisa berada di beberapa tempat dalam satu kesempatan yang sama. Itu hukum fisika, Boi. (Andrea Hirata - Sang Pemimpi)
Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu. (Dewi Lestari - Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh)
(JA)
