Kata Mutiara untuk Anak, Penuh Doa dan Harapan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang tua pasti akan melakukan berbagai cara untuk kebahagiaan sang anak. Perjuangan orang tua, baik ibu maupun ayah dalam merawat dan mendidik sang anak, dilakukannya tanpa ada keluhan sedikit pun.
Agar menjadi anak yang berbakti sekaligus berguna bagi bangsa dan agama, para orang tua juga tak lupa memberikan ajaran, nasihat, sekaligus doa-doa terbaiknya.
Selain dari perbuatan, terkadang orang tua juga mengalami kebingungan dalam mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang anak. Mungkin, tidak semua orang pandai mengungkapkan isi hatinya menggunakan kata-kata.
Untuk para orang tua tidak perlu khawatir, berikut kumpulan kata-kata mutiara anak yang dapat dijadikan doa, harapan, sekaligus nasihat. Melalui kata-kata ini, besar harapan sang anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan kehidupannya lebih terarah.
Kumpulan kata-kata ini dirangkum dari Kumpulan Kata Bijak, Motivasi, dan Nasihat Telaga Hikmah karya Prito Windiarto (2020: 23).
Kata Mutiara untuk Anak
Dunia selalu memberi banyak ujian, tapi doa dari ibu akan selalu menguatkan.
Ketika hati tak menentu, jagalah lidah dari ucapan. Terkadang, diam mempunyai peran penting agar tak menyakiti seseorang.
Orang tuamu tidak pernah ingin kamu menjadi seperti mereka, tapi mereka ingin kamu menjadi lebih baik dari mereka.
Sebanyak apa pun sholatmu beribu-ribu rakaat, sedekahmu berjuta-juta rupiah, hajimu berkali-kali, tapi saat kau gores hati ibumu, surga bukanlah milikmu.
Cintaku padamu bisa membentang di dunia ini berkali-kali lipat. Bahkan ketika dunia tidak berpihak padamu, cintaku padamu akan tetap terbentang luas.
Kelak kamu akan dewasa dan ibu akan menua. Kelak kamu akan menua, boleh jadi ibu sudah tiada. Ingatlah nak, ada yang lebih penting daripada terus mengejar "Harta, Tahta, dan Wanita".
Cinta orang tua kepada anak adalah cinta yang seharusnya diteladani. Ia banyak memberi, tanpa harus meminta balasan.
Jika suatu saat kamu merasa di puncak lelahmu, maka istirahatlah sejenak. Jangan pergi atau bahkan menyerah.
Terkadang kita perlu untuk jatuh, dari situ kita akan tahu siapa yang bertepuk tangan dan siapa yang mengulurkan tangan.
Jangan menunggu waktu yang tepat hanya untuk berbuat baik, karena akan selalu ada celah untuk sebuah kebaikan, sekecil apa pun itu.
Orang tua adalah tempat berlindung seorang anak. Jika sang anak sudah tak merasa aman lagi di sana, maka kau harus belajar menjadi orang tua lagi.
Saat hidupmu bahagia, ibumu tidak pernah memintamu untuk membagi kebahagiaanmu kepadanya. Namun, saat kamu terluka ibumu selalu datang untuk menerima bagian dari lukamu.
Ketika seorang ibu menangis, percayalah, hatinya sudah sangat terluka. Dan percayalah, dia tidak sedikit pun membencimu.
Seberat apa pun masalah yang ibu hadapi, tidak ada halangan yang bisa menghentikan kasih ibu pada anaknya.
Kedua orang tuamu adalah malaikat yang selalu menyembunyikan sayapnya untuk melindungimu.
Sopan santun, jaga sikap, dan pergaulanmu. Tabungan itu tak hanya harta, tapi juga hubungan baik.
Budi luhurmu dan kemuliaan akhlakmu saat ini akan mempermudah kehidupanmu, bahkan untuk anak turunanmu kelak.
Ibu yang sangat mencintaimu mendengar apa yang kamu katakan, bahkan memahami apa yang belum engkau katakan.
Cinta ibu adalah yang paling menenangkan. Ia tak banyak wujud dan meneduhkan seperti fase di padang panjang nan gersang.
Saat semua orang menghina dan menjauhimu karena kekalahanmu, tapi saat itu ibumu tidak pernah menjauh atau pun malu untuk tetap bersamamu.
(VIO)
