Konten dari Pengguna

Kebijakan Ekonomi Mikro dan Aspek Kajiannya

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ekonomi Mikro. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ekonomi Mikro. Foto: Pixabay.com

Berdasarkan ruang lingkupnya, ilmu ekonomi terbagi menjadi dua kajian, yakni ekonomi mikro dan ekonomi makro. Kebijakan ekonomi mikro menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Misalnya kondisi harga di pasar, biaya produksi, perilaku produsen dan konsumen, dan sebagainya.

Lantas, apa saja yang dipelajari dalam ekonomi mikro? Apa saja contoh kebijakan di dalamnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Kebijakan Ekonomi Mikro

Menurut Teori Ekonomi: Mikro dan Makro oleh Eko Sudarmanto, dkk., kebijakan ekonomi mikro mencakup perubahan upah, biaya produksi, permintaan dan penawaran dalam pasar. Adapun contoh kebijakan ekonomi mikro meliputi:

1. Kebijakan harga tinggi

Jenis kebijakan ini umumnya dikeluarkan oleh perusahaan ketika terjadi hal-hal tertentu. Misalnya terjadi penawaran dalam jumlah sedikit, sementara permintaan meningkat. Oleh sebab itu, perusahaan dapat menaikkan harga barang dan jasa yang dimilikinya. Kebijakan ini biasanya berlaku untuk sementara waktu.

2. Kebijakan harga rendah

Kebijakan ini diberlakukan ketika terjadi peningkatan penawaran dibandingkan jumlah permintaan. Kondisi tersebut membuat produsen atau perusahaan memberlakukan kebijakan harga rendah untuk menarik konsumen.

Tujuan Analisis Ekonomi Mikro

Menurut sumber yang sama di atas, ekonomi mikro bertujuan untuk menganalisis suatu kegagalan dalam keputusan ekonomi. Dalam kajian ekonomi mikro akan muncul analisis rasional dan analisis secara teoritis.

Hasil analisis tersebut akan mewujudkan suatu kondisi ideal seperti yang terjadi pasar persaingan sempurna.

Aspek Kajian dalam Ekonomi Mikro

Mengutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi: Dasar-Dasar Ekonomi Mikro & Ekonomi Makro yang disusun oleh Aldila Septiana dan buku Teori Ekonomi: Mikro dan Makro oleh Eko Sudarmanto, dkk., dalam teori ekonomi mikro terdapat beberapa aspek penting yang menjadi fokus kajian, di antaranya:

1. Interaksi yang terjadi di pasar barang

Sistem ekonomi merupakan penggabungan dari berbagai jenis pasar barang. Menurut perspektif ekonomi, pasar tidak berwujud secara fisik, melainkan salah satu faktor yang menentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjual-belikan.

Ekonomi mikro memuat analisis tentang interaksi antara penjual dan pembeli di sebuah pasar barang.

2. Perilaku produsen dan konsumen

Dalam kajian ekonomi mikro terdapat titik tolak dengan dua asumsi, yakni:

  • Produsen dan konsumen menjalankan kegiatan ekonomi secara rasional.

  • Konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan yang diperoleh, sementara produsen berusaha memaksimalkan keuntungan yang didapat dari berbagai kendala yang dimilikinya.

3. Interaksi di pasar faktor produksi

Individu merupakan pemilik faktor produksi dalam perekonomian. Mereka akan menawarkan faktor produksi untuk memperoleh pendapatan yang selanjutnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa.

Sementara itu, produsen memerlukan faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa. Interaksi antara keduanya di berbagai pasar faktor produksi akan menentukan harga sekaligus jumlah faktor produksi yang akan digunakan.

Perlu diketahui bahwa harga dalam kebijakan ekonomi mikro merupakan nilai dari suatu komoditas atau barang tertentu saja.

Adapun jenis faktor produksi dan balas jasa berupa upah atau gaji, bunga (bagi hasil), sewa, dan laba.

4. Teori nilai guna

Pada ekonomi mikro, nilai guna merupakan cara mempelajari bagaimana sebuah barang dapat menghasilkan kegunaan atau kepuasan untuk konsumen yang menggunakan barang tersebut.

5. Teori struktur pasar

Teori struktur pasar dalam ruang lingkup ekonomi mikro menjadi cara untuk menjelaskan penggolongan pasar sesuai jumlah perusahaan, karakteristik, maupun jenis produk.

Umumnya, struktur pasar terbagi menjadi sebuah struktur pasar non-kompetitif dan struktur pasar yang kompetitif.

Ilustrasi elastisitas harga. Foto: Pixabay.com

6. Elastisitas harga

Elastisitas harga juga menjadi aspek penting dalam kajian ekonomi mikro. Fungsinya untuk mempelajari terbentuknya harga barang dan jasa di pasar.

7. Industri

Dalam ekonomi mikro, terbentuknya arus perputaran barang dan jasa juga turut dipelajari. Bidang ekonomi mikro akan menganalisis barang produksi, produsen, konsumen, dan distribusi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan ekonomi.

8. Pasar input

Pasar input mengkaji tentang bagaimana produsen memperoleh bahan produksi dengan biaya seminimal mungkin. Namun dapat menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai jual tinggi.

(ANM)