Kegiatan Ekonomi: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan ekonomi tidak lepas dari kehidupan sehari-hari manusia sebab kegiatan ini memiliki sejumlah manfaat untuk memenuhi kebutuhan harian manusia.
Pada umumnya, kegiatan ekonomi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi. Untuk memahami ketiga jenis kegiatan ekonomi ini, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian dan Jenis-Jenis Kegiatan Ekonomi
Secara sederhana, kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai segala aktivitas manusia yang membuat, menciptakan, menjual-belikan, memakai, menggunakan dan menyebarkan suatu barang atau jasa.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan ekonomi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Produksi
Dikutip dari buku Modul Pembelajaran SMP Terbuka Kelas VII yang ditulis oleh Dr.Sutajo, dkk, kegiatan produksi adalah kegiatan ekonomi untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.
Berdasarkan pengertiannya, produksi memiliki tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen dengan cara membuat atau menghasilkan suatu barang.
Kegiatan produksi juga biasanya dapat menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Nilai guna terbagi menjadi empat macam, yaitu:
Nilai guna bentuk (Form Utility) atau nilai guna suatu benda atau materi bertambah ketika mengalami perubahan bentuk. Contohnya, kayu jati menjadi kursi dan meja.
Nilai guna tempat (Place Utility) atau pertambahan nilai suatu benda ketika berada di suatu tempat. Misalnya, jaket tebal saat di gunung.
Nilai guna waktu (Time Utility) atau nilai guna suatu benda akan mengalami pertambahan saat digunakan di waktu yang tepat. Contohnya, payung yang digunakan di saat musim hujan.
Nilai guna kepemilikan (Ownership Utility) atau nilai guna suatu barang akan bertambah nilai gunanya jika barang itu telah dimiliki oleh orang yang membutuhkannya. Misalnya, baju akan mengalami pertambahan nilai ketika dijual dan berganti kepemilikan.
2. Distribusi
Kegiatan ekonomi selanjutnya adalah kegiatan distribusi. Kegiatan ini bisa diartikan sebagai suatu kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari pihak produsen kepada pihak konsumen.
Untuk alur kegiatan distribusi ini biasanya dilakukan dengan cara membeli barang-barang dari pihak produsen, kemudian dijual kepada pihak konsumen.
Tujuan dari distribusi meliputi:
Untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
Supaya barang produksi lebih berguna;
Kebutuhan barang dan jasa konsumen dapat terpenuhi.
Pelaku kegiatan distribusi disebut distributor. Distributor terbagi menjadi beberapa macam, yakni:
Pedagang besar atau grosir adalah pedagang yang membeli dan menjual kembali suatu barang atau jasa dalam jumlah yang besar.
Pedagang kecil atau retail adalah pedagang yang membeli barang atau jasa dari pedagang grosir, kemudian menjualnya kembali ke masyarakat.
Perantara adalah orang-orang yang menjadi penengah dan penghubung antara produsen dan konsumen. Perantara biasanya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu agen, komisioner dan makelar.
3. Konsumsi
Kegiatan ekonomi selanjutnya adalah konsumsi. Melansir dari buku Peran Pelaku Ekonomi dalam Kegiatan Ekonomi yang disusun oleh Wiwit Yuliani, S.Pd, konsumsi adalah tindakan penggunaan barang dan atau jasa dengan mengurangi atau menghabiskan nilai guna barang dan atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Manusia melakukan kegiatan konsumsi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
Pendapatan
Harga barang dan jasa
Kebiasaan konsumen
Selera konsumen
Adat istiadat
Harga barang subtitusi
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian dari kegiatan produksi?

Apa pengertian dari kegiatan produksi?
Kegiatan produksi adalah kegiatan ekonomi untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.
Apa saja macam nilai guna?

Apa saja macam nilai guna?
Nilai guna bentuk, nilai guna tempat, nilai guna waktu, dan nilai guna kepemilikan.
Apa yang dimaksud dengan nilai guna kepemilikan?

Apa yang dimaksud dengan nilai guna kepemilikan?
Nilai guna kepemilikan (Ownership Utility) atau nilai guna suatu barang akan bertambah nilai gunanya jika barang itu telah dimiliki oleh orang yang membutuhkannya.
