Kekurangan Darah Disebut Anemia, Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam istilah medis, kekurangan darah disebut anemia. Anemia merupakan gangguan yang disebabkan oleh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah.
Kadar hemoglobin yang rendah dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, muka pucat, dan kepala pusing.
Dikutip dari Klien Gangguan Kardiovaskular: Seri Asuhan Keperawatan oleh Mary Baradero dkk., berdasarkan penyebabnya, anemia dibagi menjadi:
Anemia karena perdarahan.
Anemia aplastik (produksi eritrosit terganggu).
Anemia hemolitik (meningkatnya kerusakan eritrosit).
Anemia defisiensi nutrisi.
Untuk mengetahui penjelasan dari masing-masing anemia tersebut, simak uraian lengkapnya di bawah ini.
Jenis-Jenis Anemia atau Kekurangan Darah
Berikut jenis-jenis anemia berdasarkan penyebabnya.
1. Anemia karena Perdarahan
Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau terjadi seketika.
Orang dewasa mempunyai volume darah sebanyak 6.000 ml yang beredar ke seluruh tubuhnya. Seorang dewasa yang kehilangan darah sebanyak 500 ml dapat tidak mengalami akibat yang serius.
Akan tetapi, kehilangan darah sebanyak 1.000 ml atau lebih mempunyai akibat yang serius. Tanda-tanda yang timbul adalah tanda-tanda hipovolemia dan hipoksia, seperti hipotensi, kulit pucat, lemah, dan tingkat kesadaran menurun.
2. Anemia Aplastik
Anemia aplastik adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya atau terganggunya produksi eritrosit. Faktor-faktor yang menyebabkan anemia aplastik adalah sebagai berikut.
Obat-obat antineoplastik (kemoterapi).
Radiasi.
Obat-obat tertentu (kloramfenikol, sulfonamid, butazolidin).
Insektisida seperti DDT.
Anemia aplastik ditandai dengan kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel-sel darah, termasuk eritrosit, leukosit, dan trombosit.
Tanda-tanda anemia aplastik timbul perlahan, seperti kulit dan selaput lendir pucat, cepat lelah, palpitasi, dispnea, dan perdarahan pada kulit, hitung, gusi, rektum akibat trombositopenia.
3. Anemia Hemolitik
Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran eritrosit lebih cepat daripada pembentukannya. Kondisi ini dapat diwariskan dari orang tua, atau didapat setelah lahir akibat berbagai kondisi, seperti:
Kanker darah
Infeksi bakteri atau virus
Penyakit autoimun
Efek samping obat-obatan, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria.
4. Anemia Defisiensi Nutrisi
Anemia bisa juga disebabkan oleh kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12 dan folat. Jenis anemia ini terjadi karena tubuh kekurangan asupan vitamin B12 dan folat, sehingga tubuh tidak bisa menghasilkan sel darah merah yang sehat dalam jumlah yang cukup.
Gejala anemia defisiensi vitamin B12 dan folat ini berkembang secara perlahan dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Pada awalnya, gejala jenis anemia ini mungkin tidak terlalu terasa, tapi lama-kelamaan gejala akan terasa semakin parah.
Pengidap anemia jenis ini akan mengalami beberapa gejala, seperti pucat, letih dan lesu, lemas, mudah pingsan, sakit kepala, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, insomnia, sulit berkonsentrasi, kebingungan, sesak napas, serta mati rasa atau kesemutan.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab umum anemia?

Apa penyebab umum anemia?
Anemia merupakan gangguan yang disebabkan oleh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah.
Apa yang terjadi jika kadar hemoglobin rendah?

Apa yang terjadi jika kadar hemoglobin rendah?
Kadar hemoglobin yang rendah dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, muka pucat, dan kepala pusing.
Apa saja jenis anemia berdasarkan penyebabnya?

Apa saja jenis anemia berdasarkan penyebabnya?
Berdasarkan penyebabnya, anemia dibagi menjadi empat, yaitu anemia karena perdarahan, anemia aplastik, anemia hemolitik, dan anemia defisiensi nutrisi.
