Kekurangan Yodium Dapat Menyebabkan Penyakit Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
26 Oktober 2021 16:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kekurangan Yodium Dapat Menyebabkan Penyakit Apa?  (82056)
searchPerbesar
Mineral yodium dapat ditemukan dalam garam yang telah tercampur dengan yodium. Sumber: Freepik.com
Yodium adalah jenis mineral yang dibutuhkan manusia. Mineral ini dapat membantu manusia dalam memproduksi hormon tiroksin.
ADVERTISEMENT
Hormon tiroksin adalah hormon yang berasal dari kelenjar gondok. Hormon ini memiliki fungsi untuk menjaga proses metabolisme tubuh agar tetap seimbang.
Oleh karena itu, makanan yang mengandung yodium sangatlah perlu dikonsumsi oleh manusia. Dengan mengonsumsi makanan beryodium, manusia akan terhindar dari beberapa penyakit karena kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
Apa penyakit yang diakibatkan oleh kondisi tubuh yang kekurangan yodium? Simak jawabannya di bawah ini.

Penyakit Kekurangan Yodium

Menurut Tantri Miharti, S. Pd dalam buku Ilmu Kesehatan Gizi SMK Kelas XI, kondisi tubuh yang kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok. Penyakit gondok adalah penyakit yang ditandai dengan adanya pembesaran pada kelenjar tiroid.
Kekurangan yodium akan menyebabkan kelenjar tiroid semakin membesar karena adanya peningkatan jaringan dalam kelenjar tersebut. Akan tetapi, jumlah jaringan yang secara aktif dapat menghasilkan hormon tiroksin menjadi berkurang.
ADVERTISEMENT
Kelenjar tiroid sendiri ialah sebuah kelenjar hormon yang terdapat pada dasar leher dan mempunyai berat 20-25 g, terdiri dari dua bagian masing-masing terletak di sebelah kanan dan kiri trakea. Kelenjar tiroid dapat menghasilkan hormon tiroksin.
Kekurangan Yodium Dapat Menyebabkan Penyakit Apa?  (82057)
searchPerbesar
Kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok. Sumber: Freepik.com
Seperti yang disebutkan sebelumnya, hormon tiroksin sangat berperan penting dalam proses metabolisme tubuh. Apabila terjadi pembesaran pada kelenjar tiroid, hormon tiroksin akan berkurang.
Dengan berkurangnya hormon tiroksin, tubuh manusia akan mengalami sejumlah gangguan. Gangguan fungsi tiroid akan menyebabkan tubuh kurang berenergi dan terserang penyakit gondok.
Penyakit gondok akan memberikan sejumlah gejala pada penderitanya. Berikut gejala-gejala yang dialami penderita penyakit gondok, di antaranya:
  • Nafsu makan akan mengalami penurunan, terlebih saat kelenjar tiroid mulai membesar dan menimbulkan rasa sakit pada tenggorokan.
  • Sulit menelan hingga menurunkan selera makan.
  • Mulut mulai terasa tegang dan nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
  • Suhu tubuh pada malam hari akan mengalami kenaikan.
  • Seringkali menyebabkan dengungan di telinga.
Kekurangan Yodium Dapat Menyebabkan Penyakit Apa?  (82058)
searchPerbesar
Salah satu gejala penyakit gondok adalah penderita cenderung memiliki nafsu makan yang rendah. Sumber: Freepik.com
Untuk itu, pemenuhan kebutuhan mineral yodium sangatlah penting agar terhindar dari penyakit gondok. Kebutuhan jumlah yodium manusia ialah sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
  • Anak-anak hingga usia 9 tahun membutuhkan yodium 70-100 ug/hari.
  • Kebutuhan pria dan wanita dewasa dalam kondisi normal 150 ug/hari.
  • Untuk wanita yang sedang hamil membutuhkan 175 ug/hari dan wanita yang sedang menyusui 200 ug/hari.
Kebutuhan mineral yodium dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan-makanan beryodium, seperti garam yang telah difortifikasi yodium, rumput laut, seafood atau makanan laut (udang, kepiting, ikan laut), susu dan produk olahan susu, dan lain-lain.
(SAI)
Mengapa yodium dibutuhkan tubuh manusia?
chevron-down
Apa fungsi hormon tiroksin?
chevron-down
Sebutkan tiga gejala penyakit gondok!
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020