Kelebihan Mencangkok Tanaman Dibandingkan dengan Menanam Biji secara Alami

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cangkok adalah cara perkembangbiakan tanaman yang dilakukan secara vegetatif buatan oleh manusia. Bibit baru yang dihasilkan melalui cara ini akan sama dengan induknya, baik penampilan, mutu, maupun ketahanannya terhadap hama dan penyakit.
Beberapa tanaman yang dapat dicangkok adalah golongan tanaman berbiji dikotil seperti pohon buah. Adapun pohon buah yang dimaksud di antaranya adalah pohon mangga, pohon jambu, pohon alpukat, pohon salak, pohon rambutan, dan masih banyak lagi.
Pencangkokan dilakukan dengan cara mengelupas lapisan kulit batang dan menghilangkan kambium di dalamnya. Selanjutnya, batang tersebut diberi tanah dan dibungkus dengan plastik atau serabut kelapa yang telah dilubangi.
Mencangkok harus dilakukan secara hati-hati jika dilakukan pada musim kemarau supaya tanaman tidak mengering. Berdasarkan buku Cara Praktis Perbanyakan Tanaman karya Endang Gunawan (2016:17), justru waktu yang tepat untuk pencangkokan adalah pada saat musim hujan.
Setelah beberapa minggu atau berkisar selama 45 hari, bagian batang yang dicangkok akan muncul akar. Kemudian, batang siap dipotong untuk mulai ditanami.
Syarat Tanaman yang Dapat Dicangkok
Pencangkokan hanya dapat dilakukan pada tumbuhan yang memenuhi syarat, di antaranya:
Tanaman yang akan dilakukan pencangkokan harus sehat dan terhindar dari hama dan penyakit.
Berbatang kayu dan memiliki kambium.
Pada saat pencangkokan, usia tumbuhan tidak terlalu tua maupun muda atau sedikitnya telah berbuah atau berbunga.
Cabang yang akan dicangkok harus lurus.
Cangkok dilakukan pada cabang batang sehingga tumbuhan yang dicangkok harus memiliki banyak cabang serta subur dan kuat.
Lantas sebenarnya apa saja kelebihan mencangkok tanaman? Berikut rangkumannya yang dikutip dari buku Membuat Stek, Cangok, Sambung dan Okulasi karangan Ir. Wijaya (2014: 13).
Kelebihan Mencangkok Tanaman
Metode perkembangbiakan mencangkok tanaman memang menggiurkan, apalagi di kala keterbatasan lahan untuk menanam cara ini dinilai menjadi pilihan yang tepat. Berikut kelebihan mencangkok tanaman lainnya, yaitu:
Sifat tanaman baru sama persis seperti induknya (memiliki rasa dan bentuk buah yang sama).
Tumbuhan yang dihasilkan melalui pencangkokan tumbuh tidak terlalu tinggi.
Bibit cangkok berbuah lebih singkat. Pada tanaman hias, bunga juga akan lebih cepat berbunga.
Waktu untuk menghasilkan bibit cukup singkat, berkisar 1-3 bulan.
Bibit yang dihasilkan bagus, sesuai percabangan yang dipilih.
Cocok ditanam di dalam pot karena ukuran perakarannya pendek.
Cocok ditanam di daerah yang letak air tanahnya dangkal atau di pinggir kolam ikan karena bantuk perakarannya menyebar di dekat permukaan tanah dan tidak mempunyai akar tunggang.
Cangkok merupakan alternatif cara perbanyakan untuk tanaman yang mudah patah, khususnya untuk tanaman dewasa yang tidak dapat diperbanyak secara sambung atau okulasi.
Meskipun, mencangkok tanaman juga memiliki sejumlah kekurangan. Kekurangan tersebut di antaranya adalah tanaman cangkok memiliki akar serabut, sehingga lebih mudah tumbang bila ada angin kencang. Selain itu, pencangkokan juga akan merusak pohon induk jika dilakukan secara massal.
(VIO)
