Konten dari Pengguna

Kenali Organ Gerak Cacing dan Fungsinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacing tanah merupakan hewan invertebrata. Foto: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Cacing tanah merupakan hewan invertebrata. Foto: Flickr

Mari mengenali organ gerak cacing dan fungsinya! Cacing adalah hewan bertubuh lunak yang umumnya hidup dalam tanah. Padahal, ada banyak jenis cacing lainnya yang hidup selain di dalam tanah.

Salah satunya adalah cacing planaria yang menurut buku Cacing Planaria: Badan yang Terpotong Tumbuh Menjadi Cacing Baru hidup di kolam atau sungai yang berair jernih.

Biasanya jenis cacing ini ditemukan di dedaunan dan bebatuan di sekitar kolam atau sungai. Selain itu, cacing ini mampu hidup meski badannya terpotong.

Kemudian, ada cacing tanah. Jenis cacing satu ini berkembang biak secara hermaprodit. Apa maksudnya?

Cacing tanah memiliki organ kelamin jantan dan betina. Ketika dua cacing kawin, mereka mempertukarkan sel gamet yang setelah 2-3 bulan menghasilkan telur.

Selain cacing planaria dan cacing tanah, ada cacing yang menginfeksi hewan dan manusia. Jenis cacing itu di antaranya:

1. Cacing pita

Cacing ini adalah jenis cacing parasit. Bentuknya pipih dan berwarna putih.

Cacing pita ini bisa menginfeksi manusia ketika mereka memakan daging yang tidak matang secara sempurna dan minum air yang telah terkontaminasi telur cacing pita.

2. Cacing gelang

Cacing ini menginfeksi manusia melalui makanan yang telah terkontaminasi. Perkembangbiakan cacing gelang mirip dengan cacing pita.

3. Cacing tambang

Cacing ini menyerang manusia dengan cara masuk ke pori-pori kulit. Maka dari itu, dianjurkan ketika keluar rumah harus menggunakan alas kaki.

4. Cacing Trichinella

Cacing ini bisa menyerang manusia melalui daging yang bahkan sudah matang. Namun, daging yang sudah matang dan sudah terkontaminasi saja yang bisa dihinggapi cacing Trichinella.

5. Cacing kremi

Cacing ini masuk ke dalam jenis cacing gelang. Bentuknya pun sangat kecil dan tidak begitu berbahaya, meski tetap harus waspada.

6. Cacing pipih

Cacing satu ini lebih sering menginfeksi hewan dibandingkan manusia. Orang yang sering mengkonsumsi sayuran mentah memiliki risiko terinfeksi cacing pipih.

Organ Gerak Cacing dan Fungsinya

Cacing memiliki sistem eksoskeleton. Foto: Flickr

Hewan kecil yang menggeliat ini, masuk ke dalam kategori invertebrata yang berarti tidak memiliki tulang belakang. Ajaibnya, meski tanpa tulang belakang, cacing dapat bergerak.

Lantas, mengapa cacing bisa bergerak? Menurut buku Biologi: Jilid 2 oleh Diah Aryulina, Dkk, hewan invertebrata seperti cacing memiliki sistem rangka hidrostatik.

Rangka ini memungkinkan adanya gerakan peristalsis. Gerakan peristalsis sendiri dihasilkan dari kontraksi otot dari kepala sampai ekor, kemudian gerakan ini terjadi karena adanya otot sirkuler dan otot longitudinal.

Ditambah lagi, pergerakan cacing dibantu oleh rangka luar atau yang disebut sebagai eksoskeleton. Sistem rangka ini terdapat pada hewan-hewan yang bertubuh lembek seperti cacing atau bekicot.

(LAP)