Konten dari Pengguna

Kenali Penyebab Anemia dan Cara Mengatasinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penderita anemia. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penderita anemia. Foto: Unsplash.com

Salah satu jenis kelainan darah yang kerap dialami oleh manusia ialah anemia. Umumnya, anemia disebabkan karena rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Melansir buku berjudul Cerita Anemia yang disusun oleh Supri Irianti Handayani dan Yusra, anemia merupakan kondisi jumlah sel darah merah lebih rendah dibandingkan jumlah normal pada umumnya.

Lantas apa saja penyebab anemia? Bagaimana cara mengatasi kelainan darah yang satu ini? Simak masing-masing uraiannya berikut ini.

Penyebab Anemia

Menurut Handayani dan Yusra dalam sumber yang sama di atas, anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun terdapat tiga mekanisme utama pada tubuh yang dapat memicu terjadinya anemia, di antaranya:

  • Rusaknya sel darah merah dalam jumlah yang besar

  • Kehilangan darah.

  • Produksi sel darah merah yang kurang.

Handayani dan Yusra menambahkan bahwa anemia juga dapat terjadi akibat berkurangnya zat besi dalam tubuh. Kondisi demikian memicu berkurangnya cadangan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Dengan demikian, kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah menjadi rendah.

Ilustrasi anemia disebabkan karena rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Foto: Unsplash.com

Gejala dan Tanda Anemia

Menyadur penelitian berjudul Pendekatan Klinis dan Diagnosis Anemia yang disusun oleh Amaylia Oehadian, gejala dan tanda anemia bergantung pada derajat dan kecepatan terjadinya anemia. Selain itu, gejala anemia juga bergantung pada kebutuhan oksigen si penderita.

Oehadian menyebutkan bahwa gejala akan terasa lebih ringan pada anemia yang terjadi secara perlahan. Hal ini berkaitan dengan adanya kesempatan bagi mekanisme homeostatik untuk menyesuaikan dengan berkurangnya kemampuan darah dalam membawa oksigen.

Sementara menurut Zuhrah Taufiqa, dkk. dalam buku berjudul Aku Sehat Tanpa Anemia: Buku Saku Anemia untuk Remaja Putri, anemia dapat dikenali melalui gejala dan tanda sebagai berikut:

Cepat merasakan lelah

Penderita anemia cenderung mudah mengantuk dan sulit melakukan konsentrasi. Hal ini berkaitan dengan kondisi tubuh yang cepat merasa lelah, meski telah melakukan istirahat yang cukup.

Lemah

Kondisi badan menjadi tidak fit ketika melakukan berbagai aktivitas.

Sesak napas

Pada kondisi yang cukup parah, penderita anemia kerap merasakan sesak napas. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya kemampuan darah dalam membawa pasokan oksigen.

Pucat

Gejala umum yang kerap ditemui pada penderita anemia yakni kondisi tubuh yang pucat.

Dan gejala lainnya

Selain beberapa gejala di atas, anemia juga dapat ditandai dengan sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, tangan terasa dingin hingga nyeri pada dada.

Ilustrasi mengonsumsi makanan sehat dan seimbang. Foto: Unsplash.com

Cara Mengatasi Anemia

Menurut sumber yang sama di atas, cara mengatasi anemia dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari

Pastikan untuk memenuhi kebutuhan gizi melalui konsumsi makanan sehat dan seimbang, seperti karbohidrat, serat, hingga protein. Idealnya, isi porsi makanmu dengan setengah bagian berisi makanan pokok, sisanya isi dengan kebutuhan protein dan serat.

Usahakan untuk menerapkan pola makan seimbang setiap hari.

Konsumsi bahan makanan mengandung asam folat dan vitamin B12

Untuk mengatasi anemia, kamu bisa mengkonsumsi makanan tinggi asam folat dan vitamin B12. adapun bahan makanan yang mengandung kedua zat tersebut di antaranya, daging ayam, ikan, pisang, jeruk, wortel, dan sebagainya.

Hindari mengonsumsi makanan yang menghambat penyerapan zat besi

Apalah arti mengonsumsi makanan sehat, tanpa diiringi dengan pencegahan untuk mengonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi. Adapun makanan yang dapat menghambat proses penyerapan zat besi antara lain, kopi, teh, coklat, dan susu.

Hindari mengkonsumsi makanan di atas dalam waktu yang bersamaan dengan waktu makan.

Konsumsi tablet tambah darah

Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Umumnya, konsumsi tablet tambah darah dikonsumsi sebanyak satu kali dalam seminggu khusus remaja putri. Meski tergolong aman dikonsumsi sebanyak dua kali dalam sehari, disarankan untuk tetap mematuhi anjuran dosis dari dokter.

Itulah sekilas penjelasan terkait anemia, gejala, dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

(ANM)