Kerajaan Ternate dan Tidore sebagai Pusat Peradaban Islam Maluku

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam diyakini masuk ke nusantara pada abad ke-7 melalui perdagangan. Islam kemudian semakin berkembang sejak munculnya kerajaan-kerajaan Islam.
Salah satu wilayah yang mengalami perkembangan agama Islam secara pesat adalah Maluku. Terdapat dua kerajaan yang menjadi pilar peradaban Islam di Maluku, yakni Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore.
Untuk memahami perkembangan Islam di kedua kerajaan ini, simak penjelasan di bawah ini.
Kerajaan Ternate
Menurut Ahmad M Sewang dan Wahyuddin dalam buku yang berjudul Sejarah Islam Indonesia, kerajaan Ternate merupakan salah satu kerajaan Islam yang besar di Maluku, selain kerajaan Tidore, Bacan dan Jailolo.
Kerajaan Ternate didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257 M. Kerajaan ini berperan penting dalam kejayaan Nusantara di kawasan Timur, mulai dari abad ke-1 hingga abad ke-17.
Hal ini karena wilayah Ternate yang terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya.
Raja pertama dari kerajaan Ternate adalah Momole Ciko pemimpin Sampalu terpilih dan diangkat sebagai kolano (raja) pertama dengan gelar Baab Mashur Malamo (1257-1272 M).
Pada awal masa pemerintahan, kerajaan Ternate dipimpin oleh para kolano (raja) hingga akhirnya pada abad ke-15, kerajaan Ternate mulai dipimpin oleh seorang sultan.
Berikut beberapa sultan yang pernah memimpin Kerajaan Ternate, yakni:
1. Sultan Zainal Abidin
Setelah meninggalnya Kolano Mahrum pada 1486, sang anak Zainal Abidin naik ke kursi kerajaan. Zainal merupakan pemimpin pertama Kerajaan Ternate yang menggantikan gelar kolano menjadi sultan.
Zainal Abidin adalah murid Sunan Ampel dan jebolan sekolah agama Islam Gresik asuhan Sunan Ampel. Ada beberapa kebijakan dari Sultan Zainal Abidin ketika memimpin kerajaan Ternate, yakni:
Menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan dan sejak itu menjadi kesultanan.
Membentuk lembaga kesultanan yang baru, yaitu Jolebe atau Bobato Akhirat.
Menempatkan seorang sultan sebagai pembina agama Islam atau “Amir ad-Din” yang membawai Jobele.
2. Sultan Bayanullah
Sultan Bayanullah merupakan putra dari Sultan Zainal Abidin. Pada masa pemerintahannya, corak keislaman dari kerajaan Ternate mulai tampak.
Hal ini disebabkan oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh Sultan Bayanullah, di antaranya:
Pembatasan poligami.
Larangan kumpul kebo dan pergundilan.
Wanita diwajibkan berpakaian secara pantas dan memakai cidaku (cawat) bagi laki-laki terlarang.
3. Sultan Khairun
Sultan Khairun merupakan sultan yang pernah memimpin perlawanan rakyat Ternate terhadap bangsa Portugis. Namun, akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk melakukan perjanjian.
Sayangnya, ia dikhianati oleh orang Portugis yaitu Lopez de Mesquita, dengan cara dibunuh dan dilempar ke laut.
4. Sultan Babullah
Untuk meneruskan perjuangan ayahnya (Sultan Khairun), Sultan Babullah memilih untuk memimpin pasukan rakyat Ternate untuk mengusir bangsa Portugis. Usaha tersebut tidak sia-sia. Portugis berhasil diusir oleh Sultan Babullah.
Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara. Kerajaan ini didirikan oleh saudara dari pendiri kerajaan Ternate (Mayshur Malamo), yakni Sahajati atau Raja Ciriliyati.
Dikutip dari buku Sejarah Umat Islam karya Hamka, Raja Ciriliyati adalah orang pertama Tidore yang masuk agama Islam. Setelah masuk Islam, ia diberi gelar Sultan Jamaluddin.
Ia juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang mendukung proses percepatan penyebaran agama Islam. Salah satunya dengan membangun madrasah-madrasah dan masjid-masjid sebagai sarana pendidikan dan ibadah rakyat.
Selain Raja Ciriliyati, ada beberapa raja yang pernah memimpin kerajaan Tidore, yakni:
1. Sultan Nuku (Jamaluddin)
Sultan Nuku atau Jamaluddin merupakan salah satu sultan yang membawa kejayaan kepada rakyat Tidore. Ia bahkan pernah memimpin perlawanan rakyat Tidore yang melawan Belanda.
Sayangnya, Sultan Nuku dan keluarga ditangkap oleh koloni Belanda dan dibawa ke Batavia hingga akhirnya dibuang ke Sri Lanka.
2. Sultan Kaicil Nuku
Selain Sultan Nuku (Jamaluddin), sultan lain yang berhasil memajukan kerajaan Tidore adalah Sultan Kaicil Nuku. Ia bahkan diberi gelar Sri Maha Tuan Sultan Syaidul Jihad Amiruddin Syaifuddin Syah Muhammad El Mabus Kaicil Paparangan Jou Barakati.
Sultan Kaicil Nuku memberikan beberapa kebijakan politik di masa kepemimpinannya, yaitu:
Mempersatukan seluruh kesultanan
Tidore sebagai suatu kedaulatan yang utuh.
Memulihkan kembali empat pilar kekuasaan Kesultanan Maluku.
Mengupayakan sebuah persekutuan antara keempat kesultanan Maluku. Mengenyahkan kekuasaan dan penjajahan asing dari Maluku.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Siapa yang mendirikan Kerajaan Ternate?

Siapa yang mendirikan Kerajaan Ternate?
Kerajaan Ternate didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257 M.
Siapa raja pertama Kerajaan Ternate?

Siapa raja pertama Kerajaan Ternate?
Raja pertama dari kerajaan Ternate adalah Momole Ciko pemimpin Sampalu terpilih dan diangkat sebagai kolano (raja) pertama dengan gelar Baab Mashur Malamo (1257-1272 M).
Sebutkan salah satu kebijakan Sultan Zainal Abidin di Kerajaan Ternate!

Sebutkan salah satu kebijakan Sultan Zainal Abidin di Kerajaan Ternate!
Menempatkan seorang sultan sebagai pembina agama Islam atau “Amir ad-Din” yang membawai Jobele.
