Konten dari Pengguna

Ketahui 4 Faktor Penyebab Diare secara Umum

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang terkena diare. Sumber: Freepick
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang terkena diare. Sumber: Freepick

Diare merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang umum terjadi pada manusia. Diare secara sederhana adalah buang air besar dengan bertambahnya frekuensi yang lebih dari biasanya, tiga kali sehari atau lebih dengan konsistensi cair.

Menurut Chris Tanto dan Frans Liwang dalam Kapita Selekta Kedokteran Edisi IV, diare adalah perubahan konsistensi tinja yang terjadi tiba-tiba akibat kandungan air di dalam tinja melebihi normal (10ml/kg/hari) dengan peningkatan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari.

Gangguan pencernaan ini dapat menggangu aktivitas manusia karena penderita biasanya akan merasakan sakit perut karena terasa mulas, pusing, hingga lemas, sehingga sulit untuk berkonsentrasi.

Untuk menghindari dari gangguan pencernaan ini, kita perlu mengenal faktor-faktor penyebab diare. Berikut penjelasan faktor-faktor penyebab diare.

Faktor Penyebab Diare

Mengutip dari Perawatan Anak Sakit karya Ngastiyah, secara etiologi (asal-muasal), diare disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

Faktor Infeksi

Faktor infeksi terdiri dari faktor infeksi internal dan parenteral. Infeksi internal, yaitu infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak.

Berikut berbagai kondisi yang termasuk dalam faktor internal terjadinya diare:

  1. Infeksi bakteri: Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, dan Aeromonas, dan sebagainya.

  2. Infeksi virus: Enterovirus (virus ECHO, Coxsacki, Poliomyelitis) Adeno-virus, Rotavirus, astrovirus, dan lain-lain.

  3. Infeksi parasit: cacing (Ascaris, Trichuris, Oxcyuris, Strongyloides) protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Trichomonas hominis), jamur (Candida albicans).

Ilustrasi orang terkena diare. Sumber: Freepick

Sedangkan infeksi parenteral ialah infeksi di luar alat pencernaan makanan, seperti: otitits media akut (OMA), tonsillitis atau tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dan sebagainya.

Faktor Malabsorbsi

Malabsorbsi merupakan sindrom ketika organ pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik dan menyerap makanan. Ada beberapa jenis malabsorbsi, yaitu:

  1. Malabsorbsi karbohidrat disakarida (intoleransi laktosa, maltose dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa,dan galaktosa).

  2. Malabsorbsi lemak

  3. Malabsornsi protein

Faktor Kandungan Makanan

Kandungan dalam makanan tertentu juga bisa memicu terjadinya diare, terlebih apabila kita mengonsumsi makanan basi, beracun, atau alergi terhadap makanan tertentu.

Faktor Psikologis

Kondisi psikologis juga bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare, tapi hal ini jarang terjadi pada anak-anak. Orang yang memiliki rasa takut dan cemas yang berlebihan bisa mengakibatkan adanya gejala penyakit diare.

Cara Mengobati Diare

Ada beberapa cara untuk mengobati diare di antaranya:

Ilustrasi orang terkena diare. Sumber: Freepick

Minum Air Putih

Salah satu dampak dari penyakit diare adalah dehidrasi, untuk itu diperlukan mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi terjadi.

Mengonsumsi Cairan Elektrolit

Selain meminum air putih, cairan elektrolit atau larutan oralit yang bisa menjadi pertolongan pertama untuk penyakit diare. Cairan ini aman untuk dikonsumsi anak-anak atau orang dewasa.

Mengonsumsi Obat

Obat juga bisa menjadi pereda apabila diare menyerang tubuh kita. Obat seperti jenis loperamide dapat membantu untuk memadatkan kembali feses yang ada dalam tubuh manusia.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan diare?

chevron-down

Diare adalah perubahan konsistensi tinja yang terjadi tiba-tiba akibat kandungan air di dalam tinja melebihi normal (10ml/kg/hari) dengan peningkatan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari.

Apa gejala diare?

chevron-down

Mulas, pusing, hingga lemas, hingga sulit untuk berkonsentrasi.

Apa contoh jenis bakteri yang dapat menyebabkan diare?

chevron-down

Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, dan Aeromonas.