Konten dari Pengguna

Ketahui Apa Indikator Kesehatan Jiwa Optimal Berdasarkan Model Dual-Continuum

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi apa saja indikator kesehatan jiwa optimal berdasarkan model dual-continuum - foto:pexels/sam-lion
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi apa saja indikator kesehatan jiwa optimal berdasarkan model dual-continuum - foto:pexels/sam-lion

Kesehatan jiwa dan penyakit kejiwaan adalah dua hal yang berbeda dan terpisah satu sama lain, berdasarkan teori model dual continuum (Dual Continuum of Mental Health). Lalu, apa saja indikator kesehatan jiwa optimal berdasarkan model dual-continuum?

Secara umum, seseorang yang memiliki kesehatan jiwa yang optimal memiliki kemampua berkembang dan berfungsi positif dalam hidupnya. Selain itu, ia juga tidak memiliki penyakit mental yang berpengaruh negatif.

Apa Saja Indikator Kesehatan Jiwa Optimal Berdasarkan Model Dual-Continuum? Ada Tiga Indikator Utama

ilustrasi apa saja indikator kesehatan jiwa optimal berdasarkan model dual-continuum - foto:pexels/katerina-holmes-

Mengutip Buku Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Kementrian Kesehatan RI (2020:16), kesehatan jiwa adalah kondisi individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi stres, bekerja secara produktif dan memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Jadi, apa saja indikator kesehatan jiwa optimal berdasarkan model dual-continuum? Terdapat keseimbangan antara kesejahteraan emosional, psikologis dan kesejahteraan sosial. Berikut penjelasan lebih lanjut untuk tiap indikator.

1. Kesejahteraan Emosional

Indikator pertama dari kesehatan jiwa adalah kesejahteraan emosional, seperti perasaan positif yang ditandai dengan rasa bahagia, puas dan menikmati hidup. Tanda lain termasuk mampu mengelola dan mengekspresikan emosi dengan sehat dan tidak terlarut dalam emosi negatif.

2. Kesejahteraan Psikologis

Kesejahteraan ini memiliki tanda pertama fungsi psikologis yang optimal, seperti rasa percaya diri yang baik, mampu mengendalikan diri dan punya tujuan hidup yang jelas. Kemudian, tanda lain yaitu optimisme terhadap masa depan dan mampu mengembangkan diri secara penuh sebagai aktualisasi.

3. Kesejahteraan Sosial

Indikator ini memiliki pertanda kemampuan untuk membangun dan menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain, dapat berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi bagi orang lain. Selain itu, memiliki keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi dan sosial.

Penjelasan mengenai apa saja indikator kesehatan jiwa optimal berdasarkan model dual-continuum di atas, dapat menjadi panduan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapainya atau belum. Jika mengalami gangguan kejiwaan, konsultasikan ke psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa untuk penanganan yang tepat. (RRS)

Baca Juga: Mengenal Pengertian Gangguan pada Jiwa beserta Gejala dan Penyebabnya