Konten dari Pengguna

Ketentuan Bentuk Proposal Usaha dan Unsur-unsurnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mempresentasikan proposal usaha kepada calon investor. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mempresentasikan proposal usaha kepada calon investor. Foto: Pixabay

Dalam dunia usaha, penyusunan proposal yang baik dan benar adalah sebuah keharusan. Penulisan bentuk proposal usaha haruslah dalam bentuk tertulis dan sistematis.

Sebelum usaha dijalankan, perencanaan yang matang sangatlah diperlukan. Hal inilah yang menjadi alasan, betapa pentingnya membuat sebuah proposal usaha.

Proposal usaha adalah rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk tulisan secara sistematis dan terinci atas usaha yang akan dijalankan. Adapun tujuan dibuatnya proposal usaha di antaranya meliputi:

  • Mendapatkan izin pendirian usaha;

  • Memperoleh kerja sama dari pihak lain;

  • Menarik minat investor untuk menanamkan modal;

  • Memberi keyakinan kreditor dalam memberikan pinjaman.

Lantas, apa saja unsur-unsur yang harus ada dalam pembuatan proposal usaha? Agar memiliki perencanaan yang matang dalam pendirian usaha, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Penyusunan proposal usaha haruslah dalam bentuk tertulis dan sistematis. Foto: Pixabay

Unsur-Unsur Proposal Usaha

Proposal sebagaimana layaknya memberikan informasi yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan, harus dibuat dengan kaidah proposal pada umumnya.

Proposal tersebut memuat unsur-unsur utama, yakni pendahuluan hingga lampiran. Mengutip dalam buku Manajemen Usaha Perikanan karya Ir. Muhfizar, MM (2020: 45), berikut penjelasan masing-masing unsur yang terdapat di dalam proposal usaha.

1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian pertama dari proposal usaha yang berisi latar belakang, visi, misi, dan tujuan mendirikan usaha.

2. Profil Usaha

Profil usaha berisi tentang informasi gambaran umum perusahaan dan potensi usaha di masa mendatang.

3. Proyek yang Diusulkan

Bagian proposal usaha ini berisi tentang informasi proyek yang diusulkan, seperti aspek teknis, aspek pemasaran, aspek manajemen, dan aspek keuangan.

4. Penutup

Penutup dalam proposal usaha berisi tentang kalimat terakhir yang memberikan harapan dan keyakinan, agar investor mau bekerja sama.

5. Lampiran

Lampiran berisi informasi biodata dan surat-surat keterangan terkait usaha yang ingin dijalankan. Kaidah penulisan proposal ini tidak harus sesuai dengan aturan baku seperti penulisan proposal akademik.

Intisari dari penulisan proposal ini adalah proposal dibuat semenarik mungkin, serta berupaya menyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan agar mau bekerja sama.

Proposal usaha memuat unsur-unsur tertentu, mulai dari pendahuluan hingga lampiran. Foto: Pixabay

Contoh Proposal Usaha

Berikut ini contoh proposal usaha sederhana yang dapat dijadikan referensi bagi pemula bisnis.

  • Judul proposal:

    Toko Roti Serin

  • Rencana produk:

Roti merupakan produk pangan terbuat dari bahan dasar tepung terigu dan air yang difermentasi dengan ragi ataupun bahan pengembang lain. Pembuatannya sendiri dilakukan dengan cara dipanggang. Roti cocok untuk dijadikan makanan berat ataupun cemilan.

  • Keunggulan produk:

Roti adalah makanan lezat dan mempunyai banyak gizi.

Harga roti cukup terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

Tersedia berbagai varian rasa roti.

  • Bahan-Bahan Pembuat Roti:

  • 34 kg tepung terigu

  • 6 kg isi roti: selai coklat, selai strawberry, dan selai kacang

  • 17 kg gula pasir

  • 17 kg mentega

  • 70 butir telur

  • 1000 gram ragi

  • 200 gram garam

Proses Pembuatan:

  1. Siapkan semua bahan pembuatan roti.

  2. Timbang semua bahan sesuai dengan takaran.

  3. Campurkan tepung terigu dengan garam, telur, mentega dan ragi menggunakan mixer, lalu tambahkan air secukupnya dan aduk sampai rata.

  4. Setelah adonan jadi dan kalis, diamkan selama kurang lebih 10 menit.

  5. Bagi adonan sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

  6. Roti yang sudah mengembang, dibentuk serta diisi dengan isian. Masukkan ke dalam loyang yang besar. Selanjutnya, panggang di oven dengan suhu 170 derajat celsius selama 15 menit.

  7. Dinginkan roti sampai kurang lebih 1 jam.

  8. Lakukan pengemasan setelah roti dingin.

Analisa SWOT:

  • Strength

Bisnis roti ini mempunyai cita rasa dan tampilan khas dan berbeda.

  • Weakness

Produk roti mudah untuk ditiru dan tidak mampu bertahan lama.

  • Opportunity

Budaya masyarakat yang konsumtif, menjadi peluang utama untuk mendapatkan keuntungan besar dari menjual roti dengan berbagai varian rasa.

  • Threat

Banyak produsen roti yang telah mempunyai nama besar di daerah ini, serta harga bahan yang tidak tetap dapat mengurangi profit.

Perencanaan Biaya Produksi Harian:

  • 34 kg tepung terigu: Rp. 260.000

  • 6 kg isi roti: Rp. 50.000

  • 17 kg gula pasir: Rp. 190.000

Demikian proposal yang dapat kami ajukan untuk dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa itu proposal usaha?

chevron-down

Proposal usaha adalah rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk tulisan secara sistematis dan terinci atas usaha yang akan dijalankan.

Apa tujuan proposal usaha?

chevron-down

Mendapatkan izin pendirian usaha, memperoleh kerja sama dari pihak lain, menarik minat investor untuk menanamkan modal, dan memberi keyakinan kreditor dalam memberikan pinjaman.

Apa isi pendahuluan dalam proposal usaha?

chevron-down

Pendahuluan merupakan bagian pertama dari proposal usaha yang berisi latar belakang, visi, misi, dan tujuan mendirikan usaha.