Keunikan Pakaian Adat Sulawesi Selatan dan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian adat dari setiap provinsi memiliki makna tertentu. Salah satunya, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki pakaian adat untuk dikenakan pada momen tertentu dan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan pakaian adat daerah lain.
Penduduk heterogen yang mendiami Sulawesi Selatan terdiri dari beberapa suku, mulai dari Suku Bugis, Suku Makassar, hingga Suku Mandar. Dengan banyaknya suku di Sulawesi Selatan, memberikan banyak pengaruh pula pada kekayaan budaya Sulawesi Selatan, termasuk pakaian adatnya.
Pakaian adat Sulawesi Selatan memang sangat beragam dan memiliki keunikan masing-masing. Menurut buku Storypedia Nusantara oleh Tim Women Scripct & Co (2013: 93), keunikan pakaian adat Sulawesi Selatan dapat dilihat dari ragam jenis pakaian yang dimiliki oleh setiap sukunya.
Lantas apa saja ragam jenis pakaian adat Sulawesi Selatan? Apa saja keunikan tiap-tiap pakaian adat tersebut? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Jenis-Jenis dan Keunikan Pakaian Adat Sulawesi Selatan
Dikutip melalui jurnal Perancangan Media Pembelajaran Busana Adat Pengantin Sulawesi Selatan untuk Anak Usia Dini oleh R. Amelia, dkk (2019), berikut jenis-jenis pakaian adat Sulawesi Selatan beserta keunikan yang dimiliki masing-masing pakaian adat tersebut.
1. Baju Bodo
Baju bodo merupakan pakaian adat khas Suku Bugis, Makassar. Baju bodo berbentuk persegi yang sekilas tampak seperti balon. Baju ini memiliki lengan yang pendek, yakni hanya setengah siku. Hal ini sesuai dengan nama dari baju bodo yang artinya "baju pendek".
Berdasarkan panjang bajunya, baju bodo dibagi menjadi dua jenis. Pertama, baju bodo yang panjangnya hingga bagian pinggang.
Baju bodo tersebut biasanya digunakan oleh penari, pengantin, maupun gadis remaja. Sementara itu yang kedua, baju bodo yang panjangnya sampai betis dan kerap digunakan oleh orang dewasa.
2. Bella Dada
Bella Dada merupakan baju adat yang digunakan oleh para pria Makassar. Baju ini memiliki arti “belahan pada dada”. Bella Dada memiliki model berupa lengan panjang yang dipadukan dengan leher berkerah.
Selain itu, baju ini juga dibubuhi dengan kancing berwarna perak atau emas. Sementara bagian bawahnya, berupa celana yang disebut paroci yang dibalut dengan sarung atau disebut lipa garusu. Saat memakai baju ini, para pria Makassar juga mengenakan hiasan penutup kepala bernama passapu.
3. Baju Pokko'
Baju Pokko' merupakan baju adat yang digunakan oleh perempuan asal Tana Toraja. Model baju ini berbentuk lengan pendek yang berwarna senada antara atasan dengan bawahan.
Umumnya, Baju Pokko' dibuat dari kain polos yang warnanya mencolok. Mulai dari warna merah, kuning, oranye, dan lain-lain. Namun, beberapa Baju Pokko’ juga dibuat dengan menggunakan kain bermotif tenun khas Tana Toraja.
Keunikan pakaian adat ini, yaitu digunakan bersamaan dengan aksesoris khas Toraja. Aksesorisnya terdiri dari ikat kepala hingga gelang, yang berbentuk anyaman manik-manik di bagian pinggangnya.
Umumnya, Baju Pokko' dipakai saat upacara adat, misalnya seperti upacara kematian, pernikahan, dan pertunjukan seni tari.
4. Seppa Tallung Buku
Seppa Tallung Buku adalah pakaian khas Sulawesi Selatan yang juga digunakan oleh para pria Toraja. Pakaian adat ini berupa set baju dan celana yang panjangnya selutut.
Seppa Tallung Buku bermotif polos, tetapi ada pula yang bermotif tenun khas Toraja. Umumnya, pakaian adat Sulawesi Selatan ini memiliki corak warna yang cerah, kuning, merah, dan putih.
Saat dipakai, Seppa Tallung Buku dipadukan dengan berbagai aksesoris, seperti gayang, seledang kain, kalung dan ikat kepala. Seperti halnya Baju Pokko', Seppa Tallung Buku juga dipakai ketika upacara kematian, upacara adat, dan pertunjukan seni.
Pakaian adat mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia yang begitu kaya. Hal ini juga berlaku pada keunikan pakaian adat Sulawesi Selatan, yang hingga kini masih digunakan oleh penduduknya.
(VIO)
