Kewajiban Manusia terhadap Pohon Agar Dapat Tumbuh Subur

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika manusia menanam pohon, mereka juga memiliki kewajiban untuk merawat dan memeliharanya. Merawat dan memeliharanya pun tidak boleh sembarangan. Terdapat perlakuan-perlakuan khusus agar pohon dapat tumbuh subur.
Pohon adalah tanaman tahunan berkayu yang mampu menghasilkan oksigen. Tanaman yang termasuk jenis pohon contohnya, yaitu pohon mangga, pohon nangka, pohon sengon, pohon jati, dan lain sebagainya.
Sayangnya, kehadiran pohon di lingkungan perkotaan semakin menipis. Lahan hijau berupa pepohonan di wilayah perkotaan banyak tergantikan oleh pemukiman hingga gedung-gedung perkantoran. Lambat laun, hal ini akan membuat kualitas udara bersih menjadi menurun.
Lantas apa saja manfaat menanam pohon? Setelah menanamnya, apa saja kewajiban manusia terhadap pohon yang ditanamnya tersebut?
Manfaat Menanam Pohon
Pohon yang ditanam pun bukan hanya sebagai hiasan yang mempercantik lingkungan, melainkan juga memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia. Merangkum portal resmi Kabupaten Bogor bogor.go.id, manfaat menanam pohon adalah sebagai berikut.
1. Menghasilkan oksigen dan mengurangi karbon dioksida
Oksigen adalah gas yang diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas. Oksigen terbesar dihasilkan oleh pepohonan yang berada di hutan.
2. Menahan laju air dan erosi
Menurut penelitian, hutan mampu membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah 60-80 persen. Air hujan yang begitu melimpah, akan terserap oleh pohon yang meminimalisasi terjadinya banjir dan erosi.
3. Menjaga kesuburan tanah
Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkan lapisan tanah bagian atas yang berhumus menjadi tergerus, sehingga mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah.
Manfaat pohon di sini membantu menahan air hujan agar tidak langsung jatuh ke permukaan tanah.
4. Lingkungan menjadi nyaman
Semakin banyak ditanami pohon, lingkungan menjadi lebih sejuk, rindang, nyaman, serta terhindar dari suasana kebisingan dan kepanasan.
5. Mengurangi zat pencemar udara
Kegiatan pabrik banyak menghasilkan asap tebal yang pekat dan mengandung karbon dioksida. Selain itu, kegiatan pembakaran yang menggunakan bahan bakar minyak juga menimbulkan pencemaran udara.
Pohon yang menghasilkan oksigen mampu mengikat zat-zat beracun tersebut agar tidak membahayakan bagi manusia.
Kewajiban Manusia terhadap Pohon
Berdasarkan buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 4 karya Umi Christiana Umi (2020: 312), kewajiban manusia terhadap pohon yang harus dilakukan secara sadar, antara lain sebagai berikut.
1. Menanam pohon di sekitar pekarangan
Dengan menanam pohon di sekitar pekarangan, halaman rumah tidak hanya akan terlihat lebih asri, akan tetapi udara di sekitar pun akan jauh terasa lebih segar dan sehat.
2. Menyiram pohon agar tumbuh besar
Waktu yang baik untuk menyiram pohon adalah di pagi hari, saat udara masih sejuk. Hal ini memungkinkan air mengalir ke tanah dan mencapai akar tanaman, tanpa terlalu banyak air yang hilang akibat penguapan ke udara.
3. Merawatnya agar tumbuh dan berkembang dengan baik
Penting untuk melakukan pemeliharaan terhadap pohon agar terhindar dari gulma, semak, alang-alang, hama, dan penyakit.
Dengan rutin mengeceknya setiap pagi, pertumbuhan dan perkembangan pohon akan lebih terpantau, sehingga meminimalisasi kerusakan akibat penyakit yang menyerang pohon.
4. Melindungi pohon dari berbagai macam gangguan
Pohon harus dilindungi dari gangguan tangan-tangan usil manusia yang berusaha merusaknya. Misalnya, melarang orang-orang untuk memanjatnya secara sembarangan, hingga melarang membuat puntung rokok di sekitar pohon yang dapat menyebabkan kebakaran.
5. Memberikannya pupuk agar cepat berkembang
Pemupukan yang teratur dan sesuai dengan kebutuhan akan memberikan nutrisi yang tepat untuk pohon tumbuh dengan subur.
Hindari memberikan pupuk berlebihan, dan periksa apakah pohon dalam keadaan kelebihan pupuk. Pohon dalam keadaan kelebihan pupuk ditandai dengan daun seperti terbakar, layu, atau tidak berkembang.
(VIO)
