Konten dari Pengguna

Kisah Kenaikan Isa Almasih dalam Agama Kristen

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Kenaikan Isa Almasih, Unsplash/ Gabriel Rissi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Kenaikan Isa Almasih, Unsplash/ Gabriel Rissi

Hari kenaikan Isa Almasih menjadi momen yang berharga dan bersejarah bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Adanya kisah kenaikan Isa Almasih memiliki makna yang dalam dan dapat memberikan pelajaran hidup.

Mengutip dari iaknpky.ac.id, hari kenaikan Isa Almasih secara resmi telah berganti berganti nama menjadi kenaikan Yesus Kristus. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 8 tahun 2024 tentang Hari-hari Libur.

Daftar isi

Menilik Kisah Kenaikan Isa Almasih

Ilustrasi Kisah Kenaikan Isa Almasih, Pexels/ SevenStorm JUHASZIMRUS

Tahun ini, peringatan kenaikan Yesus Kristus akan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2024. Adapun kisah kenaikan Isa Almasih menjadi peristiwa yang menggambarkan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, naik menuju surga di hadapan para pengikut-Nya.

Berdasarkan informasi dari p2k.stekom.ac.id, sebagaimana tertulis dalam Alkitab, kenaikan Yesus Kristus merupakan peristiwa yang terjadi pada hari ke-40 setelah kebangkitan Yesus. Di hari itu, dengan disaksikan muridnya, Yesus naik ke langit dan hilang dari penglihatan setelah tertutup awan.

Kata ‘awan’ memiliki makna yang lebih dari sekadar uap air yang naik ke langit dan menjadi sebab turunnya hujan. Dalam hal ini, awan menjadi simbol akan kemuliaan Shekinah dan menjadi gambaran hadirnya kemuliaan Allah dalam suatu kejadian.

Pada hari ketiga setelah wafat-Nya yang disalib (disebut dengan Jumat Agung), Yesus menunjukkan diri-Nya kepada murid-muridnya dengan berbagai tanda bahwa Ia hidup. Peristiwa ini terjadi di luar kota Yerusalem hingga dekat Betania, yakni di Bukit Zaitun.

Di sini, Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberikan berkat kepada murid-muridnya, kemudian terangkat ke surga. Para murid-Nya bersujud dan menyembah kepada Yesus, kemudian pulang ke Yerusalem dengan sukacita (Lukas 24:50-52).

Disebutkan dalam Efesus (4:8-10), “Karena itu ada tertulis: ‘Ia naik ke tempat tinggi, membawa banyak tawanan sebagai rampasan bagi-Nya’, apakah artinya kalau bukan bahwa Ia lebih dahulu turun ke tempat yang lebih rendah, yaitu bumi bagian bawah? Dan Dia, yang turun, itulah juga naik melampaui segala langit untuk memenuhkan segala sesuatu.”

Pada Ibrani (9:24) dijelaskan juga bahwa, “Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus yang dibuat dengan tangan manusia, yang hanya merupakan bayangan dari yang sebenarnya, tetapi Ia masuk ke dalam surga sendiri untuk tampil di depan hadirat Allah demi kita.”

Ayat lain yang menceritakan tentang kebangkitan Yesus juga tertulis dalam Injil Markus (16:19), “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke Sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.”

Dengan demikian, kenaikan Yesus terjadi setelah Ia menyampaikan pesan-pesan kepada para muridnya.

Salah satu pesan yang disampaikan Isa Almasih adalah, “Kamu akan menerima kuasa dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, bahkan hingga ke ujung bumi,” sebagaimana berdasarkan buku Hikmah yang Tersembunyi: Menemukan Jejak Ilahi di Setiap Peristiwa, Fritz Meko (2020:109).

Tak hanya itu, setelah kebangkitan-Nya, dalam berbagai kesempatan Yesus muncul di hadapan murid-Nya dengan memberikan ajaran, menguatkan iman, dan menyiapkan pengikutnya akan tugas yang harus dikerjakan.

Sementara itu, dalam Kisah Para Rasul (1:9-11), dikisahkan bahwa saat murid-murid menatap ke langit untuk menyaksikan kenaikan Isa Almasih, datanglah dua orang dengan pakaian berwarna putih berdiri di dekatnya.

Dua orang tersebut berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Ia naik ke surga.”

Beberapa ayat di atas menjelaskan dua poin utama yakni Yesus yang naik ke surga dan kembalinya Ia pada suatu hari nanti untuk membawa setiap orang yang percaya dan beriman kepada-Nya ke surga.

Kisah tentang kenaikan Isa Almasih menjadi hal yang penting bagi kaum Kristiani sebab menegaskan tentang keilahian Isa. Di sisi lain, kisah ini juga memberikan pemahaman akan Isa yang memiliki kekuasaan atas kematian dan surga.

Tidak hanya itu, peristiwa naiknya Yesus ke surga juga menjadi pembuktian atas keyakinan akan kebangkitan orang yang telah meninggal dan adanya kehidupan sesudah kematian.

Kenaikan Isa Almasih juga menjadi peristiwa antiklimaks yang jika diibaratkan dengan menonton film, kisah ini adalah berakhirnya suatu acara dengan diakhiri tulisan the end pada layar kaca, sebagaimana mengutip dari buku Dengan Mata Menatap ke Yesus, Eka Darmaputra (2008:52).

Lebih lanjut, dalam buku tersebut dikatakan bahwa secara teologis dan pandangan penghayatan iman, hari kenaikan Tuhan Yesus merupakan watershed bagi orang-orang beragama Kristen.

Dalam buku Dengan Mata Menatap ke Yesus, Eka Darmaputra (2008:52-53) juga dijelaskan tentang beberapa hal inti dari peristiwa naiknya Yesus ke langit.

  1. Pertama, kenaikan Isa ke surga menjadi tonggak batas yang menjadi pembeda antara periode sebelum dan sesudah kenaikan, antara Pre-Ascension dan Post-Ascension, antara masa Pra-Kenaikan dan Pasca-Kenaikan.

  2. Poin kedua, sebelum kenaikan, titik berat dari kesaksian Alkitab adalah apa yang Allah lakukan untuk manusia. Setelah kenaikan, titik beratnya adalah apa yang manusia lakukan atau kerjakan pada Tuhan.

  3. Ketiga, sebelum kenaikan Yesus, masa itu disebut dengan masa pendidikan, masa penggemblengan, masa pembinaan bagi para pengikut-Nya. Setelah kenaikan, para pengikut Isa telah sampai pada waktunya untuk turun gunung dan terjun ke masyarakat, mempraktikkan dan mengamalkan apa yang telah dipelajari sebelumnya.

  4. Poin berikutnya adalah sebelum kenaikan, masa ini menjadi periode kehadiran Tuhan Yesus secara fisik yang utuh secara jasmani. Setelah kenaikannya ke langit, Yesus tidak serta merta meninggalkan pengikutnya, melainkan tetap menyertai. penyertaan-Nya itu tidak lagi dalam bentuk fisik, melainkan secara rohani. Hal tersebut dapat terjadi jika terdapat hubungan cinta yang sangat mendalam antara dua orang. Sebagai perumpamaan, yang satu berada di Kutub Utara, yang lainnya berada di Kutub Selatan. Keduanya saling berjauhan sehingga tidak bisa saling menyentuh. Hal ini akan terasa dekat, jika keduanya saling mencintai, sehingga di mana pun berada dengan keadaan dan bagaimanapun kondisinya, masing-masing dari orang tersebut akan merasakan kehadirannya.

Makna Dibalik Kisah Kenaikan Yesus Kristus

Peristiwa kenaikan Yesus Kristus menjadi salah satu kisah yang penting dalam agama Kristen dan tentunya memiliki makna yang dalam. Berikut beberapa makna di balik kisah kenaikan Yesus Kristus berdasarkan gkikelapacengkir.org:

  1. Sebagai pemenuhan nubuat dan janji Allah. Kenaikan Yesus dinilai sebagai pemenuhan nubuat-nubuat dalam Alkitab yang meramalkan peristiwa ini yang mana merupakan rencana keselamatan Allah yang telah Dia tetapkan sejak dulu. Kenaikan-Nya juga mempertegas akan keberadaan Yesus sebagai Anak Allah yang diutus-Nya untuk menyelamatkan umat manusia.

  2. Sebagai pembuka jalan bagi Roh Kudus. Diketahui bahwa Yesus berjanji akan mengutus Roh Kudus kepada para pengikut-Nya sebelum kenaikan-Nya. Adapun kenaikan-Nya membuka jalan bagi turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta yang memberikan kekuatan, petunjuk, dan pengertian kepada umat Kristen untuk melaksanakan kehidupan rohaniah serta memahami ajaran-Nya secara mendalam.

  3. Sebagai sumber harapan dan antisipasi kedatangan-Nya kembali. Kenaikan Isa Almasih memberi harapan akan kehadiran-Nya kembali ke dunia untuk kedua kalinya. Seperti yang sudah dijanjikan, Yesus akan kembali untuk menghakimi dunia dan membawa kerajaan Allah yang kekal. Pendapat ini memberikan dorongan kepada manusia untuk hidup dengan penuh pengharapan dan kesiapan dalam menjalani kehidupan sebagaimana ajaran dan nilai-nilai-Nya.

  4. Sebagai kemenangan atas kematian dan dosa. Dengan kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, Yesus telah menangani efek dosa dan memberikan maksud akan kehidupan kekal bagi semua orang yang memercayai-Nya. Selain itu, kenaikan-Nya itu juga menggarisbawahi bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan mencapai keselamatan dan kehidupan yang abadi.

  5. Sebagai peneguhan kedudukan dan kekuasaan Kristus. Kenaikan Yesus menegaskan akan kedudukan-Nya sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. keberadaan-Nya duduk di sebelah kanan Allah Bapa, memiliki kekuasaan tertinggi, dan memerintah atas segala sesuatunya. Hal ini memberikan pengajaran berupa sebagai umat Kristen, manusia harus tunduk kepada otoritas dan kekuasan-Nya dalam setiap segi kehidupan.

Kisah kenaikan Isa Almasih menjadi salah satu cara untuk mengenang kehadiran Yesus di dunia. Selain itu, kisah ini juga menjadi penantian umat Kristiani terhadap janji kembalinya Tuhan Yesus kedua kalinya menemui pengikut-Nya. (fat)

Baca juga: 23 Ucapan Kenaikan Isa Almasih serta Sejarahnya