Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Muhammad Lengkap dari Kelahiran hingga Wafatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Nabi Muhammad Lengkap. Foto: Unsplash/Abdullah Öğük
zoom-in-whitePerbesar
Kisah Nabi Muhammad Lengkap. Foto: Unsplash/Abdullah Öğük

Nabi Muhammad saw merupakan nabi terakhir yang diutus oleh Allah Swt untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.

Sebagai nabi penutup, beliau bertugas untuk menyempurnakan ajaran-ajaran yang telah dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya dan menyampaikan petunjuk yang sempurna untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Dikutip dari buku Kisah Nabi Muhammad saw oleh Yoyok Rahayu Basuki, diceritakan Kisah Nabi Muhammad lengkap kelahiran hingga wafatnya dan bagaimana Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah Swt dalam bentuk Al-Qur'an.

Daftar isi

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad Lengkap. Foto: Unsplash/Abdullah Öğük

Kelahiran Nabi Muhammad saw adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam dan menjadi awal perubahan besar bagi dunia. Berikut adalah beberapa hal penting kisah Nabi Muhammad lengkap mengenai kelahiran beliau:

1. Tanggal dan Tempat Kelahiran:

  • Nabi Muhammad saw dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Tahun kelahirannya dikenal sebagai Tahun Gajah (570 Masehi), dinamakan demikian karena peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah dari Yaman.

  • Beliau dilahirkan di kota Mekkah, yang pada saat itu merupakan pusat perdagangan dan agama bagi suku Quraisy.

2. Keluarga:

  • Nabi Muhammad saw lahir dari keluarga Bani Hasyim, salah satu klan terkemuka di Mekkah.

  • Ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad saw dilahirkan. Ibunya, Aminah binti Wahb, wafat ketika beliau masih berusia sekitar enam tahun, sehingga beliau menjadi yatim piatu pada usia muda.

  • Setelah wafatnya Aminah, Nabi Muhammad saw diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, dan setelah kakeknya meninggal, beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

3. Peristiwa Ajaib:

  • Terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan peristiwa-peristiwa ajaib yang terjadi saat kelahiran Nabi Muhammad saw, seperti pancaran cahaya dari tubuh beliau yang menerangi istana-istana di Syam (Syria) dan runtuhnya berhala-berhala di sekitar Ka'bah.

  • Kelahiran Nabi Muhammad saw juga disambut dengan gembira oleh orang-orang terdekat beliau, karena ada keyakinan bahwa beliau akan menjadi sosok yang besar dan membawa perubahan bagi dunia.

4. Masa Kecil:

  • Setelah kelahirannya, Nabi Muhammad saw disusui oleh Halimah As-Sa’diyah, seorang wanita dari suku Bani Sa’ad. Kehidupan beliau bersama Halimah membawa berkah bagi keluarga tersebut, dan Halimah sangat menyayangi Nabi Muhammad saw.

  • Masa kecil Nabi Muhammad saw dihabiskan di pedesaan, yang memberikan beliau kesehatan fisik dan kemampuan berbahasa Arab yang fasih.

  • Kelahiran Nabi Muhammad saw dianggap sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Hari kelahiran beliau juga diperingati oleh umat Muslim sebagai Maulid Nabi, untuk mengenang dan merenungi ajaran-ajaran serta teladan hidup yang beliau bawa.

Nabi Muhammad saw. Mendapatkan Wahyu Pertama

Nabi Muhammad saw mendapatkan wahyu pertama pada usia 40 tahun. Peristiwa ini menandai awal kenabian beliau dan merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam.

Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad saw sering menyendiri di Gua Hira, sebuah gua di Jabal Nur, dekat Mekkah.

Beliau menghabiskan waktu di sana untuk merenung dan beribadah, mencari kebenaran dan pencerahan di tengah-tengah masyarakat Mekkah yang saat itu penuh dengan penyembahan berhala dan kebobrokan moral.

Pada suatu malam di bulan Ramadan, ketika beliau sedang berada di Gua Hira, terjadi peristiwa besar yang mengubah hidupnya dan sejarah umat manusia.

Saat di dalam gua, Nabi Muhammad saw didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah Swt. Malaikat Jibril memerintahkan beliau untuk "Iqra!" (Bacalah!), namun Nabi Muhammad saw, yang tidak bisa membaca atau menulis, menjawab, "Aku tidak bisa membaca."

Malaikat Jibril mengulangi perintah tersebut tiga kali, dan akhirnya menyampaikan wahyu pertama yang berupa lima ayat dari Surah Al-‘Alaq:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

Setelah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw sangat ketakutan dan terguncang. Beliau segera pulang ke rumah dan meminta istrinya, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimutinya.

Khadijah memberikan dukungan penuh kepada beliau dan membawa Nabi Muhammad saw menemui Waraqah bin Naufal, seorang sepupu Khadijah yang merupakan seorang ahli kitab (Nasrani).

Waraqah menegaskan bahwa yang datang kepada Nabi Muhammad saw adalah Malaikat Jibril, dan bahwa Nabi Muhammad saw telah diangkat sebagai Rasul Allah, seperti para nabi sebelumnya.

Allah Memerintahkan Dakwah secara Terang-Terangan

Setelah beberapa tahun melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, Allah Swt memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan ajaran Islam secara terang-terangan kepada seluruh masyarakat Mekkah.

Perintah ini menjadi titik penting dalam penyebaran Islam dan menandai fase baru dalam misi kenabian beliau. Perintah untuk berdakwah secara terbuka datang melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw dalam Surah Al-Hijr, ayat 94:

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (QS. Al-Hijr: 94)

Selain itu, ada juga perintah dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 214 yang memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk mengingatkan keluarga terdekatnya terlebih dahulu:

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (QS. Asy-Syu'ara: 214)

Wafatnya Nabi Muhammad saw

Wafatnya Nabi Muhammad saw merupakan salah satu peristiwa dalam sejarah Islam, yang meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat dan seluruh umat Muslim. Berikut adalah detail mengenai peristiwa tersebut:

1. Kondisi Sebelum Wafat:

  • Nabi Muhammad saw mulai merasakan gejala sakit setelah pulang dari Haji Wada' (Haji Perpisahan) pada tahun ke-11 Hijriyah. Beliau mengalami demam tinggi dan kelemahan fisik selama beberapa hari.

  • Selama masa sakitnya, Nabi Muhammad saw tetap berusaha menjalankan tugasnya, termasuk mengimami salat. Namun, kondisi beliau semakin lemah, dan beliau meminta Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk menggantikannya mengimami shalat.

2. Hari-Hari Terakhir:

  • Nabi Muhammad saw menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah istri beliau, Aisyah binti Abu Bakar. Beliau seringkali berdoa dan memohon ampun kepada Allah Swt.

  • Pada saat menjelang wafat, beliau memberikan beberapa wasiat penting kepada umatnya, termasuk untuk menjaga salat dan memperlakukan orang-orang yang berada di bawah perlindungan mereka dengan baik.

3. Wafatnya Nabi Muhammad saw:

  • Nabi Muhammad saw wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah (8 Juni 632 Masehi), di usia 63 tahun. Beliau meninggal di pangkuan Aisyah binti Abu Bakar.

Ketika wafat, Nabi Muhammad saw mengucapkan kalimat terakhir:

"Bersama Ar-Rafiq Al-A’la (Teman yang Maha Tinggi)." Ini menunjukkan bahwa beliau memilih untuk kembali kepada Allah Swt.

4. Reaksi Umat Muslim:

  • Wafatnya Nabi Muhammad saw membawa kesedihan mendalam bagi para sahabat dan umat Muslim. Banyak di antara mereka yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa Rasulullah telah wafat.

  • Umar bin Khattab, salah satu sahabat dekat Nabi, bahkan sempat tidak percaya dan mengancam siapa saja yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw telah wafat. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq kemudian menenangkan umat dengan mengingatkan mereka akan ayat Al-Qur'an:

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali Imran: 144)

5. Pemakaman:

  • Nabi Muhammad saw dimakamkan di tempat beliau wafat, yaitu di kamar Aisyah di Masjid Nabawi, Madinah. Pemakaman beliau dilakukan dengan sangat sederhana, sesuai dengan teladan hidup beliau.

  • Makam Nabi Muhammad saw kini menjadi tempat yang sangat dihormati dan dikunjungi oleh umat Muslim dari seluruh dunia.

6. Warisan Nabi Muhammad saw:

  • Meskipun Nabi Muhammad saw telah wafat, ajaran dan sunnah beliau terus hidup dan menjadi pedoman bagi umat Muslim hingga saat ini.

  • Beliau meninggalkan Al-Qur'an dan sunnah sebagai panduan utama bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Wafatnya Nabi Muhammad saw menandai akhir dari era kenabian, tetapi ajaran-ajaran beliau terus memberikan pengaruh besar bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Ajaran dan teladan hidup beliau tetap menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan panduan moral bagi miliaran orang hingga hari ini.

Baca Juga : 21 Doa Melancarkan Rezeki yang Berkah Amalkan Setiap Hari