Komoditas Ekspor Indonesia: Aktivitas Perdagangan Antarnegara

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ekspor adalah kegiatan menjual barang, produk, atau jasa ke luar negeri. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh individu atau lembaga yang bertugas menanganinya. Tujuan utama kegiatan ekspor adalah untuk memperoleh keuntungan.
Harga barang yang diekspor ke luar negeri akan lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di dalam negeri. Barang yang diekspor tersebut dibayar menggunakan alat pembayaran berupa mata uang asing, tergantung negara mana yang dituju.
Mata uang asing ini akan ditukar menjadi mata uang Rupiah pada bank dalam negeri. Kemudian mata uang asing tersebut ditampung oleh pemerintah dan disebut sebagai salah satu sumber devisa negara.
Mengutip dalam buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) yang diterbitkan oleh PT Grafindo Media Pratama, ada tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan ekspor, yaitu:
Kekuatan permintaan dan penawaran di pasar luar negeri
Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan luar negeri
Kepandaian eksportir memanfaatkan peluang pasar.
Sementara itu, untuk mengembangkan komoditas ekspor Indonesia, pemerintah perlu menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung dalam pelaksanaan ekspor, contoh kebijakannya adalah sebagai berikut.
Keanekaragaman produk ekspor
Pemberian dukungan kepada produsen barang ekspor
Pengendalian harga produk ekspor dalam negeri
Menciptakan iklim usaha yang kondusif
Menjaga agar kurs valuta asing stabil
Peningkatan promosi dagang di luar negeri
Pemberian informasi dagang kepada pelaku ekonomi.
Komoditas Ekspor Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara yang melakukan aktivitas perdagangan antarnegara untuk mendapatkan sumber pendapatan bagi negaranya. Secara garis besar ada dua kategori ekspor, yaitu migas dan nonmigas.
Dalam buku Wahana Ilmu Pengetahuan Sosial yang disusun oleh Tim Pena Cendekia, komoditas ekspor Indonesia dalam dua jenis kegiatan ekspor, antara lain:
a. Ekspor Migas
Indonesia memiliki kekayaan migas yang tersebar di beberapa daerah. Hasil tambang minyak bumi mentah akan dikirim ke negara Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Australia.
Sementara itu, untuk ekspor gas bumi tujuan negaranya adalah Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Hongkong.
b. Ekspor Nonmigas
Produk yang diekspor dalam jenis nonmigas meliputi hasil pertanian, pertambangan (selain migas), dan perindustrian. Indonesia juga Mengekspor tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri, seperti asisten rumah tangga, sopir, dan perawat.
Adapun disebutkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, terdapat 10 produk utama Indonesia yang diekspor ke berbagai negara di dunia, di antaranya adalah sebagai berikut.
Udang: Jepang, Hongkong, China, Singapura, Malaysia, Italia, Inggris, Kanada, dan sebagainya.
Kopi: Brasil, China, Thailand, Turki, dan Amerika Serikat.
Minyak kelapa sawit: India, China, Afrika Selatan, Mesir, Jerman, dan Rusia.
Karet dan produk karet: Jepang, Filipina, Australia, Taiwan, dan Korea Selatan.
Kakao: Malaysia, Singapura, India, Jepang, Jerman, dan Swiss.
TPT: Amerika, Jerman, Panama, Italia, Kanada, Jepang, dan Australia.
Alas kaki: Amerika, Italia, Jerman, Korea Selatan, dan China
Elektronika: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, dan Polandia.
Komponen kendaraan bermotor: Amerika, China, Malaysia, dan Hongkong
Furnitur: Jerman, Italia, Kanada, Malaysia, Singapura, China, dan Korea Selatan.
(HDP)
