Konten dari Pengguna

Komponen Ekosistem Berdasarkan Fungsi dan Penyusunnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi salah satu contoh ekosistem. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu contoh ekosistem. Foto: iStock

Komponen ekosistem terdiri dari beberapa komponen yang dibedakan berdasarkan fungsi dan penyusunnya.

Dilihat dari segi fungsinya, komponen ekosistem terdiri dari komponen autotrofik dan heterotrofik. Sementara berdasarkan penyusunnya, komponen ekosistem terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik.

Untuk memahami lebih jauh mengenai komponen ekosistem ini, simak uraian lengkapnya berikut ini.

Komponen Ekosistem Berdasarkan Fungsinya

Salah satu komponen ekosistem adalah komponen autrotofik, contohnya tumbuhan. Foto: iStock

Dikutip dari Geografi untuk SMA/MA Kelas XI oleh Amir Khosim dan Kun Marlina Lubis, ekosistem adalah suatu wilayah yang di dalamnya terdapat berbagai unsur hayati dan fisik yang saling memengaruhi dan tidak bisa dipisahkan antara unsur-unsur yang satu dengan unsur yang lain.

Biasanya, di dalam ekosistem akan terjadi pertukaran energi antara unsur-unsur ekosistem itu sendiri. Berdasarkan fungsinya, komponen ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Komponen autotrofik, yaitu organisme yang mampu menyediakan atau memproduksi makanan secara mandiri. Biasanya jenis organisme autotrofik adalah tumbuhan yang mampu mengubah zat anorganik menjadi organik dengan bantuan sinar matahari.

  2. Komponen heterotrofik, yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri, tetapi memanfaatkan bahan-bahan lain yang telah dibuat oleh organisme lainnya. Contohnya, manusia dan hewan.

Komponen Ekosistem Berdasarkan Penyusunnya

Dikutip dari Biologi Interaktif Kelas X IPA oleh Wijaya Jati, apabila dilihat dari segi penyusunnya, komponen ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Komponen Biotik

Komponen biotik dalam ekosistem terdiri dari produsen, konsumen, detritivor, dan pengurai.

a. Produsen

Contoh produsen adalah tumbuhan. Foto: iStock

Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri, misalnya ganggang, bakteri, dan tumbuhan hijau yang memanfaatkan cahaya matahari atau energi kimia untuk membuat makanannya sendiri.

Ada yang melalui proses fotosintesis (menggunakan energi cahaya matahari), maupun kemosintesis (menggunakan energi kimia).

b. Konsumen

Contoh konsumen adalah sapi. Foto: iStock

Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri. Konsumen memperoleh nutrisi dengan cara memakan makhluk hidup yang lain. Konsumen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Pemakan tumbuhan (herbivora). Contohnya adalah sapi, kambing, dan kerbau.

  • Pemakan hewan (karnivora). Contohnya adalah harimau, singa, dan buaya.

  • Pemakan tumbuhan dan hewan (omnivora). Contohnya adalah tikus, kucing, dan manusia.

c. Detritivor

Contoh detritivor adalah bintang laut. Foto: iStock

Detritivor merupakan organisme pemakan detritus (sisa-sisa makhluk hidup). Contohnya adalah cacing, bintang laut, dan teripang.

d. Dekomposer

Contoh dekomposer adalah jamur. Foto: iStock

Dekomposer merupakan organisme yang menguraikan senyawa organik dari makhluk hidup yang sudah mati menjadi senyawa anorganik. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur.

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik dalam ekosistem terdiri dari udara, air, tanah, mineral, cahaya, pH, suhu, dan kelembapan.

a. Udara

Udara di atmosfer tersusun atas nitrogen (78%), oksigen (21%), karbon dioksida (0,03%), dan gas lainnya. Nitrogen merupakan gas penyusun udara terbesar. Gas ini diperlukan makhluk hidup untuk membentuk protein dan persenyawaan lainnya.

Hewan dan manusia tidak mampu memanfaatkan nitrogen yang ada di udara secara langsung. Nitrogen baru dapat dimanfaatkan oleh hewan dan manusia dalam bentuk persenyawaan protein dan asam amino yang dibentuk oleh tumbuhan.

Oksigen dibutuhkan untuk pernapasan oleh tumbuhan, hewan, dan manusia. Sementara karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan dalam fotosintesis.

b. Air

Air. Foto: iStock

Air merupakan komponen penting bagi makhluk hidup. Sekitar 80-90% tubuh makhluk hidup tersusun oleh air.

Air digunakan sebagai pelarut dalam sitoplasma, tempat berlangsungnya reaksi kimia tubuh, menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan.

c. Tanah dan Mineral

Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme penyusun ekosistem. Tanah juga merupakan sumber utama tersedianya mineral yang diperlukan oleh makhluk hidup, misalnya belerang, kalium, kalsium, natrium, dan fosfor.

Mineral-mineral tersebut dimanfaatkan dalam metabolisme tubuh, menjaga keseimbangan asam basa, dan mengatur fungsi fisiologi tubuh.

d. Cahaya

Cahaya matahari. Foto: iStock

Matahari merupakan sumber energi bagi makhluk hidup di bumi. Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari secara langsung dalam fotosintesis, sedangkan hewan dan manusia memanfaatkan cahaya matahari melalui tumbuhan dan produsen lain.

e. pH

Derajat keasaman (pH) juga berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup. Pada umumnya, makhluk hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam atau terlalu basa. Sebagian besar makhluk hidup memerlukan lingkungan dengan pH yang netral (ph 7).

f. Suhu dan Kelembapan

Ilustrasi pengukuran suhu. Foto: iStock

Suhu lingkungan ditentukan oleh banyaknya sinar matahari yang diserap oleh komponen penyusun ekosistem. Makhluk hidup rata-rata dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 0 sampai 40 derajat Celsius.

Suhu ideal bagi kelangsungan makhluk hidup sekitar 27 derajat Celsius. Oleh karena itu, Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa dengan suhu hangat sepanjang tahun memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Penyebabnya karena banyak makhluk hidup yang dapat bertahan hidup pada kondisi ini.

Kelembapan merupakan gambaran banyaknya uap air yang terdapat dalam udara. Kelembapan penting bagi makhluk hidup untuk menjaga agar tidak terjadi penguapan berlebih dari tubuhnya.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu komponen autotrofik?

chevron-down

Komponen autotrofik, yaitu organisme yang mampu menyediakan atau memproduksi makanan secara mandiri.

Apa itu komponen heterotrofik?

chevron-down

Komponen heterotrofik, yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri, tetapi memanfaatkan bahan-bahan lain yang telah dibuat oleh organisme lainnya.

Apa itu ekosistem?

chevron-down

Ekosistem adalah suatu wilayah yang di dalamnya terdapat berbagai unsur hayati dan fisik yang saling memengaruhi dan tidak bisa dipisahkan antara unsur-unsur yang satu dengan unsur yang lain.