Konjungsi Temporal: Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konjungsi temporal adalah salah satu jenis konjungsi atau kata hubung dalam sebuah kalimat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata temporal artinya suatu hal yang berhubungan dengan waktu.
Jadi, konjungsi temporal dapat diartikan sebagai konjungsi atau kata hubung yang digunakan untuk menandakan waktu kejadian. Sederhananya, konjungsi ini disebut sebagai konjungsi waktu.
Konjungsi temporal memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan konjungsi lain. Penjelasan lebih lengkap dapat disimak pada uraian berikut.
Tujuan dan Ciri-Ciri Konjungsi Temporal
Tujuan utama dari konjungsi temporal adalah menghubungkan kalimat yang berkaitan dengan waktu. Dengan begitu, dua kalimat yang sebenarnya merupakan peristiwa berbeda, dapat disatukan menjadi kalimat utuh yang saling berhubungan.
Menyadur jurnal bahasa Indonesia berjudul Penggunaan Konjungsi Subordinatif Kausal dan Temporal dalam Teks Berita yang disusun oleh Amalya Navyca Putri, selain berhubungan dengan waktu, ciri-ciri konjungsi temporal lainnya, yaitu:
1. Berfungsi Sebagai Subjungtif
Subjungtif adalah suatu modus yang menyatakan kemungkinan yang objektif. Artinya, penggunaan konjungsi temporal dalam suatu kalimat berfungsi agar kalimat yang ditulis memiliki makna yang lengkap, koheren, dan mudah dipahami.
2. Bersifat Fleksibel
Maksudnya fleksibel, yaitu konjungsi temporal dapat diletakkan di mana saja, baik di awal, tengah, maupun akhir. Penempatan tersebut menyesuaikan maksud dan tujuan dari kalimat yang ditulis.
3. Menjadi Penghubung Kalimat Utama dan Kalimat Induk
Konjungsi temporal bisa menjadi pengait antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dengan begitu, pembaca bisa dengan mudah memahami hubungan kedua kalimat tersebut.
Baca Juga: 8 Contoh Kalimat Konjungsi Subordinatif dan Pengertiannya
Jenis-Jenis Konjungsi Temporal
Menyadur buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII yang disusun oleh Idda Ayu Kusrini, berdasarkan letak penulisan, konjungsi temporal terdiri dari dua macam, yakni konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat. Berikut penjelasannya.
1. Konjungsi Temporal Sederajat
Konjungsi temporal sederajat adalah kata hubung yang diletakkan di tengah kalimat. Konjungsi ini digunakan dalam kalimat majemuk setara.
Contoh kata konjungsi temporal sederajat adalah kemudian, lalu, selanjutnya, setelahnya dan sebelumnya. Contoh kalimatnya, yaitu:
Setelah komputer dimatikan kemudian matikan juga layar monitornya.
Setelah minyak panas kemudian masukkan bumbu yang sudah dicincang halus.
Sendy mampir sebentar kemudian pergi lagi
Budi kehilangan tasnya lalu segera melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Kucing itu berlari kencang lalu melompat tinggi menaiki pohon mangga di sana.
Kondisi tubuhnya sudah membaik selanjutnya ia akan dipindah ke ruang perawatan umum.
Cuaca di wilayah Jawa Timur sudah mulai membalik, selanjutnya pemerintah daerah akan melakukan penanggulangan banjir.
Arman mengikuti ekstrakurikuler musik pada sore nanti, setelahnya ia akan langsung tampil di pentas seni sekolah.
Pergi ke pasar saja dulu, setelahnya baru ke tempat lain.
Rina masih merasa lapar padahal sebelumnya sudah makan banyak.
Setelah lolos di tahap tes pertama, berarti selanjutnya mengikuti tes kedua di tanggal 28 Juli mendatang.
Perutnya masih saja terasa sakit padahal sebelumnya ia sudah berobat ke dokter minggu lalu.
Pencuri itu masih saja berdalih meski sebelumnya dia pernah tertangkap atas kasus yang sama.
Dia mengerjakan tugasnya dengan cermat lalu mengumpulkan ke guru.
Saya menyelesaikan pekerjaan rumah, kemudian pergi bermain bola.
Setelahnya, mereka berdiskusi tentang rencana liburan musim panas.
Sebelumnya, saya telah membeli bahan-bahan untuk membuat kue, kemudian mulai memasak.
Sinta membaca buku selama beberapa jam, selanjutnya menulis ulasan tentang cerita tersebut.
Dani menyiram tanaman di samping rumah, lalu memotong rumput liar.
Ibu menyiapkan makan malam, kemudian menghidangkannya di meja.
Setelahnya, mereka pergi ke bioskop untuk menonton film terbaru.
Sebelumnya, dia menghubungi adiknya kemudian berangkat ke acara pesta.
Ayah membersihkan ruang keluarga selanjutnya mengatur sofa dan meja.
Perut Nada masih saja sakit, padahal sebelumnya ia sudah membeli obat di apotek.
Kondisi motornya sudah membaik, selanjutnya Dita akan mencucinya agar terlihat bersih.
2. Konjungsi Temporal Tak Sederajat
Konjungsi temporal tak sederajat dapat diletakkan di berbagai posisi kalimat, baik di awal, tengah, atau akhir. Jenis konjungsi ini juga dapat digunakan dalam semua jenis kalimat majemuk.
Kata konjungsi temporal tak sederajat lebih banyak dari konjungsi temporal sederajat, meliputi apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, dan taktala.
Berikut contoh kalimat konjungsi temporal tak sederajat yang bisa disimak:
Ani terbangun dari tidurnya, saat ia mendengar suara ibunya sedang mencuci piring.
Apabila hari sudah mulai gelap, lampu di jalan akan mulai dinyalakan.
Sementara air direbus, siapkan bahan-bahan lain seperti kopi dan gula.
Ari datang ke rumah Ayu, ketika Nana baru saja berangkat ke kantor.
Ibu dan Ayah berangkat kerja ketika Aku masih tertidur.
Adik terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ayah memanggil namanya dari dapur.
Sementara Arsenal baru meraih empat gelar, Real Madrid sudah berhasil juara sebanyak 14 kali.
Apabila cuaca mulai panas, penutup stadion akan otomatis tertutup.
Saat penonton mulai tidak terkendali, para polisi mulai bergerak mengamankan kondisi.
Selama cuaca masih panas, kondisi sawah di wilayah itu akan selalu kekurangan air.
Bagas bertemu dengan Silsa tatkala ia masih SMA.
Rumah Adi jadi kosong sejak keluarganya pindah satu bulan yang lalu.
Apabila Rani tersenyum padaku, itu berarti dia menyukai kado pemberianku.
Ayo kita harus segera pergi dari tempat ini sebelum hujan semakin besar.
Sejak hari Sabtu, kota itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Aku pergi ke pasar, sementara kamu pergi ke toko buku.
Anak-anak bermain di taman saat matahari bersinar terang, sementara orang tua mereka duduk di teras mengawasinya.
Ketika aku tiba di rumah, dia sudah tergeletak di lantai.
Sejak pagi, aku mencoba menghubunginya tapi tak berhasil.
Sementara kamu mengerjakan pekerjaannya, aku akan menyiapkan makan malam.
Apabila langit terlihat mendung, jangan lupa membawa jas hujan.
Sementara ayah bekerja, aku dan kakak membantu ibu di dapur.
Dia sudah tumbuh besar sejak terakhir kali kita ketemu.
Aku mau datang apabila kamu juga datang.
Ketika ibu membutuhkannya untuk meminta bantuan, dia malah menghilang.
(IPT)
