Konten dari Pengguna

Konservasi Lahan: Definisi dan Metodenya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konservasi lahan pada lahan pertanian. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konservasi lahan pada lahan pertanian. Foto: Pixabay.com

Konservasi lahan menjadi salah satu bagian penting dari budi daya pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak karena erosi.

Mengutip buku Konservasi Tanah dan Air yang ditulis oleh Ni Gusti Ketut Roni, konservasi lahan dalam arti luas ialah penempatan setiap bidang tanah dengan cara penggunaan dan perawatan sesuai kebutuhan tanah.

Teknik pemeliharaan lahan di Indonesia terdiri dari tiga prinsip utama. Pertama, perlindungan permukaan tanah terhadap hujan. Kedua, peningkatan kapasitas infiltrasi tanah seperti pemberian bahan organik atau peningkatan penyimpanan air. Ketiga, pengurangan laju aliran permukaan sehingga menghambat material tanah dan hara terhanyut.

Konservasi lahan memiliki empat metode dengan ciri khasnya tersendiri, yaitu:

Konservasi dengan Metode Vegetatif

Ilustrasi Konservasi Lahan. Foto: Pixabay.com

Teknik konservasi lahan secara vegetatif berarti memanfaatkan tanaman atau vegetasi maupun sisa-sisa tanaman sebagai media pelindung tanah dari erosi. Metode lainnya, yakni menghambat laju aliran permukaan, meningkatkan kandungan lengas tanah, dan memperbaiki sifat-sifat tanah, baik fisik, kimia, maupun biologi.

Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat:

  1. Memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah.

  2. Mengurangi evaporasi karena lahan ditutupi serasah dan tajuk .

  3. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah, sehingga memperbesar jumlah infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi.

  4. Memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menambah penghasilan petani.

Konservasi dengan Metode Teknis

Konservasi pertanian lahan kering juga bisa dilakukan dengan metode teknis. Cara pemeliharaannya, yaitu mengatur aliran permukaan sehingga tidak merusak lapisan olah tanah yang bermanfat bagi pertumbuhan tanaman.

Konservasi dengan metode teknis ini biasa dilakukan dengan berbagai alternatif penanganan. Pemilihannya tergantung dari kondisi di lapangan. Beberapa teknik yang dapat dilakukan di antaranya:

  1. Pengolahan tanah menurut kontur

  2. Pembuatan guludan (petak tanah yang telah digemburkan untuk tempat menyemaikan bibit)

  3. Terasering

  4. Saluran air

Konservasi dengan Metode Mekanis

Cara mekanis adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanah.

Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi, dan menampung serta menyalurkan aliran air permukaan.

Teknik konservasi mekanis disebut juga dengan sipil teknis. Istilah tersebut mengacu pada upaya menciptakan fisik lahan atau merekayasa bidang lahan pertanian hingga sesuai dengan prinsip konservasi tanah sekaligus air. Teknik ini juga meliputi:

  1. Guludan

  2. Pembuatan teras gulud

  3. Teras bangku

  4. Teras individu

  5. Teras kredit

  6. Pematang kontur

  7. Teras kebun

  8. Barisan batu

  9. Teras batu

Konservasi dengan Metode Kimiawi

Metode ini dilakukan dengan memakai bahan-bahan kimia organik maupun anorganik. Tujuannya, untuk memperbaiki sifat tanah dan menekan laju erosi.

Teknik ini jarang digunakan petani karena keterbatasan modal, kesulitan pengadaan, dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan pemanfaatan bahan-bahan alami.

(FNS)