Konten dari Pengguna

Leukosit, Sel Darah yang Mampu Memakan Kuman Penyakit

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sel darah yang mampu memakan kuman penyakit adalah sel darah putih. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Sel darah yang mampu memakan kuman penyakit adalah sel darah putih. Foto: Freepik

Dalam tubuh manusia terdapat berbagai macam sel darah yang mempunyai fungsinya masing-masing. Mengutip buku Mengenali Sel-Sel Darah dan Kelainan Darah karya Novi Khila Firani, di dalam tubuh manusia, setidaknya terdapat empat sel darah, yakni:

  • Sel darah marah (eritrosit): Sel darah yang penting ada di tubuh manusia untuk keberlangsungan hidup karena fungsinya yang membawa oksigen untuk tubuh.

  • Sel darah putih (leukosit): Sel darah yang mampu memakan kuman penyakit adalah sel darah putih. Selain itu, leukosit menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus, jamur, bakteri, dan parasit.

  • Trombosit: Salah satu sel darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah, sehingga luka dapat tertutup dengan rapat.

  • Hemoglobin: Protein dalam sel darah merah yang memberikan warna merah pada darah dan bertugas mengangkut oksigen.

Penjelasan di bawah ini akan memaparkan tentang sel darah putih yang memiliki peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Simak selengkapnya berikut ini.

Tentang Sel Darah Putih

Mengutip jurnal Klasifikasi Sel Darah Putih Menggunakan Metode Support Vector Machine (SVM) Berbasis Pengolahan Citra Digital karya Bhima Caraka, sel darah putih merupakan salah satu sel pembentuk komponen darah yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam melawan berbagai penyakit dan sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Artinya, sel darah yang mampu memakan kuman penyakit adalah sel darah putih atau leukosit.

Sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Normalnya, sel darah putih memiliki jumlah sekitar 5.000-10.000 mcL.

Apabila sel darah putih yang diproduksi berlebihan, yaitu melebihi 10.00 mcL, maka hal ini bisa menyebabkan timbulnya penyakit yang disebut dengan leukimia (kanker darah).

Biasanya, leukosit yang tinggi diikuti dengan berbagai gejala. Misalnya, seperti demam, mudah memar, tubuh terasa lemas, pusing atau sakit kepala, sulit bernapas, berat badan menurun, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Sel Darah Putih

Sel darah yang mampu memakan kuman penyakit adalah sel darah putih. Foto: Pixabay

Sel darah putih juga memiliki beberapa jenis yang menjadi pembeda. Berikut jenis-jenis sel darah putih yang disusun dalam jurnal berjudul Sel Darah Putih oleh Kurnia Eka Wijayanti, yakni:

1. Neutrofil

Neutrofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang memiliki fungsi, yakni sebagai garis pertahanan tubuh terhadap zat asing terutama terhadap bakteri. Neutrofil termasuk sel darah putih yang paling banyak hingga 70%.

2. Eosinofil

Eosinofil menghasilkan antibodi terhadap antigen yang dikeluarkan oleh parasit. Masa hidup eosinofil lebih lama dari neutrofil, yaitu sekitar 8-12 jam.

3. Basofil

Basofil adalah jenis leukosit yang paling sedikit jumlahnya karena kurang dari 2% dari jumlah keseluruhan leukosit. Basofil sendiri berperan dalam melawan cacing dan menghentikan pembekuan darah.

4. Monosit

Jumlah monosit kira-kira 3-8% dari total jumlah leukosit. Monosit memiliki dua fungsi yaitu sebagai fagosit mikroorganisme (khususnya jamur dan bakteri) serta berperan dalam reaksi imun.

5. Limfosit

Limfosit memiliki beberapa jenis, yakni limfosit B dan limfosit T. Kedua limfosit ini memiliki perannya masing-masing. Limfosit B berperan menghasilkan antibodi, sedangkan limfosit T berperan untuk menangkap organisme.

(JA)