Lirik Lagu Ego Wong Tuo dari Pusma Shakira Feat Royhan Reyhan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu berjudul Ego Wong Tuo merupakan kolaborasi antara Pusma Shakira dengan Royhan Ni Amillah yang dirilis pada 28 Agustus 2025 melalui kanal YouTube Pusma Shakira dan menjadi viral di platform TikTok. Lirik lagu Ego Wong Tuo digemari karena dianggap mampu menyentuh hati banyak orang.
Dikutip dari buku Panduan Menulis Lirik Lagu, Andre Salim (2024:63), lirik lagu yang baik harus sesuai dengan melodinya dan mudah untuk dipahami oleh pendengar.
Ketahui Lirik Lagu Ego Wong Tuo yang Berbahasa Jawa Tentang Curahan Hati Anak
Pusma Shakira adalah seorang penyanyi dangdut yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Ia dikenal melalui berbagai lagu yang diunggah di kanal YouTube-nya, termasuk beberapa lagu yang viral di media sosial.
Pada Juli tahun 2024, Pusma menyanyikan "Trabas" yang merupakan lagu dangdut berbahasa Jawa dan trending di YouTube. Lagu ini mengisahkan cinta yang terhalang restu orang tua dan dinyanyikan bersama Dini Kurnia.
Bulan Agustus 2025 ia berkolaborasi dengan Royhan Ni'amillah dan membawakan lagu Ego Wong Tuo. Royhan atau biasa dipanggil Mas Roy adalah seorang pengusaha sukses dan konten kreator yang dikenal sebagai pendiri bisnis kuliner "Mafia Gedang".
Nama "Roy Mafia Gedang" berasal dari usahanya yang berfokus pada jajanan pisang. Usahanya dimulai dengan modal kecil dan kini telah memiliki ratusan cabang di seluruh Indonesia.
Lirik lagu Ego Wong Tuo menceritakan tentang luka batin seorang anak akibat konflik orang tua. Makna lagunya menggambarkan perasaan sedih, kecewa, dan terluka karena ayah dan ibu terlalu sibuk dengan masalah masing-masing hingga lupa memperhatikan anaknya. Berikut ini liriknya.
Tak ceritani
Crito sing paling nglarani
Naliko bapak lungo
Ninggalke kluargo
Nelongso nanging kudu tak terimo
Sing gawe tambah loro
Wong tuwo ono koyo raono
Ngendi kasih sayange
Sing koyo cah liyane
Bapak ibu bingung dewe dewe
Yen pancen kudu pisahan
Ojo nganti anak dadi korban
Berjuang nang dalan dewean
Ora ono sing njaluk di lahirke
Nang keluarga sing koyo ngene
Tak tompo opo anane
Kabeh kahanane
Yen pancen ngene iki takdire
Kudu iso kuat balungane
Mergo ra di songgo wong tuane
Kudu iso ngadek dewe
Raono cekelane
Ngene men anak sing rusak omahe
Yen pancen kudu pisahan
Ojo nganti anak dadi korban
Berjuang nang dalan dewean ho ho
Ora ono sing njaluk di lahirke
Nang keluarga sing koyo ngene
Tak tompo opo anane
Kabeh kahanane
Yen pancen ngene iki takdire
Kudu iso kuat balungane
Mergo ra di songgo wong tuane
Kudu iso ngadek dewe
Raono cekelane
Ngene men anak sing rusak omahe
Ngene men anak sing rusak omahe
Lirik yang dinyanyikan berkaitan erat dengan fenomena keluarga broken home yang kerap terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Broken home merupakan istilah keluarga tidak harmonis biasanya terjadi karena perselisihan atau perpisahan orang tua.
Pusma Shakira dan Royhan Ni Amillah menggambarkan fenomena itu lewat lagu Ego Wong Tuo, sehingga banyak anak yang pernah berada di situasi tersebut, merasa sangat tersentuh ketika mendengar liriknya.
Lirik lagu Ego Wong Tuo yang mampu menggambarkan curahan hati anak yang kerap menjadi korban ego orang tuanya sendiri mendapat tempat istimewa di hati pendengarnya. (EA)
Baca juga: Makna Lagu Aku Bisa Milik Flanella dan Liriknya
