Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Lontar Martil: Sejarah, Teknik, dan Syarat Menjadi Atletnya
22 November 2023 10:21 WIB
·
waktu baca 5 menitTulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Lontar martil adalah olahraga yang mengutamakan kekuatan, keseimbangan, dan proyeksi. Mengutip SAC Indonesia, cara kerja lontar martil adalah atlet wajib mengayunkan bola logam dan melemparkannya sejauh mungkin.
ADVERTISEMENT
Biasanya, atlet harus memutar bola di udara dengan bantuan kawat atau tali yang melekat padanya. Karena ini olahraga yang tergolong berisiko, maka para atlet biasanya tampil di dalam ruangan semi tertutup.
Jika kamu tertarik untuk mendalami pengetahuan mengenai lontar martil, atau bahkan ingin menjadi atletnya, simak penjelasan selengkapnya mengenai lontar martil di bawah ini.
Sejarah Lontar Martil
Menurut Britannica, olahraga lontar martil berkembang berabad-abad yang lalu di Kepulauan Inggris. Ini berdasarkan penelurusan pada Pertandingan Tailteann yang diadakan di Irlandia sekitar tahun 2000 SM.
Ketika itu, pahlawan Celtic CĂș Chulainn mencengkeram poros roda, memutarnya di sekitar kepalanya, dan melemparkannya sejauh mungkin. Pelemparan roda kemudian digantikan dengan pelemparan batu besar yang diikatkan pada ujung gagang kayu.
ADVERTISEMENT
Bentuk lemparan martil dilakukan di kalangan suku Teutonik kuno pada festival keagamaan untuk menghormati dewa Thor, dan lemparan palu godam dilakukan di Skotlandia dan Inggris pada abad ke-15 dan ke-16.
Sejak tahun 1866, lontar martil telah menjadi bagian rutin dari kompetisi atletik di Irlandia, Skotlandia, dan Inggris. Inggris membakukan peristiwa tersebut pada tahun 1875 dengan menetapkan berat martil sebesar 7,2 kg dan panjangnya 1.067,5 mm (kemudian diubah menjadi maksimum 1.175 mm) dan dengan mengharuskan martil dilempar dari lingkaran diameternya 2.135 meter.
Cabang olahraga lempar martil untuk putra telah dimasukkan dalam Olimpiade sejak tahun 1900. Sementara untuk putri debut pada Olimpiade tahun 2000.
Awalnya, martil memiliki kepala besi tempa dan gagang kayu, tetapi Association of Athletics Federations (IAAF) sekarang mewajibkan penggunaan pemberat berbentuk bola dengan gagang kawat.
ADVERTISEMENT
Bola tersebut terbuat dari besi padat atau logam lain yang tidak lebih lunak dari kuningan atau merupakan cangkang dari logam tersebut yang diisi dengan timah atau bahan lainnya.
Pegangannya adalah kawat baja pegas, dengan salah satu ujungnya dipasang ke bola dengan alat putar biasa atau bantalan bola dan ujung lainnya ke pegangan dua tangan yang kaku dengan satu lingkaran.
Lingkaran lempar dilindungi oleh sangkar berbentuk C untuk keselamatan petugas dan penonton.
Teknik Lontar Martil
Mengutip buku berjudul Dasar-dasar Gerak Atletik yang disusun Eddy Purnomo dan Dapan, berikut teknik-teknik lontar martil yang mesti dipahami.
1. Cara Memegang Martil
Pegangan martil berada di sendi kedua dari tangan kiri. Tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri. Ibu jari saling silang dengan ibu jari kiri ada di bawah jari kanan atau paralel, berdekatan satu sama lain.
ADVERTISEMENT
2. Posisi Awal
Pelempar berdiri di sisi belakang lingkaran lontar dengan punggung menghadap ke arah lontaran. Kedua kaki terpisah selebar bahu sedikit guna menambah kestabilan sewaktu mengayun.
Kedua kaki ditekuk. Kedua tangan memegang martil dengan posisi badan tegak di depan badan setinggi pinggang atau dengan badan bagian atas dibengkokkan ke arah kanan.
Kedua lengan selanjutnya diluruskan ke kanan dalam persiapan untuk mengangkat yang terletak di sisi belakang pelontar.
3. Cara Mengangkat
Ada dua cara untuk mengakselerasikan martil lewat ayunan lengan-lengan, yaitu:
ADVERTISEMENT
4. Ayunan Lengan
Badan bagian atas diluruskan dengan suatu gerakan ayunan setelah mengangkat martil yang terakhir ini dapat dimulai dalam gerakan ke depan dan ke atas.
Lengan kiri lebih mendahului gerakan daripada yang kanan. Selanjutnya kedua lengan diluruskan sejauh mungkin dalam rangka menghasilkan suatu radius yang luas bagi jalur putaran dari kepala martil selama dalam ayunan.
Kecepatan ayunan lengan penting bagi irama gerak putaran. Bila ini terlalu cepat, pelontar mencapai kecepatan putar maksimum terlalu awal, yaitu, dalam putaran kedua, dan selanjutnya tak dapat meningkatkannya dalam putaran akhir dan kadang-kadang akan menurun kecepatannya.
5. Masuk ke Dalam Gerak Putaran
Tahap ini dimulai dengan menekuk kedua lutut, badan tegak, dan lengan diluruskan. Selanjutnya, gerakan kaki dimulai pada saat martil mencapai titik terendah dari orbit putarannya serta poros putaran ada pada tumit kaki kiri, dorongan berasal dari kaki kanan, mata terfokus pada martil, dan sikap kanan badan diputar secara aktif melingkari sisi kiri yang ditetapkan.
ADVERTISEMENT
6. Gerak Berputar dan Gerakan Kaki
Tahap putar yang terkenal adalah putaran tumit-telapak kaki, poros gerakan pada tumit kaki kiri, dorongan gerakan dari kaki kanan; selanjutnya, terjadi perubahan dari tumit ke telapak kaki dari kaki kiri (pada pinggiran sepatu) terus dengan putar poros yang cepat pada telapak kaki; dekat, gerakan memutar rendah dari kaki/tungkai kanan, melingkari kaki kiri, dan tempatkan kaki kanan di tanah segera dan lancar.
7. Tahap Pelepasan Martil
Pelepasan martil harus yakin bahwa martil dilontarkan pada suatu sudut optimal dengan kemungkinan percepatan yang terbesar. Pada saat tinggi pelepasan kira-kira 2 meter di atas permukaan tempat pendaratan alat, maka sudut pelepasan yang optimal adalah 42o-44o.
Syarat Menjadi Atlet Lontar Martil
Bagi atlet lontar martil, tinggi badan tidaklah menjadi persyaratan penting. Hasil penelitian yang dilakukan Gunlach tahun 1960 pada waktu olimpiade di Roma menemukan bahwa tinggi atlet peserta lomba lontar martil rata-rata 183,6 cm dengan berat badan rata-rata 99 kg.
ADVERTISEMENT
Meskipun tinggi badan tidak tampak sedemikian penting, kecenderungan pengembangan yang modern bagi atlet elit dalam lontar martil menentukan batas berat badan sekitar 90-95 kg dan tinggi badan sekitar 185-195 cm.
Sebagai tambahan, pelontar martil, idealnya harus memiliki koordinasi yang baik selama berputar.
(DEL)