Macam-Macam Garis pada Peta Gempa: Isoseista hingga Homoseista

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam garis pada peta gempa adalah salah satu materi yang dipelajari siswa pada mata pelajaran Geografi. Peta gempa sendiri memiliki gambaran dan fungsi dari peta lainnya.
Peta gempa umumnya dibuat untuk mengetahui aktivitas seisme atau gempa di wilayah sekitar. Untuk mengetahui macam-macam aktivitas tersebut, dibutuhkan macam-macam garis peta gempa untuk memahaminya.
Apa saja macam-macam garis pada peta gempa? Simak jawabannya pada penjelasan di bawah ini.
Pengertian Gempa
Dikutip dari buku Geografi Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 yang ditulis oleh Drs. Kustopo, M.Pd, gempa (seisme) adalah sentakan asli pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme.
Gempa akan ditandai dengan adanya getaran dari bawah bumi yang dapat dirasakan manusia. Pada saat terjadinya gempa, bumi terasa bergoyang ke samping maupun ke atas bawah.
Getaran tersebut disebabkan oleh adanya gelombang gempa yang mencapai wilayah tertentu sehingga manusia pada wilayah yang terkena gelombang gempa dapat merasakannya.
Meskipun suatu wilayah terkena gelombang gempa, bukan berarti wilayah tersebut menjadi pusat terjadinya gempa. Getaran atau gelombang gempa bisa dirasakan wilayah sekitar atau wilayah yang sangat jauh pusat gempa.
Setiap tahun, di dunia terjadi sekitar 11 juta gempa bumi dan 34.000 di antaranya cukup kuat untuk dirasakan. Di Indonesia sendiri, aktivitas tektonisme atau gempa cukup sering terjadi.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas tektonisme dan vulkanisme yang aktif. Ini disebabkan oleh letak negara Indonesia yang berada di pertemuan rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik dan Mediterania yang masih aktif.
Kekuatan gempa sangat kuat dan sering mengakibatkan kerusakan serta memakan banyak korban. Gempa yang paling banyak makan korban adalah tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa Yogyakarta tahun 2006.
Definisi Peta Gempa
Menurut Yvonne Indrajati Pattinaja, dkk dalam buku yang berjudul Enslikopedia Kelautan dan Perikanan, peta gempa juga dikenal dengan sebutan peta seisme. Peta ini berfungsi untuk mengidentifikasi aktivitas seisme di suatu wilayah.
Ada beberapa hasil kajian yang termuat dalam peta gempa. Contohnya seperti persebaran titik gempa bumi dalam skala waktu tertentu, zona seismics gap, dan zona aseismics.
Untuk mengetahui berbagai macam aktivitas gempa di suatu wilayah, peta gempa memiliki beberapa garis yang menjadi garis bantu untuk memahami kondisi wilayah beserta aktivitas seismenya.
Macam-Macam Garis pada Peta Gempa
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada beberapa garis bantu yang terdapat pada peta gempa bumi. Berikut beberapa garis yang ada di dalam peta seisme:
Isoseista adalah garis pada peta gempa yang berfungsi sebagai penghubung antara daerah-daerah yang mengalami intensitas getaran gempa yang sama besarnya.
Pleistoseista ialah garis pada peta gempa yang dapat membantu untuk menujukkan daerah yang paling kuat menerima goncangan gempa. Daerah tersebut terletak di sekitar episentrum.
Homoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah yang menerima getaran gempa yang pertama pada waktu yang bersamaan
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Mengapa Indonesia punya aktivitas tektonisme dan vulkanisme yang aktif?

Mengapa Indonesia punya aktivitas tektonisme dan vulkanisme yang aktif?
Ini disebabkan oleh letak negara Indonesia yang berada di pertemuan rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik dan Mediterania yang masih aktif.
Apa fungsi peta gempa?

Apa fungsi peta gempa?
Peta gempa berfungsi untuk mengidentifikasi aktivitas seisme di suatu wilayah.
Apa pengertian isoseista dalam macam-macam garis pada peta gempa?

Apa pengertian isoseista dalam macam-macam garis pada peta gempa?
Isoseista adalah garis pada peta gempa yang berfungsi sebagai penghubung antara daerah-daerah yang mengalami intensitas getaran gempa yang sama besarnya.
