Konten dari Pengguna

Macam-Macam Iklim: Iklim Matahari hingga Oldeman

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iklim yang ada di muka bumi dibagi menjadi beberapa macam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Iklim yang ada di muka bumi dibagi menjadi beberapa macam. Foto: Pixabay

Macam-macam iklim yang ada di permukaan bumi amatlah banyak. Iklim berbeda dengan cuaca, sebab cuaca adalah keadaan udara pada suatu tempat yang relatif sempit dan terjadi secara singkat.

Menurut buku Geografi SMP Kelas VIII untuk SMP dan MTS milik Wirastuti Widyatmanti dkk (2016: 33), iklim adalah pola cuaca rata-rata dalam waktu yang relatif lebih lama dan cakupan wilayahnya cukup luas.

Oleh karena itu, iklim lebih mudah dikenali dan dikelompokkan. Secara global, iklim yang terjadi di muka bumi dibagi menjadi lima macam. Simak penjelasannya berikut ini.

Ilustrasi iklim subtropis yang menjadi bagian dari klasifikasi iklim berdasarkan panas matahari. Foto: Pixabay

Macam-Macam Iklim

Merangkum dalam buku Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas X SMA karangan Hartono (2007: 55), macam-macam iklim adalah sebagai berikut.

1. Iklim Matahari

Iklim matahari adalah pengelompokan iklim berdasarkan pada terjadinya panas matahari yang diterima bumi. Menurut iklim matahari, iklim di bumi dibagi menjadi empat macam, yaitu iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang, dan iklim dingin.

Iklim matahari merupakan klasifikasi iklim yang paling umum digunakan, karena mudah dikenali jika dibandingkan dengan klasifikasi lainnya.

2. Iklim Koppen

Iklim Koppen adalah pengelompokan iklim berdasarkan pada rata-rata curah hujan dan temperatur. Klasifikasi iklim ini dibagi menjadi lima macam dan menggunakan huruf sebagai simbolnya.

  • Iklim tropis dibagi menjadi tiga, yaitu hutan hujan tropis, muson tropis, dan sabana tropis.

  • Iklim kering dibagi menjadi dua, yaitu stepa dan gurun.

  • Iklim sedang dibagi menjadi tiga, yaitu musim dingin kering, musim panas kering, dan tidak ada musim kering.

  • Iklim dingin dibagi menjadi dua, yaitu hujan bersalju basah sepanjang tahun dan musim dingin kering bukan bersalju.

  • Iklim kutub dibagi menjadi dua, yaitu tundra dan salju abadi.

Klasifikasi iklim Koppen ini merupakan klasifikasi yang paling detail dan menggunakan sistem huruf kapital, seperti A (iklim tropis), B (iklim kering), C (iklim sedang), D (iklim dingin) dan E (iklim kutub).

Ilustrasi daerah yang memiliki salju abadi, masuk ke dalam klasifikasi iklim kutub. Foto: Pixabay

3. Iklim Junghuhn

Iklim Junghuhn merupakan klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian dan vegetasi di kawasan tertentu. Pada klasifikasi ini, iklim dibagi menjadi empat macam, yaitu:

  • Zona dingin, yaitu zona yang tidak ditemukan adanya tanaman budi daya (hanya lumut). Ketinggian zona ini mencapai lebih dari 2500 mdpl.

  • Zona sejuk, yaitu zona yang menjadi tempat budi daya tanaman kopi, kina, teh, dan sayuran. Ketinggian zona ini mencapai lebih dari 1500 mdpl.

  • Zona sedang, yaitu zona yang menjadi tempat budi daya tanaman tembakau, kopi, cokelat, dan teh. Ketinggian zona ini mencapai lebih dari 650 mdpl.

  • Zona panas, yaitu zona yang menjadi tempat budi daya tanaman padi, jagung, tebu, dan kelapa.

4. Iklim Schmidt-Ferguson

Iklim Schmidt-Ferguson merupakan klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan. Pada klasifikasi ini, iklim dibagi menjadi delapan macam, yakni:

  • A= Sangat basah

  • B= Basah

  • C= Agak basah

  • D= Sedang

  • E= Agak kering

  • F= Kering

  • G= Sangat kering

  • H= Luar biasa kering

Schmidt dan Ferguson membagi iklim berdasarkan curah hujan dengan rumus:

Q= jumlah rata-rata bulan kering : jumlah rata-rata bulan basah x 100%.

Cara untuk mengetahui sebuah bulan disebut bulan basah atau kering, yaitu melalui perhitungan curah hujan di bulan tersebut. Menurut Schmidt-Ferguson kriterianya adalah sebagai berikut.

  • Bulan basah = curah hujan >100mm

  • Bulan lembab = curah hujan antara 60 - 100mm

  • Bulan kering = curah hujan <60mm

Curah hujan bisa menjadi penentu iklim di suatu wilayah. Foto: Pixabay

5. Iklim Oldeman

Hampir sama dengan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, iklim Oldeman juga mengelompokkan iklim berdasarkan pada curah hujan yang turun.

Adapun perbedaan keduanya, yaitu terletak pada kriteria bulan basah dan cara menghitungnya. Adapun klasifikasi iklim Oldeman di antaranya sebagai berikut.

  • A= Bulan basah >9 kali

  • B= Bulan basah 7-9 kali

  • C= Bulan basah 5-6 kali

  • D= Bulan basah 3-4 kali

  • E= Bulan basah <3 kali

Pada iklim Oldeman, untuk menentukan tipe iklimnya tidak perlu menggunakan rumus seperti iklim Schmidt-Ferguson.

Caranya hanya dengan menentukan bulan basah dalam satu tahun berdasarkan curah hujannya. Berikut adalah kriteria bulan basah pada iklim Oldeman:

  • Bulan basah = curah hujan >200mm

  • Bulan lembap = curah hujan 100 - 200mm

  • Bulan kering = curah hujan <100mm

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian iklim?

chevron-down

Iklim adalah rata-rata cuaca dalam cakupan wilayah yang cukup luas (kawasan negara atau benua), serta jangka waktunya cukup panjang.

Apa pengertian pengelompokan iklim matahari?

chevron-down

Iklim matahari adalah pengelompokan iklim berdasarkan pada terjadinya panas matahari yang diterima bumi.

Apa pengertian pengelompokan iklim Koppen?

chevron-down

Iklim Koppen adalah pengelompokan iklim berdasarkan pada rata-rata curah hujan dan temperatur.