Macam-macam Komponen Elektronika serta Rumus Daya Listrik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pada setiap perangkat elektronik yang kita lihat, seperti AC, TV, maupun kulkas, terdapat komponen elektronika di dalamnya. Terdapat macam-macam komponen elektronika.
Setiap komponen elektronika juga memiliki fungsi tersendiri. Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai macam-macam komponen elektronika di bawah ini.
Pengertian Komponen Elektronika
Komponen elektronika adalah sebuah peralatan yang biasanya dikemas dalam bentuk diskrit. Kemudian diskrit tersebut terhubung dengan dua atau lebih terminal penghubung.
Terminal tersebut menjadi elemen dasar untuk membentuk suatu rangkaian elektronika.
Dengan kata lain, komponen elektronika merupakan elemen dasar dalam membentuk peralatan elektronika yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti TV, kulkas, dan AC.
Masing-masing komponen elektronika tersebut memiliki fungsi tersendiri di dalam sebuah rangkaian elektronika.
Seiring dengan perkembangan teknologi, komponen-komponen elektronika makin bervariasi dan jenisnya pun bertambah banyak.
Tetapi komponen-komponen dasar pembentuk sebuah peralatan elektronika seperti resistor, kapasitor, transistor, dioda, induktor dan IC masih tetap digunakan hingga saat ini.
Baca Juga: Pengertian, Jenis-jenis, dan Cara Kerja Relay sebagai Komponen Elektronika
Macam-macam Komponen Elektronika
Berikut macam-macam komponen elektronika yang masih digunakan hingga saat ini.
1. Resistor
Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika.
Satuan dari nilai resistor elektronika adalah Ohm (Ω). Selain itu, nilai resistor diwakili dengan kode angka atau gelang warna yang bisa di badan resistor.
Hambatan resistor juga sering disebut dengan Resistensi atau Resistance. Berikut bberapa jenis resistor elektronika:
Resistor mempunyai nilai yang tetap.
Resistor memiliki nilai yang bisa diatur. Untuk jenis resistor yang satu ini sering disebut dengan variable resistor atau potensiometer.
Resistor mempunyai nilai yang berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Jenis resistor tersebut sering dengan dengan LDR
Pada resistor satu ini mempunyai nilai yang bisa berubah sesuai dengan perubahan suhu. Resistor jenis ini juga sering disebut dengan PTC.
2. Kapasitor
Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu.
Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) di antaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Cita Daya).
Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F). Jenis-jenis Kapasitor di antaranya adalah sebagai berikut.
Kapasitor mempunyai nilai yang tetap dan tidak berpolaritas. Berdasarkan di dalam bahan pembuatannya, maka kapasitor mempunyai nilai yang tetap dan terdiri dari kertas, mika, polyester dan keramik.
Kapasitor mempunyai nilai yang tetap. Ada beberapa jenisnya, yaitu kapasitor elektrolit dan kapasitor tantalum.
Kapasitor yang nilainya bisa diatur. Untuk jenis kapasitor ini sering disebut dengan variable capacitor.
3. Induktor
Induktor atau disebut juga dengan coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai pengatur frekuensi, filter dan juga sebagai alat kopel (penyambung).
Induktor atau coil banyak ditemukan pada peralatan atau rangkaian elektronika yang berkaitan dengan frekuensi seperti tuner untuk pesawat radio.
Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H). Berikut beberapa jenis induktor elektronika:
Induktor yang nilainya tetap.
Induktor yang nilainya bisa diatur atau sering disebut dengan coil variable.
4. Dioda
Dioda adalah komponen aktif yang mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah. Selain itu, untuk Dioda sendiri juga bisa menghambat arus listrik dari arah yang sebaliknya.
Ada 2 jenis Dioda yang harus diketahui, yaitu Anoda dan Katoda. Berdasarkan fungsinya, untuk Dioda sendiri mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
Dioda biasa atau penyearah, pada umumnya terbuat dari silikon dan mempunyai fungsi sebagai penyearah arus bolak balik.
Dioda zener mempunyai fungsi untuk pengaman rangkaian setelah tegangan yang sudah ditentukan oleh dioda zener.
LED adalah dioda emisi cahaya yang bisa memancarkan cahaya monokromatik.
Dioda foto adalah dioda yang peka dengan cahaya. Sehingga, sering digunakan sebagai alat sensor.
Dioda shockley adalah dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali.
Dioda laser elektronika adalah yang bisa memancarkan cahaya.
Dioda Schottky adalah jenis dioda yang mempunyai tegangan rendah.
Dioda Varactor merupakan dioda yang mempunyai sifat kapasitas secara berubah-ubah dan sesuai dengan tegangan diberikan.
5. Transistor
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia elektronik modern ini.
Beberapa fungsi transistor diantaranya adalah sebagai penguat arus, sebagai switch (pemutus dan penghubung), stabilitasi tegangan, modulasi sinyal, penyearah dan lain sebagainya.
Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN.
UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.
6. IC (Integrated Circuit)
IC (Integrated Circuit) adalah komponen elektronika aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan transistor, resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah rangkaian elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
Bentuk IC juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC pun beraneka ragam, mulai dari penguat, switching, pengontrol hingga media penyimpanan.
Pada umumnya, IC adalah komponen elektronika yang digunakan sebagai otak dalam sebuah peralatan elektronika. IC merupakan komponen semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai contoh, IC yang berfungsi sebagai otak pada sebuah komputer yang disebut sebagai microprocessor terdiri dari 16 juta transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen elektronika lainnya.
7. Saklar (Switch)
Saklar adalah komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan elektronika.
8. Kabel
Komponen elektronika yang tidak menempel langsung pada papan rangkaian adalah kabel listrik. Kabel listrik adalah media untuk menghantarkan arus listrik, yang terdiri dari konduktor dan isolator.
Konduktor atau bahan penghantar listrik ini, biasanya digunakan oleh banyak kabel listrik yaitu bahan tembaga dan alumunium.
9. Breadboard
Breadboard merupakan salah satu perangkat elektronika yang membantu kita saat mempelajari cara membuat rangkaian elektronika.
Dengan bantuan breadboard inilah kita dapat membuat sebuah prototipe dari suatu rangkaian elektronik yang belum disolder sehingga masih dapat dirubah skema atau pengantian komponen.
Breadboard biasanya terbuat dari plastik dan memiliki berbagai lubang di dalamnya. Lubang tersebut sebelumnya sudah diatur sedemikian rupa sehingga sudah membentuk satu kesatuan.
Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya
Mengutip Modul Materi Siskom (Jenis-jenis Peralatan Elektro/SMK YADIKA 12), daya listrik (Electrical Power) adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian.
Sumber energi seperti tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut.
Dengan kata lain, daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Contohnya, lampu pijar dan heater (pemanas).
Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya, sedangkan heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas.
Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.
Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik.
Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini:
P = E/t
Keterangan:
P = Daya Listrik
E = Energi dengan satuan Joule
t = waktu dengan satuan detik
Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule/detik)
Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini :
1 miliWatt = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt
Adapun rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut :
P = V x I
Atau
P = I"2R
P = V"2/R
Keterangan"
"2 = Pangkat 2
P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω)
(DEL)
