Konten dari Pengguna

Macam-macam Masalah Pembangunan Ekonomi di Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masalah pembangunan ekonomi Indonesia. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masalah pembangunan ekonomi Indonesia. Foto: Unsplash.com

Dalam upaya pembangunan ekonomi, masalah maupun hambatan merupakan hal yang lazim ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Masalah pembangunan ekonomi Indonesia dapat dikatakan masih berkutat pada pengelolaan sumber daya alam maupun manusia hingga kualitas pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Tak dapat dimungkiri bahwa pembangunan ekonomi akan berdampak pada kemakmuran masyarakat di suatu negara. Meski demikian, faktor kemakmuran tersebut diiringi standar kehidupan antara masyarakat menengah ke bawah dengan masyarakat menengah ke atas.

Menurut Abdul Rachim dalam buku Ekonomi Pembangunan, pembangunan ekonomi berdampak pada faktor produksi, seperti sumber daya alam, tenaga kerja, dan modal. Berbagai faktor tersebut digabungkan untuk menghasilkan barang sebagai wujud dari fungsi produksi.

Rachim menambahkan bahwa meningkatnya jumlah penduduk akan menimbulkan tekanan yang besar terhadap ketersediaan alam yang ada. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan sumber daya, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas.

Kondisi demikian juga ditemukan di Tanah Air. Sebab, masalah pembangunan ekonomi di Indonesia masih menjadi kendala serius, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

Ilustrasi masalah pembangunan ekonomi di Indonesia salah satunya ialah meningkatnya angka pengangguran. Foto: Pexels.com

Masalah Pembangunan Ekonomi Indonesia

Sebagai negara berkembang dengan 34 provinsi, pembangunan ekonomi di Indonesia merupakan hal yang kompleks dan memiliki masalahnya masing-masing. Menurut buku Ekonomi Pembangunan oleh Bonaraja Purba, dkk., dan berbagai sumber, empat masalah tersebut di antaranya:

Ketimpangan pembangunan

Fenomena ini adalah hal yang umum terjadi dalam pembangunan ekonomi, termasuk Indonesia. Ketimpangan dalam pembangunan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di tiap-tiap daerah.

Kondisi demikian secara tak langsung memunculkan kecemburuan atau ketidakpuasan masyarakat yang dikhawatirkan berlanjut pada aspek politik dan ketenteraman masyarakat itu sendiri.

Menurut Purba, dkk., ketimpangan wilayah merupakan konsekuensi logis dari pembangunan. Ketimpangan akan berubah seiring tingkat pembangunan yang dilakukan. Itulah sebabnya, pola pembangunan dan tingkat ketimpangan di berbagai negara berbeda satu sama lain. Pun demikian dengan Indonesia.

Kemiskinan

Masalah pembangunan ekonomi di Indonesia yang satu ini masih menjadi sorotan yang perlu ditangani secara serius oleh pemerintah. Menurut Purba, dkk., kesenjangan ekonomi dan ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dengan kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan angka kemiskinan, merupakan masalah yang kerap ditemukan pada negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menurut Gwartney et al., dalam sumber yang sama, kondisi demikian sebenarnya tak hanya ditemukan di negara berkembang. Namun juga di negara maju sekali pun. Hanya saja yang membedakan ialah besar ketimpangan yang terjadi pada tiap-tiap negara.

Dilema antara pertumbuhan ekonomi dengan impor

Sektor industri dalam negeri masih bergantung pada produk luar negeri karena tak mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Selain itu, tingkat output di sektor pertanian dan peternakan masih rendah, sedangkan pertumbuhan penduduk kian meningkat.

Tingginya angka pengangguran

Permasalahan pembangunan ekonomi lainnya yang masih menjadi kendala serius di Indonesia ialah angka pengangguran. Lapangan kerja yang tersedia tak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya.

Itulah empat masalah pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan memahami berbagai masalah di atas, hal itu dapat membantu para pengambil kebijakan untuk membuat solusi yang efektif bagi bangsa dan negara.

(ANM)