Konten dari Pengguna

Macam-Macam Rawa Berdasarkan Rasa Air, Letak, hingga Proses Terbentuknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam rawa berdasarkan rasa air, letak, hingga proses terbentuknya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Macam-macam rawa berdasarkan rasa air, letak, hingga proses terbentuknya. Foto: Unsplash

Rawa adalah daerah dataran rendah yang selalu tergenang oleh air hujan, tanah, dan lain dibedakan oleh berbagai macam. Apa saja macam-macam rawa yang perlu untuk diketahui?

Sebelumnya, rawa termasuk ke dalam perairan, seperti sungai, waduk, dan lain sebagainya. Mengutip buku Arif Cerdas untuk sekolah Dasar Kelas 5 yang disusun oleh Christiana Umi, rawa adalah tanah yang rendah dan digenangi oleh air, biasanya terdapat tumbuhan di sekitar air tersebut.

Rawa sendiri terbentuk secara alami, bahkan tidak sedikit genangan air yang membentuk rawa tersebut terjadi sesuai dengan musim.

Macam-Macam Rawa

Beberapa rawa ada yang tercipta dengan sendirinya. Macam-macam rawa bisa dibedakan dari rasa airnya, kondisi airnya, letak, hingga proses terbentuknya.

Mengutip dari buku Biologi Perairan yang disusun oleh Dr. Haerunnisa Sellang, S.Pi, M.Si, berikut penjelasannya.

Berdasarkan rasa airnya

Jika dilihat dari rasa airnya, macam-macam rawa bisa dibedakan menjadi tiga, yakni:

1. Rawa air asin

Rawa air asin adalah rawa yang memiliki kandungan air terdiri dari air asin atau air laut. Rawa ini banyak terdapat di daerah pantai di Indonesia, seperti rawa-rawa yang ada di pantai barat dan pantai timur Aceh, rawa-rawa yang ada di sekitar pantai teluk Bone Sulawesi Selatan dan lain sebagainya.

2. Rawa air payau

Rawa air payau adalah rawa yang terbentuk karena adanya percampuran antara air asin (air laut) dan air tawar. Rawa ini memiliki rasa air yang payau.

Rawa air payau banyak terdapat di muara sungai yang ada di Kalimantan dan muara sungai yang ada di pantai timur pulau Sumatera.

3. Rawa air tawar

Rawa air tawar adalah rawa yang kandungan airnya dipengaruhi oleh air sungai, air hujan, dan air tanah. Rawa ini memiliki rasa air yang tawar.

Rawa jenis ini banyak terdapat pada daerah pedalaman sungai yang ada di Kalimantan dan pedalaman sungai yang ada di pantai timur pulau Sumatera dan juga rawa-rawa yang ada di daerah cekungan dan rawa danau.

Berdasarkan kondisi air dan juga tumbuhan hidup

Rawa berdasarkan kondisi air dan juga tumbuhan hidup. Foto: Unsplash

Jika dilihat dari kondisi air dan juga tumbuhan hidup di sekitarnya, rawa bisa dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:

1. Rawa swamp

Rawa swamp merupakan wilayah lahan atau area yang secara permanen selalu jenuh air, permukaan air tanahnya dangkal atau tergenang air dangkal hampir sepanjang waktu dalam tahun.

2. Rawa marsh

Rawa marsh adalah rawa yang genangan airnya bersifat tidak permanen, tapi mengalami genangan banjir dari sungai atau air pasang dari laut secara periodik, di mana debu dilihat sebagai muatan sedimen sungai yang diendapkan.

3. Rawa bog

Rawa yang tergenang oleh air dangkal, di mana permukaan tanahnya tertutup lapisan vegetasi yang melapuk, khususnya lumut spaghnum sebagai vegetasi dominan, yang menghasilkan lapisan gambut masam.

4. Rawa pasang surut

Rawa pasang surut merupakan rawa yang jumlah kandungan airnya selalu berubah-ubah (pasang-surut). Hal ini dikarenakan oleh adanya pengaruh pasang surutnya air laut.

Berdasarkan letaknya

Jika dilihat dari letaknya, rawa bisa dibedakan menjadi tiga macam, yakni:

1. Rawa dataran rendah

Rawa dataran rendah terjadi di daerah depresi yang membentuk permukaan datar dan cekung. Air rawa ini berasal dari air hujan, air tanah, dan air sungai, serta kaya akan mineral.

2. Rawa dataran tinggi

Rawa jenis ini terletak di daerah tinggi dan memiliki permukaan yang cekung. Sumber air rawa jenis ini berasal dari air hujan dan airnya tidak begitu asam.

3. Rawa peralihan

Rawa jenis ini sebagian tanahnya biasa digunakan sebagai lahan pertanian.

Berdasarkan proses terbentuknya

Jika dilihat dari bagaimana proses terbentuknya, rawa bisa dibedakan menjadi tiga macam, yakni:

1. Rawa pinggiran

Rawa yang terjadi akibat meluapnya air sungai. Rawa sungai ini dapat juga terbentuk pada daerah bekas aliran yang terpotong akibat proses meandering sungai.

2. Rawa pantai

Rawa pantai adalah jenis rawa yang terdapat di pinggiran pantai. Rawa ini selalu dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

3. Rawa abadi

Rawa yang airnya terjebak dalam sebuah cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air hujan yang tertampung dalam rawa hanya dapat menguap tanpa ada aliran yang berarti.

(JA)