Macam-Macam Standar Moneter dalam Ekonomi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat macam-macam standar moneter dalam konsep ekonomi di kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya standar moneter terbagi menjadi dua golongan berdasarkan aspek tertentu.
Bagi yang belum tahu, standar moneter dapat diartikan sebagai benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai tertentu.
Mengutip dari buku berjudul Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X yang disusun Supriyanto dan Ali Mushon, standar moneter adalah patokan atau ukuran suatu benda dapat dijadikan sebagai uang dalam ekonomi suatu negara. Standar moneter yang dimaksud adalah uang sebagai uang kertas maupun sebagai uang logam.
Standar moneter harus memperhatikan ukuran, ciri-ciri khusus dan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat agar memudahkan pemakaian uang tersebut dalam perekonomian.
Macam-Macam Standar Moneter
Mengutip dari buku Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X yang ditulis Ismawanto, berikut adalah macam-macam standar moneter, yaitu standar barang dan standar kepercayaan.
1. Standar barang (commodity standard)
Standar barang adalah sistem moneter saat nilai uang dijamin sama dengan berat tertentu barang (emas atau perak). Setiap nilai uang yang beredar dijamin dengan barang tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Standar barang diklasifikasikan menjadi berikut ini.
Standar Emas (the gold standard)
Standar emas diartikan sebagai suatu sistem moneter. Suatu negara bebas memperjualbelikan emas dengan harga yang pasti. Di samping itu, suatu negara juga mengizinkan seseorang untuk mengimpor dan mengekspor emas tanpa batas.
Standar Perak (the silver standard)
Standar perak adalah suatu sistem standar moneter. Suatu negara bebas memperjualbelikan perak dengan harga yang pasti dan mengizinkan seseorang untuk mengimpor dan mengekspor perak tanpa batas.
Standar Kembar (emas dan perak)
Maksud dari standar kembar, yaitu ketika suatu negara menggunakan dua logam sebagai logam standar, misalnya, emas dan perak dengan perbandingan tertentu di antara kedua macam standar tersebut.
2. Standar kepercayaan (faith standard) atau standar kertas
Standar kepercayaan atau standar kertas adalah sistem keuangan negara saat uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
Mengutip kembali buku yang disusun Supriyanto dan Ali Mushon, uang kertas yang beredar di masyarakat diterima dan digunakan karena masyarakat ‘percaya’ pada penguasa moneter. Tiap kesatuan uang diukur tidak dengan berat logam tertentu melainkan dengan nominalnya.
Standar kertas ini merupakan standar dasar yang dipakai oleh negara di seluruh dunia. Kelebihan dari jenis standar kertas ini antara lain:
Menghemat pemakaian emas dan menghindari dari risiko kemungkinan hilang.
Ongkos pembuatannya murah dan untuk pengiriman dalam jumlah besar lebih mudah.
Peredaran mudah disesuaikan dengan kebutuhan.
(AMP)
