Konten dari Pengguna

Majas Perbandingan: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Majas Perbandingan: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya, Unsplash/aaronburden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Majas Perbandingan: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya, Unsplash/aaronburden

Majas perbandingan seringkali digunakan untuk memperindah bahasa dan memperjelas gambaran yang ingin disampaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan majas ini bisa memberikan warna dan makna yang lebih mendalam pada suatu pernyataan atau narasi.

Misalnya, saat menyebutkan "secepat kilat," sebenarnya sedang menggunakan majas perbandingan untuk menggambarkan kecepatan yang luar biasa.

Daftar isi

Pengertian Majas Perbandingan

Ilustrasi Pengertian Majas Perbandingan, Unsplash/aaronburden

Mengutip dari buku Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi, Ulin Nuha Masruchin, 2017, pengertian majas perbandingan adalah gaya bahasa atau kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan antara satu dengan yang lain.

Dalam majas ini, perbandingan dilakukan dengan tujuan menunjukkan kesamaan atau kemiripan antara dua objek yang berbeda, sehingga sifat atau karakteristik dari satu objek dapat lebih mudah dipahami melalui objek lainnya yang memiliki kemiripan tersebut.

Majas perbandingan bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan menarik tentang suatu objek dengan cara membandingkannya dengan objek lain yang sudah dikenal oleh pembaca atau pendengar. Dengan demikian, perbandingan ini bisa membuat deskripsi menjadi lebih hidup dan menggugah imajinasi.

Penggunaan majas perbandingan sangat umum dalam berbagai jenis karya sastra, seperti cerpen, puisi, dan novel. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, majas adalah cara menggambarkan sesuatu dengan menyamakannya dengan hal lain.

Penggunaan majas dalam susunan kalimat berfungsi untuk memperindah dan memperkaya bahasa, sehingga pesan yang ingin disampaikan penulis dapat diterima dengan lebih baik dan menarik oleh pembaca.

Ciri Majas Perbandingan

Ilustrasi Ciri Majas Perbandingan, Unsplash/Thought Catalog

Ciri-ciri dari majas perbandingan biasanya melibatkan penggunaan kata-kata yang secara eksplisit menunjukkan perbandingan antara dua objek. Kata-kata ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kedua objek dan menyoroti kemiripan atau kesamaan sifat di antara mereka.

Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam majas perbandingan meliputi "sebagai," "bagai," "seperti," "bak," "seumpama," "semisal," "laksana," dan kata-kata sejenis lainnya.

Kata-kata ini membantu menciptakan gambaran yang lebih konkret dan memudahkan pembaca atau pendengar untuk memahami deskripsi yang diberikan.

Misalnya, dalam suatu puisi, seorang penyair mungkin menggunakan kata "seperti" untuk menggambarkan keindahan alam dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lebih familiar bagi pembaca.

Penggunaan kata-kata perbandingan ini tidak hanya memperkaya bahasa, tetapi juga memperkuat daya tarik visual dan emosional dari teks tersebut.

Jenis Majas Perbandingan

Ilustrasi Jenis Majas Perbandingan, Unsplash/Sincerely Media

Jenis majas perbandingan dapat dilihat dari kelangsungan perbandingan. Mengutip dari buku Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi, Ulin Nuha Masruchin, 2017, majas perbandingan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Majas Simile

Majas simile adalah majas yang berarti bagaikan atau seperti. Majas ini mengandung perbandingan eksplisit yang langsung menyatakan kesamaan antara dua hal, sehingga lawan bicara dapat langsung memahami maksudnya. Kata-kata yang biasanya digunakan dalam majas simile adalah: bagaikan, bak, ibarat, umpama, dan laksana.

Contoh Majas Simile:

  • Ibarat mencerca air.

  • Dua sejoli itu bak merpati.

  • Sifatnya keras seperti batu.

  • Dirimu laksana bulan menyinari kegelapan.

2. Majas Metafora

Majas metafora menggunakan perumpamaan terhadap dua objek yang memiliki persamaan sifat tetapi bentuknya berbeda. Kata yang digunakan tidak memiliki arti sebenarnya, melainkan sebagai gambaran yang didasarkan pada persamaan atau perbandingan.

Contoh Majas Metafora:

  • Bocah itu berotak udang.

  • Kakak berkecil hati karena tidak lulus ujian Matematika.

  • Negara ini banyak tikus berdasi yang perlu diberantas.

  • Pertarungan antara sang raja hutan dan harimau berlangsung sangat sengit.

3. Majas Alegori

Alegori berasal dari bahasa Yunani "allegorein" yang berarti berbicara secara kiasan. Majas alegori menggunakan perbandingan dari satu objek dengan beberapa kata kiasan yang saling terkait, sehingga membentuk kesatuan makna yang biasanya mengandung nilai-nilai moral.

Contoh Majas Alegori:

  • Bayi yang baru lahir seputih salju yang tidak ada nodanya.

  • Otak manusia layaknya sebuah pisau, semakin diasah, semakin tajam.

  • Hidup itu ibarat sebuah kotak berisi, kita tidak pernah tahu isinya.

4. Majas Personifikasi

Personifikasi berasal dari bahasa Latin "persona" yang berarti orang atau pelaku. Majas ini menggambarkan benda tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.

Contoh Majas Personifikasi:

  • CCTV telah menyelamatkan Ibu Vania dari tuduhan perkara.

  • Tayangan sinetron telah merusak moral anak-anak.

  • Bendera Indonesia berkibar dengan gagah berani di langit biru.

  • Lumut berkumpul di halaman belakang rumah Pak Edo.

5. Majas Eufemisme

Majas eufemisme menggunakan bahasa yang lebih halus untuk menggantikan kata-kata yang dianggap tidak pantas, dengan tujuan agar tidak menyakiti hati orang lain atau menjaga nama baik.

Contoh Majas Eufemisme:

  • Nenek berpulang ke rahmat Tuhan (berpulang = meninggal).

  • Mulai besok Bu Lia menjadi asisten rumah tangga di rumah kami (asisten rumah tangga = pembantu).

  • Ibuku mengajar di kelas tuna rungu (tuna rungu = tuli).

  • Wamena menduduki angka tuna aksara tertinggi di Papua (tuna aksara = tidak bisa membaca).

6. Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke menggunakan bagian dari objek untuk menyatakan keseluruhan atau sebaliknya. Terdiri dari sinekdoke pars pro toto (bagian untuk keseluruhan) dan totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian).

Contoh Majas Sinekdoke Pars Pro Toto:

  • Keluarga Toni terpaksa angkat kaki dari apartemen karena tidak sanggup membayar uang sewa (angkat kaki = pergi).

  • Sudah lama saya tak melihat batang hidung Pak Wawan (batang hidung = orangnya).

Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte:

  • Inggris meraih emas dalam Olimpiade Kimia Internasional 2023 (Inggris = tim dari Inggris).

7. Majas Asosiasi

Majas asosiasi membandingkan dua objek yang berbeda namun dianggap sama. Kata-kata yang biasanya digunakan adalah: seperti, bak, seumpama, bagai, dan laksana.

Contoh Majas Asosiasi:

  • Pendiriannya kuat bagaikan batu karang.

  • Wataknya keras seperti batu.

  • Wajah si kembar bagai pinang dibelah dua.

  • Mukanya putih bersih seperti susu.

8. Majas Hiperbola

Majas hiperbola menggunakan bahasa yang melebih-lebihkan untuk memberikan penegasan.

Contoh Majas Hiperbola:

  • Harga kebutuhan pokok semakin mencekik leher.

  • Teriakan penonton membelah angkasa.

  • Ayah memeras keringat demi menghidupi keluarga.

  • Ujian Matematika benar-benar membuatku memeras otak.

9. Majas Metonimia

Majas metonimia menyebutkan merek untuk menggantikan kata benda yang sudah umum.

Contoh Majas Metonimia:

  • Pak Tarno pergi ke Bandung mengendarai Kijang (Kijang = mobil).

  • Kakak mengendarai Honda untuk pergi kerja (Honda = motor).

  • Kak Dewi menyuguhkan Aqua untuk para tamu (Aqua = air mineral kemasan).

10. Majas Simbolik

Majas simbolik menggunakan simbol untuk menggambarkan sesuatu.

Contoh Majas Simbolik:

  • Mendengar kata pajak, jadi teringat banyak tikus di kantor pemerintahan.

11. Majas Depersonifikasi

Majas depersonifikasi menggambarkan sesuatu yang hidup seolah-olah tidak hidup.

Contoh Majas Depersonifikasi:

  • Kalau kamu jadi bunga, aku akan jadi lebahnya.

12. Majas Sinestesia

Majas sinestesia menggunakan ungkapan rasa dari satu indera melalui ungkapan rasa dari indera lain.

Contoh Majas Sinestesia:

  • Obrolan mereka terlalu pedas untuk didengar.

  • Wajah penjahat itu memucat masam ketika terbongkar aksi perampokannya.

  • Senyuman manis dari Devina membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya.

13. Majas Disfemisme

Majas disfemisme menggunakan bahasa yang bersifat tabu atau kurang pantas.

Contoh Majas Disfemisme:

  • Pak, saya izin kencing!

14. Majas Aptronim

Majas aptronim memberikan nama yang berkaitan dengan sifat atau pekerjaan seseorang.

Contoh Majas Aptronim:

  • Orang tuanya penjual soto ayam, jadi dia dipanggil anak sotoy.

15. Majas Alusio

Majas alusio memperindah ungkapan atau kiasan dengan menimbulkan kesan imajinatif.

Contoh Majas Alusio:

  • Jadi teringat peristiwa Bandung Lautan Api.

  • Iwan setali tiga uang dengan kakaknya soal sembahyang.

  • Kehidupan Mawar seperti cerita Bawang Merah dan Bawang Putih.

  • Gaya rambutnya mengingatkan pada Michael Jackson.

16. Majas Fabel

Majas fabel menggambarkan hewan atau tumbuhan dengan tingkah laku seperti manusia.

Contoh Majas Fabel:

  • Monyet itu berpikir, apa yang harus dilakukan selanjutnya.

17. Majas Antropomorfisme

Majas antropomorfisme menggunakan bentuk atau kata yang berkaitan dengan manusia untuk menggambarkan benda.

Contoh Majas Antropomorfisme:

  • Mulut lonceng mulai mengeluarkan suara.

18. Majas Litotes

Majas litotes menggunakan ungkapan yang menurunkan kualitas untuk menunjukkan kerendahan hati.

Contoh Majas Litotes:

  • Selamat datang di gubuk sederhanaku.

  • Semoga kalian senang dengan hadiah kecil ini.

  • Handphone usangku tentu kalah bagus dari milikmu.

Itulah penjelasan tentang majas perbandingan, mulai dari pengertian, ciri, jenis, dan contohnya. Melalui penggunaan majas perbandingan seperti simile, metafora, dan personifikasi, penulis dapat menciptakan gambaran yang lebih jelas dan berkesan dalam benak pembaca.

Baca Juga: Apa Itu Koda dalam Penulisan Cerita? Ini Penerapan, dan Contohnya Penggunaannya